[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 27


__ADS_3

[Anda mengerjai asisten?]


'Tidak juga...aku hanya bertanya beberapa hal yang membuat aku penasaran.'


[Anda telah melihat sesuatu!]


'....ya'


'Aku melihat dia melakukan beberapa hal ,tapi tidak keseluruhan. Aku juga mendengar beberapa hal yang membuat aku ingin berguru padanya!'


[Fufu...Jadilah murid saya!...Guru ini mempunyai begitu banyak skill yang akan membuat anda hebat!]


'Ya....kamu bukan guru. Tapi sesuatu yang entahlah...'


Adzra tersenyum. Ia membayangkan jika semua skill ia miliki...maka ia akan benar-benar menjadi cowok idaman.


"Cukup Ros..aku mulai mengantuk. Kamu boleh kembali."


Saat ini Adzra berada di dalam kamar ,di atas tempat tidurnya ,ia baru saja selesai di pijit , setelah membersihkan badan. Maid bernama Rosa , menurut. Ia membenahi peralatan yang ia bawa lalu keluar.


Adzra sedikit mendesah...


[Ada apa tuan?]


"Aku ingin sesuatu.."


[Anda sudah berpuasa begitu lama. Tentu saja anda berhak untuk melakukan apa yang anda inginkan sekarang.]


"Dan itu masalah nya. ,aku tidak ingin melakukannya dengan orang yang tidak mencintai ku."


[Belajar dari guru baru hem?]


Adzra diam. Ia salah bicara.


"Maksudku ,aku.."


[Ya...mari kita lihat poin anda... apakah cukup untuk membeli beberapa skill yang akan membuat anda di cintai para gadis!]


Adzra tidak berkata apa-apa lagi. Sistem nya memang paling tahu apa maunya.


Menghitung poin...


[Jumlah poin keseluruhan adalah 886.000. Penggunaan poin terakhir adalah 10.500 poin. Poin tambahan didapatkan dari Cinta lawan jenis dan olahraga harian.]


[Anda sudah mendapatkan cinta lawan jenis??]


"Aku tidak tahu!"


[Fufu... benarkah? ,Coba anda ingat-ingat kembali!]


"Hm....itu.. apakah Faya? ,aku rasa hanya dia yang dekat dengan ku akhir-akhir ini."


[Ya ,anda benar. Dan jangan lupakan bocah ingusan yang bersamanya.]


"Maksudmu adiknya??? ,yang benar saja!"


[Anda boleh tidak percaya ,tapi itulah kenyataannya.]


"Beri aku skill terbaikmu , supaya aku bisa mengetahui isi hati mereka."


[Yang seperti itu ,kami tidak memperjual belikan.]


Adzra tercengang.

__ADS_1


"Jadi??"


[Saya merekomendasikan skill : Kata manis.]


"Heh? aku tidak ingin itu."


[Dengarkan dulu!..ini akan membuat semua kata-kata anda terdengar manis. Itu bisa membantu orang bertambah menyukai anda.]


Adzra tampak memikirkan nya.


"Akan aku putuskan besok. Sekarang aku mau tidur."


"Dan cepat berikan aku misi!"


[Saya masih dalam masa pemulihan. Jadi tidak memberikan anda misi.]


O... ternyata begitu. Adzra berpikir sistemnya sudah benar-benar pulih.. ternyata belum.


**


Ariel ingin tampil lebih cantik..maka dari itu , kemarin ia menghabiskan akhir pekannya di salon. Entah ia ingin tampil cantik untuk siapa?. Ia juga tidak tahu..


Papahnya sedikit heran dengan putrinya yang suka berdandan akhir-akhir ini. Iapun menyuruh Garry menyelidiki , mungkinkah putrinya mempunyai pacar. Dan laporan dari Garry segera ia terima. Yaitu putrinya tidak pernah terlihat berjalan keluar dengan laki-laki. Putrinya selalu dirumah ,keluar hanya untuk kuliah ,resto/kafe ,toko buku dan berolahraga.


"Mungkin aku yang terlalu protective.."


Garry menggedikkan bahu ,ia tidak tahu harus berkata apa pada bossnya.


"Ah , Gerry! "


Yang di panggil menoleh ,heran kenapa bossnya mendesah..


"Aku bertemu Mikhayla di resto x."


Wajah Garry terlihat biasa saja , namun banyak tanda tanya di kepalanya.


'Bukankah wajar jika mereka bertemu di resto. Lalu apa masalahnya?.... jangan-jangan...'


"Kamu tahu?, aku kemarin makan malam disana dengan rekan kerja. Namun aku bertemu dia tanpa sengaja."


"Saya akan menyelidiki , siapa yang dia temui?"


Mengerti jika bossnya orang yang protective , seperti yang ia bilang sendiri sebelumnya. Ia pasti sudah melarang Mikhayla untuk pergi keluar. Namun wanita itu keluar tanpa meminta izinnya.


"Benar. Selidiki semuanya , kemarin aku tidak bisa tidur. Apalagi saat aku bertanya ,dia tidak memberi jawaban yang memuaskan."


"Baik tuan. ,saya undur diri dulu "


Max mengangguk..


Tok..tok...


Baru saja Garry keluar ,pintu ruang kerja Max sudah di ketuk seseorang.


"Hm?"


Seperti biasa ,Max hanya bergumam untuk memberi tahu ,bahwa seseorang boleh membuka pintu.


"Papa sibuk?"


Oh... ternyata putrinya yang masuk? ,Max segera menutup laptopnya. Ia berdiri dan berjalan ke arah Ariel.


"Tidak , princess..."

__ADS_1


"Adakah sesuatu yang kamu inginkan?"


Sifat dinginnya langsung menghilang jika ia berbicara dengan putrinya.


"Ariel akan berangkat ke kampus..."


"Hm...ya?"


Max senang , sepertinya putrinya minta di antar olehnya?? mungkin. Max tidak dapat menyembunyikan senyum di wajahnya.


"Ariel ingin menyetir sendiri!"


Telolet....


Seketika senyuman Max hilang begitu saja. Ia menatap putrinya tak percaya. Menyetir sendiri?? ,apa Ariel bisa?? , walaupun ia bisa menyetir ,memangnya Max akan mengizinkan nya?? Dan apa gunanya supir di sini???


"Princess ..apapun , tapi jangan menyetir sendiri..hum?"


"Pah..."


Ariel tentu saja sudah menyiapkan jurus andalannya , ia tahu jika papahnya akan sulit untuk membicarakan ia menyetir sendiri. Dan inilah saatnya Ariel mengeluarkannya...


Ia memasang puppy eyes nya,sambil bergelayut manja di lengan Max. Max tertegun untuk sesaat...ia sangat merindukan momen ini. Dimana Arielnya bermanja-manja padanya sambil meminta sesuatu.


"Eh. . baik lah...tapi kamu harus hati-hati , sayang!"


"Kamu mau mobil apa sayang? ,papa akan belikan sekarang juga."


"Hem??.. untuk sementara ,Ariel akan membawa mobil papa yang *****. Ariel suka , warnanya."


"Kamu bisa menyetir??"


"Bisa pa...Ariel akan segera memiliki SIM."


"Baiklah sayang..."


Max penasaran ,dari mana putrinya belajar menyetir?? ,namun pertanyaannya ia simpan sendiri karena Ariel segera berangkat.


"Ariel berangkat ya pa? ,sudah siang."


"Ya... hati-hati , sayang."


Ariel mengecup pipi papahnya. Ia pikir itu adalah bentuk hadiah dan rasa terimakasih untuknya , karena tidak mempersulit permintaannya. Tanpa ia tahu , papahnya sangat senang menerima kecupan sayang dari putrinya ,hingga Ariel menghilang dari pandangannya ,ia masih memegangi pipinya..


"Huft...Ariel... tidak bisakah kamu selalu bersikap manja seperti barusan? Papah rindu masa-masa kamu bermanja padaku. "


Max bergumam pelan ,ia mendesah..


Max membayangkan masa-masa Arielnya masih memakai seragam sekolah , setiap pagi ia selalu membangunkannya ,memeluk dan mencium pipinya. Selalu merajuk jika ia telat pulang kerja. Meminta di temani kemanapun ia ingin pergi..


Tapi setelah ia mengatakan ingin menikah lagi , Ariel nya langsung menolak keinginan itu. Tapi Max masih berusaha mengambil hati Ariel..Ia membawa Wanitanya , memperkenalkan mereka ,namun tanggapan Ariel masih sama. Justru ia memilih pergi ,dan mengancam Max agar tidak mencarinya. Max paham bahwa Ariel butuh menenangkan diri , sehingga ia menuruti permintaan putrinya. Ia membiarkan Ariel pergi meskipun Max sangat frustasi.


"Sekarang ,aku masih belum berani meminta izinnya untuk membawa Mikhayla ke rumah ini."


"Aku takut... Ariel ku akan pergi lagi!"


Huh....


Lagi-lagi Max mendesah...ia begitu lelah dengan semua ini..


\*\*\*


Terimakasih untuk reader's yang selalu setia , yang selalu mendukung author 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2