[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 41


__ADS_3

"Semalam aku pasti tidak waras!!"


"Bagaimana bisa aku melakukan Videocall sambil mengenakan gaun tidur ,tanpa dalaman??"


"Dia tidak akan berpikir bahwa aku gadis cabul kan??"


Ariel terus merutuk pada dirinya sendiri didalam kamar ,sambil sesekali mengumpat.


"Ah...bo***!,bahkan sekarang adalah hari minggu. Tapi semalam aku mengatakan "Sampai jumpa di kampus" !"


Ariel sangat malu pada Adzra ,,ia berpikir tidak akan sanggup bertemu lagi dengannya.


Namun ia sangat ingin bertemu , akhir-akhir ini Adzra sangat sibuk , sehingga mereka tidak bertemu. Bahkan Faya selalu mengatakan hal yang sama , yaitu Adzra sangat sibuk selama satu minggu belakangan ,dan akan terus sibuk selama satu minggu kedepannya. Bukankah berarti mereka juga tidak dapat bertemu??. Ada kelegaan di hati Ariel ,ia pikir dirinya selangkah di depan Faya dalam bertukar kabar dengan Adzra.


"Bagaimana aku akan menanggung rasa malu ini??, Apa yang harus aku katakan saat bertemu lagi dengannya ??"


Tok..tok..tok...


"Princess !"


"Ya...pah? ,aku sudah bangun"


"Bolehkah papa masuk?"


Max sedikit khawatir , karena putrinya belum juga turun untuk sarapan padahal ini sudah lewat jam sembilan pagi.


"No...papa. Aku akan mandi..!!"


Ariel berteriak sangat kencang dari balik pintu kamarnya.


"Baiklah. Segera turun jika sudah selesai sayang!"


Max pun meninggalkan kamar putrinya ,lalu berjalan ke ruang kerja. Ia ingin mengerjakan beberapa pekerjaan sambil menunggu putrinya.


"Gerry !"


"Ya ,tuan.."


"Kamu jangan lengah tentang pengawasanmu terhadap putriku. Aku tidak ingin baj**** itu melirik putriku barang sedetikpun."

__ADS_1


"Iya tuan. Kami selalu mengawasi bocah itu. Dan juga selalu menjaga nona dengan sungguh-sungguh."


Mereka berbicara di dalam ruang kerja Max. Disini kedap suara ,jadi ia tidak akan takut jika seseorang mendengar percakapan mereka.


"Beri tahu aku ,jika Ariel sudah siap. Aku akan menunggunya disini."


"Baik tuan. Saya undur diri."


Gerry memang cekatan ,dan juga sangat ligat ,ia juga sangat bisa di andalkan. Namun Max tidak ingin bocah s*** yang pernah melecehkan putrinya muncul lagi di hadapannya. Ia sangat ingin memusnahkan bocah itu.


***


'Apa yang aku lakukan disini?'


[Fufufu...menjadi penonton? ,Atau penguntit mungkin??]


'Aku mulai mengantuk..'


[Dan anda boleh tidur.]


'oke..bangunkan aku jika misi telah selesai!'


[Baik tuan.]


Adzra berdandan seperti pria dewasa , memakai wig dan juga kumis palsu ,ia juga memakai lensa supaya tidak dikenali oleh Beni. Ia takut Beni akan membuat keributan seperti tempo hari.


[Tuan...]


[Tuan ,bangun!]


[Tuan!]


"Hah??"


Adzra mengucek matanya ,lalu ia melihat sekeliling yang sudah sangat sepi. Hanya ada beberapa petugas kebersihan yang sedang membersihkan panggung dan juga kursi penonton. Di depannya berdiri seorang pemuda yang membangunkannya.


"Ah... ternyata anda benar-benar tidur. Syukurlah...saya kira anda tidak sadarkan diri!"


Seorang pemuda bertanya pada Adzra ,ia terlihat begitu khawatir.

__ADS_1


"Ya ...aku tertidur ,aku sangat lelah. Terimakasih sudah membangunkan ku ."


Adzra tersenyum , ternyata masih ada pemuda baik yang mau peduli padanya.


Adzra pergi meninggalkan gedung ,ia menaiki mobilnya dan duduk sebentar disana.


"Kenapa aku sangat lelah?"


[Mungkin karena anda tertidur sambil duduk?]


"Benarkah?"


"Bagaimana dengan misi??"


[Misi bersama musuh dalam satu ruangan telah selesai.]


[Anda mendapatkan Gift box. Apa anda ingin membuka nya sekarang?]


"Ya..buka saja."


[Baik. Mari kita buka.]


[Selamat !! ,Anda mendapatkan tambahan poin kehidupan sebanyak 30.000 poin. Lalu anda mendapatkan Skill teleportasi untuk satu kali pakai. Ditambah skill ketahanan tubuh..masih ada bonus lagi .. yaitu Skill ..]


"Apa?? cepat katakan!"


[Uhm...itu adalah skill HAREM.]


"hah??? Bagaimana mungkin ada Harem dalam percintaan ku??"


[Oh...itu ,,anda boleh tidak memakainya.]


"Huh??,Jadi aku akan mengabaikan skill tersebut??"


"Yang benar saja!"


Adzra memang terkejut , namun ia akan mencobanya nanti. Ia pikir hatinya juga tertarik dengan gadis lain. Jadi skill ini akan mempermudah kehendaknya kan??


[Fufu .. saya tahu anda akan tertarik pada skill ini.]

__ADS_1


"Aku akan mencobanya nanti.. sekarang kita pulang dulu."


[Baik...]


__ADS_2