![[Sistem :Cowok Idaman]](https://asset.asean.biz.id/-sistem--cowok-idaman-.webp)
"Kamu juga basah! Ayo... sebaiknya kita mandi bersama!"
Blush..
Wajah Faya merah padam. Ia sangat malu..
Ia memandang wajah tampan kekasihnya , ingin melihat apakah ia bercanda dengan kata-katanya , namun ekspresi Adzra sangat serius. Adzra menatap Faya, tepat di manik matanya.
[Anda membuat anak orang salah paham!]
'Hng??'
[Kata-kata anda! Terdengar seperti "Ayo melakukan hal lain di kamar mandi!"]
'Ah... begitu ya? padahal aku serius ,karena tidak ingin dia kedinginan dan terkena flu.'
Ctakk!
"Aw..."
Faya memekik ,bukan karena sakit..tapi ia terkejut karena Adzra menyentil dahinya. Ia segera memegangi dahinya lalu menggerutu pelan.
"Kenapa harus menyentil dahiku?? ,sakit tahu!"
Tapi bohong...itu sama sekali tidak sakit xixixi.
"Apa yang kamu pikirkan?"
Adzra bertanya sambil menaik turunkan alisnya.
"Apa?? memangnya apa yang aku pikirkan?"
"Aku...aku hanya.."
Wajah Faya semakin merah padam ,tadi ia malu karena kata-kata Adzra , namun sekarang ia sangat malu dengan pemikirannya sendiri. Benarkah Adzra dan dirinya hanya akan mandi?.
"Sst...sudah jangan memberi alasan. Ayo masuk dan segera mandi air hangat."
"Bukankah di dalam ada handuk lain?"
Faya mengangguk. Didalam memang ada beberapa stok handuk.
Adzra berkata sambil menarik tangan Faya , mengajaknya masuk ke dalam kamar mandi.
Faya hanya terbengong sambil mengamati Adzra yang sedang mencopot bajunya yang basah kuyup. Saat ia akan melepas celananya ,ia melirik Faya lalu berkata
"Aku menyuruhmu masuk supaya cepat bersih-bersih dan segera menghangatkan tubuhmu Fay. Bukan malah mengamatiku!"
"Aku tahu kalau aku tampan ,badanku juga bagus. Tapi pikirkan kesehatanmu!"
"Hah??"
__ADS_1
Faya seperti orang linglung
"Aku bilang pikirkan kesehatanmu!. kamu basah kuyup. Cepat berendam di air hangat ,atau kamu akan kedinginan."
Adzra mendengkus , heran kenapa Faya sama sekali tidak mengerti ,jika dirinya sangat mengkhawatirkan kesehatan gadis itu.
Adzra telah mengisi bathup dengan air hangat , menyuruh Faya berendam. Namun gadis itu hanya bengong. Sementara Adzra terus mengguyuri dirinya dengan air hangat dari shower.
[Dia masih di tempatnya ,,dia mungkin kecewa pada anda.]
'Kecewa? , padaku?'
'Bukankah seharusnya ia bersyukur , karena aku mengkhawatirkan dirinya.'
[Anda tidak mengerti ! ]
'Tidak'
[Begini...coba anda lirik dia!]
Adzra melirik Faya yang sedang mengamati nya dengan tatapan yang .. entahlah
'Aku merasa tidak enak..,apa mungkin dia berpikir...'
[Benar. Saya barusan sudah memperingati anda ,jika ajakan anda mandi bersama seperti mengajak melakukan sesuatu yang lain bukan?]
[Ia sangat malu ,dan sekarang ia lebih malu karena hanya dia yang berpikir demikian.]
[Hibur dia!... fufufu...]
Adzra berjalan mendekati Faya , lalu memeluknya erat.
"Jangan memandangi ku terus..lepas semuanya dan masuklah kesana. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu."
Faya tak bergeming ,ia memikirkan hal lain.
"Kamu membuatku gila Fay."
Adzra kehabisan kata-kata , tidak mengerti dengan jalan pikiran gadis ini. Bukan ia tidak menginginkan nya , namun ia menunggu waktu dan tempat yang tepat , serta suasana yang mendukung.
[Fufufu..saya senang melihat anda yang putus asa dengan ini..]
'B*******!!'
Adzra merengkuh tubuh kekasihnya dengan sangat erat. Membawanya berendam ,dan memberikan kehangatan yang lain. Membuang kecemasan di hati Faya ,bahkan membuatnya berbunga-bunga.
***
"Hari ini sangat menyenangkan."
Faya terus memeluk pinggang Adzra posesif.
__ADS_1
Mereka sedang mengobrol sambil menonton film di ruang televisi Faya.
"Ya...dan aku sangat beruntung , karena memiliki mu di sampingku."
"Aku yang lebih beruntung , karena kamu mau bersama dengan ku yang banyak kekurangan ini."
Faya berkata demikian , karena ia merasa Adzra adalah cowok idaman yang sangat sempurna. Sementara dia hanya cewek biasa saja yang beruntung di sukai Adzra.
"Baiklah... kalau begitu ,maka kita sama-sama beruntung!."
"Hem... omong-omong ,apa adikmu tidak terbangun karena kita terlalu "berisik"?"
Adzra menengok kanan kiri ,ia baru sadar jika Faya tinggal bersama adiknya.
"Dia tidak di rumah."
"Itulah sebabnya ,aku berani mengajakmu kemari!"
Faya sangat malu mengakui hak tersebut. Namun adiknya adalah seorang pengganggu ,namun ia sangat sayang.
"Huh ?,Lalu dimana dia? menginap di luar??"
"Sepertinya kamu bukan seorang kakak yang akan membiarkan adiknya bermalam diluar?"
Adzra sedikit heran ,karena ia tahu bahwa Faya sangat posesif pada adiknya.
"Terlihat jelas ya??"
Adzra mengangguk , mengiyakan.
"Adikku sedang ada kegiatan di sekolahnya. Ia anggota OSIS ,dan harus ikut serta."
Faya bangga pada adiknya , adiknya pintar dan juga pandai bergaul.
"Ho... berapa hari?"
"Apanya??"
Faya balik bertanya dengan heran
"Adikmu. Berapa hari lagi , baru pulang?"
"Oh...besok lusa. Acara nya hanya empat hari tiga malam."
Faya menjawab ,lalu memandang wajah tampan Adzra.
"Kenapa dengan itu?"
"Fufu..kamu tahu maksudku Fay!"
Adzra berbisik di depan wajah Faya. Tentu saja Faya tahu maksudnya , bukankah itu berarti selama dua hari mereka dapat bersama tanpa gangguan adik nakalnya..
__ADS_1