![[Sistem :Cowok Idaman]](https://asset.asean.biz.id/-sistem--cowok-idaman-.webp)
'Apa aku melupakan skill :Tampan?'
Saat ini Adzra berada di dalam toilet.
{Itu...,anda sepertinya belum memiliki skill tersebut.}
' Kalau begitu aku harus membelinya'
{Baik ,saya akan segera mengurus nya, tuanku.}
{Pembelian skill : Tampan , berhasil.}
'Huh...aku jadi ingin bercermin.'
{Dan disana telah disediakan kaca. Silahkan tuan bercermin.}
Sistem menunjuk ke arah luar toilet , tempat mencuci tangan.
{Sebelumnya , wajah anda sedikit tampan..atau bisa di bilang lumayan. Sekarang...sungguh ,anda terlihat 40% lebih tampan.}
'Mengapa hanya 40%?'
{Orang-orang akan sangat terkejut jika anda berubah 100%}
'O...kamu benar.'
Adzra keluar dari toilet dengan percaya diri. Lalu ia melangkah menuju kantin. Semua mata terlihat begitu terpesona akan ketampanan Adzra.
'Bukankah aku terlalu PD?'
{Efek skill : Percaya diri yang membuat anda demikian. Apakah saya perlu me-nonaktifkan skill tersebut?}
'Tidak juga... begini lebih nyaman.'
Adzra memesan makanan lalu memakannya sambil sesekali tersenyum dan mengangguk saat cewek-cewek dengan berani menyapanya.
Tanggapan Adzra hanya sebatas itu, ia tidak berani mengambil resiko. Menurutnya ia harus hati-hati dengan para senior di kampus. Bisa jadi mereka akan memukuli Adzra di lain kesempatan , seperti seseorang. Omong-omong tentang seseorang ,ia bertanya-tanya tentang bagaimana kabar orang tersebut?. Tentu saja dengan kekayaan dan kasih sayang serta cinta dari orang tuanya ,pasti orang itu sudah kembali ke dunianya ,dan mulai mengacau lagi.
Adzra perlu berlatih seni bela diri! ,tidak mungkin ia pasrah untuk yang kedua kalinya. Sekarang ia adalah Adzra yang baru. Adzra ,seorang lelaki tampan serta kaya raya , yang di cintai dan akan menjadi idola para wanita.
Semangat dalam diri Adzra begitu menggebu.
***
Drt...
drttt..
Ponsel Adzra bergetar sepanjang perjalanannya pulang. Tanpa melihat nama siapa yang memanggil ,ia langsung mengangkat saja dan menghubungkan lewat earphone.
"Halo?"
"…...."
"Ya? ,ah ma'af...aku sedang mengendara."
"......"
__ADS_1
"Ah... ma'af kan aku ,aku sedikit sibuk akhir-akhir ini. Kalau kamu tidak sibuk , bagaimana jika kita bertemu saat akhir pekan nanti?"
".........."
"Ya..aku akan menunggumu di resto xx ,mari kita bertemu dan makan siang di sana."
Panggilan berakhir dengan salam akhir dari seberang sana yang terdengar sangat manis.
"Sampai jumpa akhir pekan Adzra ,aku sangat menantikan pertemuan kita."
Kata-kata itu terus terngiang di telinga Adzra.
"Sistem?"
{Ya tuan.}
"Bagaimana kamu bisa melupakan Faya?"
"Maksudku , tentang ingatannya."
{O....,Itu karena nona Faya tidak mengenal anda sebagai 'Adzra miskin dan jelek' .}
"Uh...mulutmu sangat tajam."
{Xixi... ma'af tuan. Ingatan orang yang mengenal anda sebagai Adzra yang baru ,akan di biarkan. Sementara mereka saja yang akan lupa tentang anda yang lama .}
"Siapa saja yang lupa tentangku?"
{Saya rasa semuanya , kecuali nona Faya.}
"Uh...kejam. Padahal aku sangat menyayangi Attan sebagai saudaraku ,lalu juga Susan..."
Sistem terlihat marah ,ia begitu tersinggung dengan kata-kata yang Adzra ucapkan.
"Ya...aku minta ma'af."
Sementara sistemnya tidak menanggapi ucapan maaf dari Adzra ,ia hanya diam sambil merasa bersalah karena telah berani membentak tuannya.
"Hei...kita sudah sampai , ternyata sekolah seharian begitu melelahkan."
Terlihat sistem menahan senyum. Adzra sedikit lega melihatnya.
"Tuan muda ,anda sudah kembali! ,saya harap besok dan seterusnya anda membiarkan saya mengantar anda.?"
Sam terlihat begitu khawatir ,ia segera mengambil tas tuannya dan membawanya di belakang Adzra.
"Aku baik-baik saja ,Sam. Kamu jangan berlebihan."
"Aku mau makan!"
"Baik tuan ,saya akan segera menyiapkan nya."
"Sam...cukup biarkan para maid saja ,kamu ikut aku ,ada yang ingin aku bicarakan denganmu."
Sam sedikit tertegun , biasanya bukankah Sam yang menyediakan semuanya ,bukan orang lain?,atau lebih tepatnya , tuannya tidak mau orang lain yang menyiapkannya. Namun Sam segera menghalau semua pikiran itu,lalu ia segera mengikuti tuannya setelah mengiyakan perintahnya dan meminta para maid untuk menyiapkan makanan.
**
__ADS_1
Didalam kamar Sam merasa gundah , karena Adzra menyuruhnya menunggu , sementara Adzra pergi mandi. Kegelisahan terlihat jelas di wajah Sam , dan itu tidak luput dari penglihatan Adzra. Ia bahkan terkejut saat Adzra tiba-tiba duduk di sampingnya. Disampingnya ,bukan di depannya.
"Sam...sudah berapa tahun kamu bekerja disini?"
"Hng...itu...saya sudah bekerja sejak anda masih kanak-kanak tuan. Jadi itu sudah lima belas tahun."
Sam sedikit bimbang mengatakan hal ini , ia merasa was-was.
"Lalu? , kamu bekerja untuknya? atau untukku?"
Wajah Sam pias seketika. Ini dia , sesuatu yang Sam takuti , yang ia waspadai.
"Terkejut?"
Adzra bertanya dengan sarkasme.
"Aku bukan anak kecil lagi yang mudah kamu bodohi ."
"Tolong maafkan saya tuan. Saya tepaksa melakukannya. Nyonya sangat khawatir pada anda."
Sam mencoba memberi alasan , atau penjelasan.. entahlah ,Dimata Adzra ,Sam bersalah.
Lalu dari mana ia tahu tentang segala hal yang terjadi? , Tentu saja dari sistem. Sistem telah mengirim data tentang tuan muda pemilik rumah. Data-data tentangnya sangat detail ,mulai dari tanggal lahir sampai semua masalah yang terjadi di keluarganya , bahkan hingga hal yang ia sukai dan tidak suka. Dari sana ia tahu , bahwa orangtuanya berpisah ,tapi tidak bercerai. Mereka sama-sama gila kerja.
"Bagus! ,kemasi barang-barang mu sekarang juga!"
"Tidak tuan..saya mohon ampun! "
Sam memohon ,ia tidak ingin berpisah dengan tuannya.
"Untuk apa? aku tidak butuh penghianat."
"Saya tidak akan melakukan nya lagi tuan. Saya mohon.. tolong beri saya kesempatan!."
Sam memelas ,ia terlihat begitu frustasi.
Sebenarnya Adzra tidak tega. Ia tahu bahwa Sam sangat menyayangi nya.
"Kamu tahu? , yang kamu panggil nyonya itu adalah siapa? ,dia penjahat! ,Ibu yang tega menelantarkan anak kandungnya adalah penjahat!. Dan jika ia bilang khawatir tentang saya ,itu adalah bohong! ,dia hanya khawatir apakah saya berfoya-foya ,apa saya menghabiskan uang yang dia kumpulan, paham?"
"Jika dia khawatir ,sejak saya masih kecil ,sewaktu saya sakit dan mencari dia, seharusnya dia datang."
Adzra menitikkan air mata saat mengatakan itu. Ia rasa ,ia terlalu menghayati perannya. Tapi ia memang merasakan kesakitan itu..bahkan ingatan tentang tuan muda tertanam di pikiran dan hatinya...begitu menyakitkan.
Sam tertegun. Tuannya benar ,dari dulu nyonyanya tidak pernah datang ,walau untuk menjenguk anaknya yang sakit ,ia hanya akan pulang hanya jika hari raya atau jika ada pertemuan bisnis dengan rekannya. Sekarang hati Sam sangat mantap ,ia akan benar-benar mengabdi pada Adzra sepenuhnya.
"Saya bersalah tuan. Anda berhak menghukum saya."
"Tidak Sam. Itu adalah pelajaran untukmu. Jangan ulangi lagi ,atau aku akan benar-benar marah padamu!"
"Sekarang ,ayo kita makan. Aku lapar!"
"Apa tuan memaafkan saya?"
Sam tidak percaya , tuannya begitu murah hati.
"Apa kamu belum jelas?"
__ADS_1
Melihat senyum Adzra yang mengembang ,Sam sangat bahagia.. iapun berjanji pada dirinya sendiri ,bahwa ia akan setia pada Adzra.