[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
Bab 10


__ADS_3

Ariel dan semua siswa-siswi segera beranjak dari tempat duduknya , saat bel tanda pelajaran selesai telah berbunyi. Ia keluar kelas bersama dengan bodyguard nya. Ia masih mendapatkan tatapan kagum juga iri dari siswa-siswi lain , dalam hati mereka bertanya-tanya tentang identitas Ariel yang sebenarnya. Selama ini yang mereka tahu , Ariel bukan anak orang kaya. Namun nampaknya mereka salah..sepertinya Ariel anak konglomerat ,itu yang mereka pikir saat ini saat melihat mobil jemputan Ariel yang begitu mewah di depan gerbang sekolah. Namun batin mereka juga bertanya-tanya , kenapa tidak dari dulu Ariel menunjukkan semua?


Sang supir , segera membukakan pintu mobil untuk nona nya. Tepat setelah Ariel duduk ,dan pintu mobil di tutup , ponselnya berdering. Terlihat nama 'Papa' di sana ,lalu ia segera menscrool ke kanan dan..


"Halo pa ”


"..."


"Sudah.."


"..."


"Nanti Ariel mampir ke kantor papa ,boleh?"


"...."


"Iya , Ariel ingin mengatakan sesuatu."


”...."


"O.... baiklah ,,see you, papa "


Tut..


Ariel mematikan teleponnya saat papahnya memberikan kecupan jarak jauh.


'Menyebalkan! '.. gumamnya pelan


'Apa papa kira aku masih anak kecil ?'


"Kembali ke rumah saja pak."


Yang tentunya akan di patuhi sang sopir.


Ariel memerintah sopirnya agar berbalik , pulang. Ia awalnya ingin menemui papahnya di kantor ,namun papahnya mengatakan jika ia sedang tidak berada di kantor ,dan meminta Ariel untuk pulang saja. Hal itu sukses membuat ia merengut jengkel.


Sesampainya di kediaman nya Ariel segera masuk lalu membersihkan tubuhnya ,lalu makan. Setelah selesai ia beranjak ke kamarnya dan mengerjakan tugas-tugas nya dari sekolah. setelah cukup lama ,Ariel mulai menguap. Ia merasa mengantuk ,lalu ia memilih untuk tidur sejenak ,sambil menunggu papahnya pulang kerja.


Ariel terbangun , saat ia merasakan tepukan halus di lengannya. Iapun membuka mata dan terlihatlah wajah tampan papahnya yang sedang tersenyum.


"Bangunlah sayang..!"


"Hng..."


Ariel bergumam sambil merenggangkan otot nya ,lalu ia tersenyum pada Max.


"Papa lama."

__ADS_1


"Maaf princess....ada urusan mendadak di luar kantor tadi , yang menyebabkan papa harus pergi."


"Sudah makan?"


Tanya Max pada putrinya yang dibalas Ariel dengan menganggukan kepalanya.


"Mandi?"


Ariel mengangguk lagi.


"Merajuk??"


Tanya Max lagi , yang membuat Ariel menatapnya. Sekarang , Ariel bukanlah anak kecil yang suka merajuk seperti dulu. Sekarang ia tidak suka bermain-main dengan berpura-pura merajuk pada papahnya demi mendapatkan perhatian nya. Hidup mandiri di luar hampir satu tahun mampu merubah jalan pikirnya dan membuatnya berpikir dewasa.


"Untuk apa Ariel merajuk?"


Max tercengang mendapati putrinya berkata demikian. Ia sampai tidak mampu mengatakan apapun.


"Ariel hanya ingin membicarakan sesuatu ,tapi jika papa sedang sibuk ,tidak apa. Masih ada hari esok."


Imbuh Ariel seperti menyindirnya sambil menatap tepat pada manik mata Max , yang membuat Max terkejut. Tatapan itu seperti... milik mendiang istrinya.


Max jadi merasa bersalah pada Ariel. Ia sebenarnya pergi menemui seseorang yang mampu membuatnya tenang dan damai. Disana ia diperlakukan sangat spesial oleh orang itu. Max juga membutuhkan belaian dan kasih sayang yang sudah lama tidak ia rasakan dari mendiang istrinya yang sudah lama meninggal. Disana ia akan melupakan semua hal ,dan hanya berfokus pada wanitanya..., membuat wanitanya senang dan puas. Sehingga ia sedikit lupa waktu.


Tiba-tiba raut wajah Max terlihat sedih dan matanya berkaca-kaca. Iapun mengucapkan kata maaf pada putrinya.


"Maafkan papa , princess...papa bersalah "


Ariel menggelengkan kepalanya. Ia mencoba meredam emosinya.


"Kenapa papa meminta maaf , Ariel tidak ingin menerima nya..! ?"


"Huh??"


Lagi-lagi , kata-kata Ariel membuat Max tercengang.


"Ariel ingin mengatakan sesuatu ,ini tentang sekolah.."


Melihat Max mengangguk , Ariel segera mengatakan niatnya.


Ariel ingin belajar di rumah saja ,dengan alasan ia sangat malas pergi ke sekolah. Ia meminta papahnya mengurus semuanya. Dan tanpa menyela dan tanpa bertanya alasan Ariel ,Max mengiyakan saja permintaan putrinya.


"Apapun yang kamu inginkan sayang.. asalkan princess papa senang."


"Terimakasih pa."


Hanya itu yang di ucapkan Ariel sebagai penutup dari semua permintaan nya. Tanpa pelukan dan ciuman manja!.

__ADS_1


Max mencoba memeluk Ariel, namun Ariel terlihat enggan. Akhirnya Max mengurungkan niatnya.


Max jadi berpikir , apakah putrinya mengetahui sesuatu..?. Namun ia dan Gerry sangat berhati-hati. dalam bertindak. Jadi dari mana putrinya mengetahui sesuatu yang belum sempat ia beritahu?


**


Saat pagi menjelang , seperti biasa , perawat akan membantu Adzra, membersihkan tubuhnya. Dan Adzra sedang merasa senang akan sesuatu.


[Fu fufu...anda terlihat menikmatinya tuan!]


'Ya...kau tahu... ,aku adalah perjaka! '


'aku belum pernah merasakan menggandeng tangan wanita ,,juga belum pernah merasakan kekenyalan yang nyaman seperti ,dadanya yang menempel di lenganku seperti saat ini...'


Perawatan itu sedikit mencondongkan badannya dan menekan dadanya , yang menyentuh lengan Adzra, saat ia mencoba mengambil handuk yang ia letakkan di sisi Adzra.


[Fufu...anda akan segera mendapatkan kesenangan jika sudah melakukan misi ,nanti ]


'Kesenangan apa itu? '


[Tentu saja masih rahasia , anda harus benar-benar pulih dulu untuk melakukan nya...namun ,saya akan memberikan sedikit bocoran pada anda ,yaitu menyangkut dengan keperjakaan anda ]


Blush....


Mendengar itu , otomatis wajah Adzra merona. Dan juga bagian tubuhnya yang lain berdiri tegak ,apalagi saat pagi hari memang ia akan mudah berdiri dan juga ada wanita cantik yang sedang membasuh tubuhnya.


Fuji tersipu , saat ia menyadari hal itu. Jantungnya berdetak lebih cepat ,ia jadi horny. Inginnya ia melakukan hal lain ,, namun ia segera menyadari kenyataan , bahwa mereka adalah perawat dan juga pasien. Mana mungkin ia melakukan hal tidak senonoh , apalagi ia seorang perempuan.. bukankah tidak pantas jika ia meminta hal tabu seperti yang ia bayangkan??


Menyadari Fuji melihat bagian tubuhnya yang kaku , Adzra jadi merasa sangat malu. Untuk sedikit menutup rasa malunya ,ia punya ide..


"Nona , saya ingin buang air kecil."


"Ya..?"


Fuji nampak linglung.


"Anda bisa keluar dahulu ,saya ingin buang air kecil"


Adzra mengulang kata-kata buang air kecil begitu pelan.


Fuji menyadari bahwa wajah Adzra memerah..,ia menyadari satu hal. Yaitu pasiennya sedang malu.


"Tidak mengapa !,saya akan tetap berada disini demi keamanan pasien "


Dan semi sesuatu yang lain ,fufu...gumam Fuji dalam hatinya..


"Uh...saya rasa saya tidak...tidak...."

__ADS_1


"Tidak mengapa tuan , anda tidak perlu merasa malu terhadap saya."


Fuji memotong dengan cepat kata-kata Adzra , yang belum selesai. Membuat Adzra kehilangan kata-kata ,lalu iapun berdiri ,lalu buang air kecil dengan menahan malu.


__ADS_2