[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 21


__ADS_3

Adzra sudah puas menikmati seluruh isi rumahnya selama dua minggu. Sekarang ia berencana untuk melanjutkan kuliah.


"Sistem....aku rasa aku harus masuk ke perguruan tinggi yang paling bagus"


{Apa anda ingin ke luar negeri?}


"Tidak. Aku ingin di dalam negeri saja."


{Anda hanya perlu mengatakannya pada Sam ,dan semuanya akan beres ,, tuanku.}


"Oh...ya ,kamu benar!"


Maka saat makan malam , Adzra mengatakan keinginannya pada Sam. Dan Sam dengan senang hati akan mengurus semuanya.


**


Universitas N adalah kampus ternama ,tempat anak-anak dari konglomerat yang hanya bisa masuk ke sana. Ada juga dari kalangan menengah , namun mereka yang beruntung adalah murid cerdas yang mendapatkan beasiswa.


Dan disinilah sekarang Adzra berada. Ia menjadi salah satu murid disini.


Ia berniat menggunakan skill keterampilan untuk menjadi murid yang tercerdas.


'Fufufu...aku akan menggunakan skill keterampilan supaya menjadi murid cerdas atau jenius'


{Silahkan...tuan}


'Aku juga akan membeli skill :Idola '


{Apakah cerdas saja tidak cukup?}


'Seorang wanita ,akan menginginkan lelaki sempurna.'


{Ya ,anda benar!}


'Kamu tidak cekatan!,aku ingin sistemku segera kembali. Ini sudah dua minggu.'

__ADS_1


{Saya hanya penasaran dengan jalan pikir laki-laki.}


{Baiklah...saya akan segera mengurus pembelian skill Idola.}


{Skill Idola tidak dapat diakses saat ini , silahkan anda coba lagi nanti.}


"G*****"


{Apa anda mengatakan sesuatu?}


"Ya. Segera aktifkan skill keterampilan"


{Baik.}


**


Di dalam kelas Adzra tidak segera berbaur dengan teman-temannya. Ia memilih membaca buku-buku yang ia bawa.


{Bukankah anda sebaiknya berkenalan dengan mereka?}


{Anda cukup pemilih huh?}


'Lihat!.., beberapa anak populer hanya memanfaatkan pertemanan mereka. Mereka hanya menganggap teman sebagai pesuruh.'


{O... ternyata anda cukup jeli.}


'Kamu harus belajar dari "kakak"'


Adzra menekankan kata"kakak" , yaitu untuk dirinya.


{Huh... sombong!}


{Apakah ada seseorang orang yang anda kenal? disini?}


'Aku mengetahui beberapa orang ,tapi aku lupa nama mereka.'

__ADS_1


{fiuh.... mungkin mereka juga lupa pada anda.}


'Ya , memang. Tapi sebaiknya kamu tidak bicara begitu blak-blakan dengan tuanmu!'


{Ah... ma'af tuan. Saya sudah terlanjur nyaman dengan anda.. xixi}


"Permisi , bisakah saya duduk disini?"


Seseorang menyapanya , menanyakan tentang tempat yang di beri tas oleh Adzra.


Saat Adzra mengangkat kepalanya dari buku yang ia baca , alangkah terkejutnya ia.


{Tuan ,tenang. Jangan terlalu gugup}


"Uhm...ya , silahkan."


'S**** , kenapa kami bertemu disaat aku belum siap.'


{Tuan mengenalnya?}


'Ariel'


"Halo??, bisakah kamu menyingkirkan tasmu?"


Adzra masih mencoba menormalkan detak jantung nya ,ia tidak dapat berkata apapun, yang dilakukan nya hanya mengambil tas miliknya ,lalu menaruhnya di slorok meja.


Ariel tercengang di buatnya ,dari sekian banyak orang ,ia memilih menyapa lebih dulu. Namun diabaikan??. Ariel segera duduk ,lalu mengambil ponselnya. Ia membuka kamera di ponselnya ,lalu melihat dandanannya. Rasanya tidak ada yang aneh ,tapi kenapa cowok di sebelahnya begitu cuek?.


Apa mungkin cowok di sebelahnya adalah tipe orang yang dingin??


Atau mungkin karena mereka belum berkenalan ,maka ia begitu tak acuh??


'Haruskah aku memulai berkenalan ??' . Ariel bermonolog pada dirinya sendiri. Lalu ia menggeleng ,ini bukan dirinya. Sejak kapan dia peduli dengan seorang cowok?


Sambil menepis perasaan itu , Ariel mencoba membuka media sosial di ponselnya lalu berselancar di dunia maya.

__ADS_1


__ADS_2