![[Sistem :Cowok Idaman]](https://asset.asean.biz.id/-sistem--cowok-idaman-.webp)
**
Setelah berpikir cukup keras, Ariel akhirnya memutuskan untuk membuang seluruh egonya.
Ia berniat untuk kembali ke rumahnya sekarang juga. Rumah tempat ia di besarkan selama 16 tahun hidupnya.
Setelah ia mengurus administrasi ,ia menitipkan Adzra pada dokter dan juga perawat.
Ia berpesan agar tidak ada seorangpun yang boleh menjenguknya.
Ia takut ,jika Beni akan datang untuk membunuh Adzra.
**
"papa tahu , anak kesayangan papa pasti pulang"
Ucap Max tepat setelah Ariel membuka pintu.
Tanpa menolehpun ,ia sudah tahu. Karena orang-orang kepercayaannya ada di mana-mana, mereka akan selalu mengawasi gerak-gerik Ariel
Lalu mereka akan melaporkan pada Max.
"Ya....dan papa tahu kan kalau Ariel sedang sangat kesulitanan??"
"Setelah melihatmu pulang ,papa yakin bahwa anak kesayangan papa ini pasti sangat kesulitanan ,hhmm??"
Max memberi isyarat ,supaya para maid pergi.
Lalu ia merentangkan kedua tangannya pada putri tersayangnya sambil tersenyum.
Ia sangat senang,akan kepulangan Ariel.
"Ingin di peluk Ariel huh??"
Tanya Ariel , bergaya sok angkuh.
Max mengangguk ,ia sangat berharap putrinya yang ia rindukan selama hampir satu tahun itu mau memeluknya dan bermanja-manja padanya seperti dulu.
"Kalau papa mengabulkan permintaan Ariel, Ariel akan memeluk papa "
Max menurunkan tangannya ,lalu ia berkata.
"Tentu saja princess...,papa sangat butuh pelukan Ariel , dan juga ciuman manja Ariel"
Max tahu apa yang akan Ariel minta darinya , namun permintaan Ariel tidaklah sebanding dengan kerinduan nya pada gadis itu.
Pipi Ariel merona, ia sangat malu karena perkataan papahnya itu.
Untuk beberapa saat mereka berdua terdiam. Hanyut dalam pikiran masing-masing.
Lalu Max berjalan mendekati Ariel ,ia segera memeluk dan menciumi pipi kanan dan kiri Ariel.
Merasa belum puas , lalu ia menciumi seluruh wajah Ariel.
Ariel terkekeh ,ia merasa geli.
"Hentikan pa..., Ariel merasa geli."
__ADS_1
Max tidak mendengarkan Ariel ,ia masih saja mencium seluruh wajah Ariel.
Setelah sedikit puas ,Max menggenggam tangan Ariel lalu mencium nya.
"Jangan pernah tinggalkan papa lagi..,oke??"
"Papa bisa gila ,jika papa harus berjauhan darimu lagi, sayang !!"
Max memohon sambil menenggelamkan wajahnya di bahu Ariel.
Suaranya serak ,matanya juga mulai berkaca-kaca.
Ariel membalas pelukan papahnya. Ia berusaha menenangkan Max dengan menepuk pelan bahu papahnya. Ia sadari papahnya adalah orang yang over protective namun juga berhati lemah.
Setelah dirasa papahnya agak tenang ,ia lalu melepas pelukan mereka.
Namun Max menolak ,ia masih ingin memeluk Ariel.
"Sudah..,papa jangan menangis lagi. Ariel tidak akan pergi kemana pun. Sekarang Ariel ingin mandi dan istirahat"
Ariel berkata tegas , membuat Max terpaksa menurutinya.
Ariel pun berlalu ke kamarnya ,ia sudah sangat risih dengan dirinya yang dua hari belum mandi.
Max memandang Ariel hingga hilang di balik pintu kamarnya.
Max merasa putrinya berubah.
**
Tok...tok..
Max bergumam pelan saat pintu ruang kerjanya di ketuk.
Tok...tok..
"siapa?"
Tok...tok...tok..
Dengan jengkel Max berjalan ke arah pintu ,lalu membukanya.
Ia terkejut saat mendapati putrinya yang berada di balik pintu.
Max yang ingin marah , mengurungkannya. Kemarahannya menguap begitu saja setelah melihat wajah cantik putri nya itu.
Ariel sudah mandi ,ia mengenakan gaun pink pendek kesayangannya ,pemberian papahnya tahun lalu ,yang sekarang sudah agak sempit.
Rambutnya diurai begitu saja karena ia habis keramas dan malas mengeringkannya.
"A.... Ariel ??"
"uhum...apa Ariel mengganggu papa??"
Ariel bertanya dengan nada imut , matanya mengerjap lucu. Sesuatu yang sangat Max rindu.
Ini barulah Arielnya... Ariel yang imut dan menggemaskan.
__ADS_1
Max menggelengkan kepalanya.
"Tidak sayang...Ayo masuk !!"
Max segera menggandeng tangan anak kesayangannya , mengajaknya duduk.
"Ariel ingin mengatakan sesuatu "
" Ya sayang..katakan saja "
"Ariel ingin, papa membiayai pengobatan Adzra , seseorang yang menyelamatkan Ariel."
Ariel memohon pada papanya.
"Sayang.... bisakah kamu menceritakan nya secara detail??"
Walaupun Max sudah mengetahui segalanya, namun ia inginkan putrinya mengatakan sendiri , kejadian apa saja yang telah menimpanya.
Ariel pun menceritakan semua kejadian di hari naasnya itu.
Namun ia menyembunyikan kenyataan ,bahwa Beni melecehkannya. Ia malu.
Max mengangguk-angguk sambil mendengarkan putrinya yang sedang bercerita ,tanpa menyela.
Ia penasaran , kenapa Ariel menyembunyikan kenyataan bahwa Beni telah melecehkannya.
Andai saja saat itu tidak ada pemuda yang menolong Ariel ,sudah pasti orang-orang Max telah melenyapkan Beni dan teman-teman nya.
"Papa mau kan membantu Adzra , membiayai pengobatannya Adzra? "
Lagi-lagi Ariel mengerjapkan matanya begitu lucu.
Matanya yang bulat , memiliki bulu mata yang lentik dan panjang itu sedikit berair , membuat Max tidak tega.
Max tertegun sesaat. Ia jadi teringat mendiang istrinya yang sangat mirip dengan Ariel.
"Ya sayang... apapun untukmu "
Kata-kata itu membuat Ariel sangat senang.
Refleks ,ia memeluk Max dan mencium pipinya.
Max begitu terkejut , sampai-sampai ia hanya diam mematung.
Sadar akan reaksi papahnya , Ariel segera melepaskan pelukannya ,dan menggeser duduknya sedikit menjauh dari Max.
Namun tanpa ia duga ,Max mencekal tangannya.
Lalu memeluk Ariel begitu erat.
"No, sayang....jangan menjauh dari papa.papa hanya terkejut tadi"
Ariel memandang wajah papahnya . Ia melihat matanya ,disana terpancar kesedihan. Dari pandangan itu ia jadi teringat mendiang mamahnya.
Ariel mengangguk saja.Pikirannya sedang kacau.
\*\*\*
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen 🙏🙏🙏