![[Sistem :Cowok Idaman]](https://asset.asean.biz.id/-sistem--cowok-idaman-.webp)
Malam ini hujan begitu deras mengguyur ibukota. Jalanan yang biasanya sangat ramai hingga macet kini begitu sepi , nampaknya para pengendara malas untuk bepergian karena hujan ini.
Saat ini Faya sedang bersama Adzra di sebuah restoran bintang lima ,mereka sedang makan malam .
Hati Faya sangat bahagia , karena pujaan hatinya mengajak bertemu bahkan bersikap romantis padanya. Namun ia juga sungkan ,karena tempat tersebut terlalu mewah.
"Kenapa makan malam di tempat mahal begini Adzra??,, aku kan jadi tidak enak.."
"Kenapa?? Tentu saja karena aku ingin memberikan yang terbaik untuk kekasihku."
Blush....
Wajah Faya merona seketika ,mendengar jawaban Adzra. Entah itu rayuan ,atau kenyataan..semua kata yang di ucapkan Adzra terdengar begitu manis dan menggelitik hatinya.
"Apa kamu tidak mencintai ku lagi Fay?"
Tiba-tiba Adzra bertanya dengan wajah sedih. Faya semakin tak enak hati pada kekasihnya itu..
"Tentu saja AKU SANGAT CINTA PADAMU!!"
"Ups .."
Faya berteriak karena merasa dirinya harus mengatakan cinta dengan lantang pada Adzra , supaya kekasihnya puas. Namun ia melupakan dimana tempat mereka berada sekarang , setelah kata-kata telah terucap ,ia baru menyadarinya dan segera membungkam mulutnya sendiri dengan kedua tangannya.
"Puft..."
"Kekasihku sangat bersemangat ya?"
Adzra tertawa kecil melihat tingkah Faya , yang sangat lucu baginya. Wajah Faya tentu saja sudah sangat merah karena malu. Ia sangat ingin bersembunyi di manapun .
"Fay..aku menyukaimu. Jika kamu merasa tidak enak dengan apa yang aku lakukan ,maka sebaiknya kamu memberikan aku hadiah??"
Mata Faya berkedip-kedip lucu.
'Ah... imutnya!'
[Fufu...apa yang anda inginkan darinya?]
'Tidak ada..tapi kalau dia ingin memberi sesuatu ,tentu saja aku akan menerima!'
[Hm...saya mencium bau-bau kemesuman!]
"Ha... hadiah?? , Seperti apa hadiah yang kamu maksud?"
Rasa malu Faya belum sepenuhnya hilang. Namun sekarang Adzra membuatnya kebingungan.
"Lupakan saja dulu tentang "Hadiah". Sekarang ,mari kita menyantap hidangan yang telah disajikan..!"
Adzra mengusap rambut Faya pelan. Ia tidak ingin membuat suasana menjadi canggung. Resto yang ia pesan sangat bagus dan bernuansa romantis. Banyak pasangan yang merekomendasikan tempat tersebut sebagai tempat dinner terbaik , masakannya juga nikmat ,di tambah hujan deras yang membuat suasana bertambah syahdu. Jadi sebaiknya mereka menikmati momen tersebut bukan?.
"Ehem..ya ,mari kita menikmati hidangannya."
Mereka menikmati makanan masing-masing. Adzra sesekali bergurau supaya Faya tertawa , sehingga ia dapat melupakan rasa malunya. Ia juga memberikan hadiah yang ia beli kemarin. Tak lupa ia juga membeli buket bunga yang sangat cantik untuk Faya. Faya sangat senang ,ia juga menyiapkan hadiah kecil untuk Adzra. Ia sudah membeli jam tangan dari jauh-jauh hari untuk di berikan pada Adzra hari ini , karena hari ini adalah peringatan seratus hari mereka bersama.
"Buka saat sampai di rumah"
Adzra memberi himbauan pada Faya , saat Faya akan membuka kotak pemberian Adzra.
__ADS_1
"Eh...kenapa??"
Faya penasaran pada kotak yang Adzra berikan ,ia sangat ingin membukanya ,namun Adzra melarangnya.
"Bukan apa-apa...aku hanya tidak ingin melihat ekspresi mu saat membukanya?"
Adzra berkata sungguh-sungguh. Ia tidak ingin melihat ekspresi Faya ,yang mungkin saja akan mengira dirinya mesum.
[Anda bahkan akan sangat terkejut jika melihat ekspresinya nanti.]
'Benarkah? , bukankah lebih baik jika aku menyuruhnya membuka dirumah?'
[Hem...]
'Jawaban apa itu?'
"Yah... baiklah ,tapi kamu boleh kok membuka hadiahmu sekarang.."
Faya memang sedikit kecewa ,namun ia berpikir lagi untuk menelan kekecewaan nya. Bukankah ia bukan tidak boleh sama sekali membukanya?? ,melainkan ia bisa membukanya dirumah , nanti?
"hm.. tidak!. Aku memang penasaran padanya , namun aku akan membukanya nanti. Supaya kita impas."
[Cih...anda sok bijak! , padahal kan itu karena anda tidak penasaran lagi pada kotak tersebut?]
'Bukankah kamu yang memberi tahuku?'
"Hem... begitu juga bagus!"
"Omong-omong... hujannya sudah reda , bukankah sebaiknya kita pulang?"
Faya tidak bisa menahan rasa penasarannya makin lama , berhubung hujan sudah reda ia refleks mengatakan hal tersebut. Namun setelah menatap mata Adzra ,ia segera sadar bahwa ia sudah membuat kesalahan.
"Ya... sebaiknya kita keluar dari sini , sebelum hujan datang lagi dengan lebih deras."
Mereka membenahi diri dan segera meninggalkan restoran. Namun di tengah jalan ,hujan kembali mengguyur jalanan ,bahkan kali ini dengan lebih deras lagi.
"Adzra , pelan-pelan saja.. sepertinya jalanan menjadi sangat licin!"
"Hem...kamu tenang saja ,aku bisa mengatasi ini "
[Tentu saja. Anda punya skill keterampilan.]
'Fufu...benar. Aku berterima kasih padamu. Informasi yang kamu berikan selalu akurat.'
[Saya terharu , karena anda mengakui kinerja saya.] ಥ‿ಥ
Adzra memutar bola matanya ,jengah. Terkadang ia berpikir tidak perlu memberi ucapan terimakasih pada sistem nya ,karena ia tidak ingin melihat ekspresi sistemnya yang lebay.
"Kamu mau mampir??"
Faya bertanya , karena Adzra terlihat lelah. Namun ia juga masih ingin mengobrol dengannya.
'Bagaimana?'
[Sedikit jual mahal akan bagus , tuan.]
"Sepertinya sudah terlalu larut Fay?"
__ADS_1
Ia memandang wajah Faya yang terlihat masih begitu imut.
"Ini baru pukul sembilan..aku akan menyajikan coklat panas , untuk mengurangi dinginnya udara malam?"
Faya setengah memohon pada Adzra ,ia hanya mengikuti kata hatinya.
"Mungkin lain kali...??"
Adzra berusaha menarik ulur ,ia ingin Faya sedikit memaksakan kehendaknya.
"Huh?? Kita sudah sampai di halaman rumahku. Ayolah mampir sebentar saja!!"
Kali ini Faya benar-benar memaksa Adzra ,ia berkata demikian sambil menggenggam satu tangan Adzra begitu erat. Entahlah...ia benar-benar ingin bersama kekasihnya sedikit lebih lama.
[Good job.]
'Fufu...berkat ide darimu!'
"Baiklah...aku akan mampir sebentar."
Adzra senang bukan main , namun ia berhasil menyembunyikan raut wajah senangnya ,tidak dengan Faya. Ia sangat kentara kesenangan.. wajahnya sangat berseri-seri dan terus tersenyum.
Mereka turun dari mobil ,lalu lekas berlari ke teras rumah Faya karena hujan masih sangat deras. Faya tidak melupakan kotak hadiahnya ,ia memeluknya erat ,namun air hujan masih saja membasahinya.
"Yah... kotaknya basah."
"Itu hanya kotak. Tapi lihatlah bajumu juga basah Fay! "
Adzra sedikit memekik ,karena suara hujan yang sangat deras mengganggu pendengaran mereka.
"Ah...kamu juga basah! ,ayo masuk dulu. Kamu dapat mengeringkan badanmu didalam."
Faya baru menyadari bahwa ia dan juga Adzra juga basah kuyup. Faya segera merogoh tasnya dan mengambil kunci rumah ,lalu segera membukanya dan mempersilahkan Adzra masuk.
"Ayo masuk Adzra..,diluar sungguh dingin.."
Faya berkata sambil menggidikan badannya.
"Huum. "
Adzra mengikuti Faya masuk kedalam rumah.
"Pakaianku basah ,nanti lantainya jadi licin."
Adzra tahu , bahwa Faya tidak mempunyai asisten rumah tangga. Bukankah ia akan membuat Faya menjadi repot di malam hari kalau ia membuat lantai Faya basah?
"Tidak apa. Aku sudah terbiasa membersihkan rumah , bahkan pada malam hari."
"Kamu segera masuk ke kamar mandi ,aku akan mencarikan baju oversize milikku."
Faya mengatakan nya sambil mendorong Adzra ke dalam kamar mandi.
"Kamu juga basah! ,ayo mandi bersama.."
Faya memandang wajah tampan Adzra tanpa berkedip ,ia mengamati wajah Adzra dengan cermat. Adzra memasang wajah serius ,ia tidak bercanda sama sekali !.
Blush...
__ADS_1
Pipi Faya langsung merona ,ia sangat malu..