![[Sistem :Cowok Idaman]](https://asset.asean.biz.id/-sistem--cowok-idaman-.webp)
Faya mengunci pintu kamarnya ,lalu ia bernyanyi sambil berjoged ria sambil menyetel lagu kesukaannya. Hatinya berbunga-bunga karena Adzra. Karena perlakuan manisnya. Ia begitu ingin menjadi kekasihnya. Lelah berjoged ,ia memasuki kamar mandi ,ia berniat berendam air hangat.
"Huh..segarnya...,berendam memang yang terbaik."
"Adzra...apa kamu tidak menyadarinya??"
"Uhm..jika kamu tidak menyadarinya ,maka aku akan membuat kamu sadar! "
"Aku cinta kamu. Apa tidak terlihat???"
Faya mulai meracau , hatinya begitu ingin Adzra mengetahui cinta nya ,dan ingin pria itu membalas perasaan yang sama.
"Bukankah dia bilang ,bahwa dia juga siswa kampus N?? ,besok aku akan mencarinya."
Hatinya bertekad untuk semakin mendekat pada Adzra.
***
Tania mengerucutkan bibir sambil terus menggerutu. Ia begitu kesal pada dirinya sendiri , bagaimana bisa dia tertidur begitu pulas di dala. mobil?, sangat tidak elegan. Tapi bukankah seharusnya , kakak tampan menggendongnya seperti drama yang ia tonton?
Dan ia sangat kesal karena menyaksikan kakaknya merona karena sentuhan tangan kakak tampan di kepalanya. Ia sudah kalah satu langkah. Ia harus mengambil tindakan atau mengatur rencana supaya bisa mendapatkan sesuatu lebih dari kakaknya. Mungkin seperti ciuman...
"Kya....aku pasti sudah gila!.."
"Bagaimana bisa aku berpikir untuk mendapatkan ciuman dari kakak tampan??"
"Tapi itu hal yang bagus! ,aku akan memikirkan caranya."
Tania sangat bersemangat menyusun strategi ,ia membuat beberapa rencana. Seperti akan ikut serta saat kakaknya pergi berkencan. Atau menyuruh kakaknya menelpon kakak tampan dan menyuruhnya datang ,Atau ia mencuri nomornya saja dari ponsel kakaknya!...Ya...ide bagus ,pikirnya.
***
"Selamat malam tuan!"
"Ya..Sam , Selamat malam."
"Apa perjalanan anda menyenangkan?"
"Ya...aku berkencan Sam! ,kamu tahu??anak muda ingin bermain-main dengan lawan jenisnya."
'Tidak seperti seseorang yang langsung pada intinya.'
Ucap Adzra berlanjut dalam hati.,ia tidak enak hati jika mengatakan sesuatu yang tabu pada orang yang jauh lebih dewasa dari padanya.. namun orang itu masih begitu tampan dan tampak begitu energik.
"Hoho...anda menikmati masa muda!"
"Hm..."
"Apa papa pulang??"
"Ya. Tuan besar sedang beristirahat."
'Cih..yang benar saja! , bukankah dia sedang berolahraga!'
Adzra mendecakkan lidah ,ia sangat tahu apa yang sedang dilakukan ayahnya. Tentu saja karena data informasi dari sistem yang sangat lengkap.
__ADS_1
"Temani aku makan Sam."
"Baik tuan.
Sam memerintah para maid untuk menyiapkan makan malam ,lalu ia berdiri di samping Adzra.
"Jangan hanya berdiri disana Sam! ,aku jadi terlihat sangat kejam. Ayo duduk dan makanlah bersamaku!"
Sam terkesiap..
"Tapi tuan.."
"Tidak ada kata tapi. Aku tidak menerima penolakan."
"Baiklah..."
Sam akhirnya duduk dan ikut serta memakan makanan yang terhidang untuk tuannya ,meski tak enak hati , namun ia melakukannya , karena tuannya menyuruhnya demikian.
"Kamu tidak ingin menikah?"
Uhuk..uhuk..
Sam tersedak saat mendengar Adzra bertanya hal yang menurutnya "tabu" pada dirinya. Menikah???yang benar saja!
Adzra memberikan segelas air ,lalu menepuk-nepuk bahunya pelan.
"Hati-hati..."
Setelah di rasa agak mendingan ,Sam menjawab pertanyaan Adzra.
w*** , Adzra tertegun mendengarnya. Lagi? ,jadi dia pernah menikah. Kenapa tidak ada informasi untuk itu??
[Tidak ada informasi ,itu tidak begitu penting..dan juga karena itu sudah lama. saat anda belum lahir.]
'o...'
"Jadi kamu pernah menikah??,kapan??"
Adzra begitu penasaran.
"Hm...itu saat saya seumuran anda!"
"Woah.. ,lalu...?"
"Ya ..kami berpisah setelah dua tahun menikah."
"Kenapa?? ,coba ceritakan!"
Sam sedikit terhibur melihat ekspresi Adzra yang begitu penasaran juga ingin tahu.
"Sangat panjang tuan. Nanti anda akan bosan."
"Itu akan aku putuskan saat kamu sudah bercerita."
Keras kepala. Namun Sam tersenyum mendengar kata-kata Adzra , sangat mirip dengan ayahnya.
__ADS_1
"Baiklah.."
"Waktu itu kami sama-sama saling menyukai. Kami anak muda yang selalu penasaran hanya karena sering dilarang untuk melakukan hal yang kami inginkan. Sifat kami sama-sama bandel."
"Kamila. Dia sangat cantik..bodinya pun bagus anak-anak sering membicarakan nya dan menjadikan dia sebagai obyek fantasi mereka."
"Karena aku merasa ,aku cukup tampan. Aku memberanikan diri mengajaknya berpacaran. Tanpa kuduga ,dia menerima ku. Dan kami memulai hubungan kami. Kami adalah pasangan yang kasmaran ,setiap hari selalu bertemu. Ingin melakukan hal yang baru. Hari ini aku menggandeng tangannya. Besok aku ingin menciumnya , besok nya lagi aku ingin memeluknya."
"Dia juga punya rasa yang sama. Hingga akhirnya kita ...melakukan nya..."
Sam melirik Adzra..
"Lanjutkan saja!,aku tahu maksudmu. Aku tidak apa!"
"Saat itu aku hanya merasakan kesenangan yang luar biasa. Aku sangat naif. Tanpa aku tahu , ternyata dia sudah tidak p******.
"Bagaimana bisa? , bukankah itu..."
"Itu pengalaman pertama saya ,tentu saja saya tidak mengerti. Saya mengetahuinya setelah berpisah darinya dan melakukannya dengan gadis p*******."
"Singkat kata , orang tuaku mengetahui nya. Lalu kami memutuskan untuk berhenti sekolah dan menikah. Tentu saja kami senang ,karena kami bisa melakukannya setiap hari. Kami memang bodoh."
"beberapa bulan kami menikah.. mungkin tujuh bulan..dia melahirkan bayi. Perempuan."
"Kami senang karena bayi kami lahir dengan selamat dan juga normal. Namun beberapa bulan selang kelahiran nya ,aku tidak sengaja mendengar ibuku mengatakan sesuatu pada ayahku ,bahwa anak Kamila bukankah anakku. Ibuku mempunyai buktinya, yaitu tes DNA. Tentu saja aku lemas bukan main... entah dari mana dan karena apa ibuku melakukan tes tersebut ,aku tidak bertanya pada beliau. Hanya dengan bodoh menyerobot berkas tersebut lalu membacanya berulang-ulang"
"Dan yang lebih membuat saya terkejut ,anda tahu??"
Adzra menggeleng.
"Itu adalah anak dari pamanku sendiri. Dia melakukannya dengan Kamila atas dasar sama-sama mau."
"Mereka melakukan nya saat aku masih sekolah ,masih berpacaran dengan Kamila. Waktu itu aku sering membawanya pulang untuk melakukan itu ,atau dia sendiri yang datang. Mungkin saat aku tidak di rumah ,dan ada pamanku ,mereka melakukannya."
"Aku masih bertanya baik-baik pada Kamila ,apa masih ingin melanjutkan hubungan pernikahan ini?. Mengingat aku begitu mencintainya. Namun ia menggeleng. Ia berkata bahwa dia lebih suka pamanku. GILA. Pada saat itu juga aku menatapnya dengan nyalang ,dan rasa cinta di hatiku padanya menguap seketika ,berubah menjadi kebencian."
"Aku meninggalkannya begitu saja di rumah kami ,dan berpamitan pada ibuku. Aku pergi dari rumah itu dan tidak pernah kembali lagi."
"Selesai. Lalu saya mondar-mandir mencari pekerjaan , bergonta-ganti bos..Lalu bertemu dengan Tuan besar ,lalu saya bekerja untuk beliau hingga sekarang ,dan untuk anda."
"Tidakkah kamu ingin menikah lagi?"
Mendengar pertanyaan Adzra yang terdengar konyol baginya , membuat Sam geram.
"Saya tidak ingin. Saya sudah bahagia dengan kehidupan saya saat ini."
"Menikah merepotkan. Kekasih mengesalkan.Hubungan seperti itu begitu semu"
"Setelah pernah melakukannya ,bukankah kamu ingin melakukan lagi, beberapa hal dengan wanita?"
Wajah Sam begitu merah...antara malu dan juga gereget.
"Ya..tuan. Kebutuhan biologis ,memang perlu di salurkan. Namun kami punya pengaman. Sehingga itu mencegah terjadinya kesalahan."
"Kami melakukan tanpa ikatan. Hanya ada kesepakatan."
__ADS_1
Walaupun ia mulai terbawa emosi ,Sam masih bisa mengendalikan diri. Dengan sabar ia berkata pada dirinya sendiri ,bahwa lelaki di hadapannya adalah bocah labil ,dan bocah labil tersebut adalah tuannya. Jadi ia tidak boleh marah-marah.