[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 33


__ADS_3

Tok..tok..


"Uhum..saya akan membuka pintu dulu..tuan!"


Yasmine yang sedang membantu Adzra mengenakan pakaian , segera beranjak membuka pintu. Namun Adzra mencekal tangannya..


"Selesaikan dulu pekerjaanmu."


Adzra berkata demikian.. suaranya terdengar serak..dan itu sangat ****.


Yasmine merona...ia membayangkan hal lain..


[Huh... sekarang anda suka mempermainkan gadis ya?]


'Fufu...aku ingin tahu reaksinya.'


[Saya tidak bisa berkata apa-apa..]


Yasmine menurut. Ia mengancingkan baju tuannya ,mulai dari atas... Ia meneguk ludah beberapa kali saat tangannya dengan lancang menyentuh dada bidang tuannya.. tangannya menjadi gemetaran. Biasanya ia akan profesional saat bekerja ,tapi biasanya ia berdua dengan rekan lain ,jadi tidak ada waktu untuk memikirkan hal-hal seperti sekarang..Namun saat in hanya ia sendiri. Ia tidak mampu untuk fokus.. apalagi saat ia melihat tuannya bereaksi dengan sentuhan nya. Tuannya terlihat tegang. Tinggal kancing terakhir , yaitu kancing paling bawah..namun tangannya tidak sengaja menyentuh sesuatu. Ia tertegun..lalu ia pandangi wajah tuannya dengan tatapan yang. .. entahlah..


Ekspresi tuannya begitu datar..namun pandangannya yang tajam itu seakan menusuk hati dan jantungnya. Yasmine tidak mampu lagi menahan dirinya.. namun


Tok..tok..


"Tuan..?"


Tok..tok.tok


Yasmine mendesah ,ia merasa jengkel pada hal yang mengganggunya. Iapun meninggalkan Adzra dengan penuh rasa kecewa. Adzra menyeringai.


Yasmine mempersilahkan maid lain masuk ,dan ia meninggalkan ruangan.


[Anda terlihat cukup puas?]


'fufu... ternyata dia mau.'


[Waktu itu sudah saya katakan. Bahwa anda bisa melakukan dengannya.]


'Benar.'


'Tapi sekarang aku tidak ingin.'


[Kenapa tuan tidak ingin?]


'Kamu lihatlah! , dia begitu mu*****. Seperti seseorang."


[Anda sangat pendendam. Lupakanlah gadis itu ,dia tidak pantas untuk anda kenang.]


'Kamu paling tahu. ,aku bukan sengaja mengingatnya... untuk apa??'


'Justru aku akan bersyukur ,jika kamu melupakan ingatanku tentangnya."


[Hm... setelah saya pikir-pikir , sedikit dendam masa lalu akan membuat anda tahan godaan. Dan itu bagus ,jadi lebih baik anda jangan lupakan itu.. fufu]


'B******'


[fufufu....]


Seorang maid masuk dan mengatakan sesuatu yang membuat Adzra terkejut.


"Tuan..ada gadis bernama Faya datang mencari anda."


"Hah...kamu bilang Faya?"

__ADS_1


"Benar tuan. Dia sedang menunggu anda di ruang tamu."


Faya datang... dan itu di pagi hari...ya walaupun menjelang siang.


"Kenapa tidak segera mengatakannya ,huh...Faya jadi menunggu."


Adzra kesal pada maid yang di anggapnya tidak cekatan.


[Jangan salahkan mereka. Anda sendiri yang membuat itu terjadi.]


'Hm...benar juga.'


Maid terdiam..ia tidak tahu kesalahannya. Daritadi ,ia ingin memberi tahu, namun pintu tidak segera di buka, ia juga tidak berani masuk dengan lancang..sebelum ada perintah. Namun ia sekarang tahu ,bahwa Faya adalah gadis yang berharga bagi tuan mudanya.


"Bereskan kamarku ,aku akan turun."


"Baik tuan.."


Faya tertegun melihat Adzra menuruni anak tangga.. Pacarnya terlihat baru saja selesai mandi , Tampilannya begitu menawan.. , rambutnya setengah kering dan bau sabun menguar dari tubuhnya.


"Maaf membuatmu menunggu lama.."


Adzra berkata dengan lembut.. pandangan mereka terkunci satu sama lain. Namun suara gadis lain mengganggu mereka.


"Kak... rumahmu sangat mewah...bahkan pelayan disini begitu banyak!"


"Kakak ternyata konglomerat ya?"


Faya tidak bisa menahan perasaan kagumnya..


"Haha...kamu bisa saja.."


"Ada sesuatu terjadi , Fay?"


"Uhum...itu...kamu tidak membalas pesan dan juga tidak mengangkat telpon ku , bahkan nomormu tidak aktif...jadi...jadi...a..a..ku khawatir sesuatu terjadi.."


Faya sangat gugup mengatakannya ,ia menjawab dengan suara yang lirih..nyaris berbisik. Sementara wajahnya sudah merah.


'Apa kamu mengetahui dia akan datang?'


[fufufu...Tentu saja ,tuan. Namun saya tidak ingin mengganggu kesenangan anda di pagi hari.]


'Lalu bagaimana dengan ponselku?'


[Ponsel anda kehabisan baterai. Dan sekarang ,maid sedang mengisi daya nya.]


'hmmm..’


"Oh... karena merasa lelah ,kemarin setelah mandi aku tertidur. Dan setelah pagi aku lihat , ternyata batrei ponselku habis."


Adzra melihat kelegaan di wajah Faya..Ia membuang nafas ,lega.


"Lalu kenapa kemarin kamu.."


Faya melirik adiknya , ternyata adiknya sedang sibuk mencicipi cookies yang di siapkan oleh maid. Lalu dia melanjutkan kata-katanya sangat pelan.


"Tidak bergabung lagi..dan mengatakan bahwa kamu pergi karena ada urusan mendesak??"


Adzra tersenyum..ia lalu menggeser duduknya menjadi tepat di sebelah Faya. Ia memegang tangan gadisnya erat ,lalu mengusapnya, sementara adiknya duduk di kursi lain ,disisi Faya.


"Aku akan memberi tahumu ,jika kamu sudah siap!."


Adzra berbisik di telinganya yang sukses membuat Faya merinding.

__ADS_1


"Hengh.."


Faya ingin mengatakan sesuatu ,tapi ia malah mendesah lirih.. membuat Adzra menyeringai puas.


"Tania.. bukankah seharusnya kamu ke sekolah?"


Adzra mengalihkan pembicaraan mereka , dengan bertanya pada Tania , namun tangannya tidak tinggal diam. Tangannya selalu memegangi tangan Faya ,dan mengusapnya.


Tania mendongak sebentar ,lalu ia meminum minumannya sebelum menjawab pertanyaan Adzra.


"Aku izin kak , pelajaran hari ini tidak menyenangkan. Aku berniat bersantai dirumah. Tapi saat kakak akan pergi ,aku segera ikut"


Ia tersenyum tanpa dosa saat menyelesaikan kalimatnya. Adzra yakin..Faya pasti jengkel pada adiknya yang mengacau.


"Oh..kamu harus rajin belajar , jangan hanya karena tidak menyukai pelajaran ,kamu jadi membolos!"


Karena kesal , Adzra mengatakan itu dengan sedikit ketus pada Tania.


"Ih.... kakak tidak seru!.. Anak-anak lain juga izin tahu!"


Hemph!


Tania memalingkan wajahnya ,ia merengut kesal.


"Ya..ya...lain kali jangan di ulangi ,okey?"


"Tidak janji! wlekk"


Adzra sedikit emosi ,bocah ini berani menjulurkan lidah padanya ,, memang dasar bocah!.


"Tania !, tidak sopan !"


Faya segera menegur adiknya ,dan adiknya langsung diam ,salah tingkah.


"Iya..aku minta maaf kak!"


"Kakak tampan , tolong maafkan aku..aku tidak akan mengulanginya lagi."


Ia berkata demikian ,memohon supaya kakak tampannya tidak akan marah.


"Uhum...lupakan saja."


"Kamu mau berkeliling , melihat-lihat rumah??"


Tania mengangguk , ia begitu senang.


"Hana akan menemanimu , sementara aku ada urusan sebentar dengan kakakmu."


"Urusan apa??, dimana?? dan siapa Hana?"


Faya juga mempunyai pertanyaan yang sama dengan adiknya , namun ia tidak ingin membuka suara ,ia lihat tatapan Adzra yang begitu lembut padanya.. mungkinkah urusan itu??


Adzra mengedipkan sebelah matanya ,Faya jadi tersipu malu.


"Itu tugas sekolah. Kamu tahu aku dan kakakmu satu kampus. Dan kami akan ke ruang belajar ku. Sementara Hana adalah pelayan disini. Apa kamu akan patuh??"


"Oh... baiklah..aku akan patuh."


"Gadis pintar! "


Adzra memuji Tania, sambil mengusap kepalanya. Sesuatu yang sangat di nantikan oleh Tania.


Tania tersenyum senang. Akhirnya , kakak tampan mengusap kepalanya...xixixi

__ADS_1


Setelah Tania beranjak bersama Hana , Adzra langsung saja menarik tangan Faya , dengan terburu-buru membawanya ke ruang belajar miliknya.


__ADS_2