[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 44


__ADS_3

[Anda sangat bahagia ]


'Kamu...kamu kan sudah melihatnya sendiri.'


[Singkirkan tangan anda dari sana!]


'Kenapa?? ,ini terasa nyaman.'


[Dan sangat lembut.]


'Benar!! , sangat lembut'


[Dan membuat sesuatu berdiri lagi?]


'Hengh..dan membuat sesuatu berdiri....lagi'


'Hah?? kenapa aku mengulang kata-kata mu?'


[Fufufu..bukan mengulang ,tapi anda membenarkan.]


'Pergilah..jangan lihat ini.'


[Saya ingin..karena saya jomblo seumur hidup. Namun saya tidak bisa..]


'Aku mengerti perasaanmu ,tapi sekarang jangan lihati Fayaku.'


[Cih...tidak kasihan pada jomblo.]


'Hus...hus!'


"Adzra...kamu mau lagi?"


Suara Faya serak ,khas bangun tidur plus-plus.. xixixi


"Hem...apa boleh?"


Adzra bertanya dengan wajah sayunya. Gadis mana yang bisa menolak pesona Adzra??


Faya tersenyum dan mengangguk pelan. Rasa lelah dan perih sisa semalam masih tersisa , namun ia tidak dapat menolak kekasihnya.


****


Dering ponsel Adzra membuatnya terbangun dari tidurnya. Diliriknya wajah Faya yang terlihat lelah ,ia tertidur begitu lelap tanpa terganggu oleh suara ponsel miliknya yang terus berdering.


Adzra mengambil ponselnya yang berada di nakas ,lalu melihat siapa yang menghubunginya. Hingga ia lihat nama Ariel disana ,nama yang akhir-akhir ini membuatnya memikirkan hadiah sistem. Yaitu Harem.


"Kenapa dia menelpon?"


Gumam Adzra pelan ,tidak ingin Faya terbangun.


Ia turun dari ranjang dan berjalan ke ruang televisi.


"Hallo Ariel??"


"......"


"Oh...aku tidak berangkat hari ini.


"....."


" Ya...aku masih sibuk."


Adzra memberi alasan ,karena Ariel ingin menemui nya di kampus.


"....."


"Benar ,kita punya janji hari ini!"


"...."


"Ya ,akan aku usahakan. Nanti aku hubungi lagi ya?"


"...."


"Tidak...hanya ada beberapa hal yang harus aku urus..dah!"


Adzra langsung menutup telepon saat Faya memeluknya dari belakang.


"Siapa yang menelepon?"


Ia bertanya sambil wajahnya ia benamkan di punggung Adzra.


[Lebih baik anda jujur. Dan aktifkan skill Harem sekarang juga.]


'Hah?? itu...agak..'


'hm.. baiklah. Aktifkan skill Harem.'


"Ariel. Ariel yang menelepon."


"Apa kamu terbangun karenanya?"


Adzra menjawab dengan mantap ,ia seperti orang lain. Ia tidak merasa bersalah sama sekali. Padahal tadi sebelum ia mengaktifkan skill ,ia sangat gugup dan merasa tidak enak dengan Faya. Namun yang lebih aneh adalah sikap Faya.


"Oh...apa Ariel mengajak bertemu?"


Ia bertanya , seolah-olah itu hal yang wajar.

__ADS_1


"Benar.. Nanti sore kami berencana pergi ke pantai."


Lagi-lagi Adzra menjawab dengan lugas ,ia sangat heran dengan dirinya sendiri.


[Fufufu...ini lebih bagus.]


'Bagus darimana? ,aku merasa seperti orang lain'


"Aku ingin ikut!!"


Ujar Faya sambil menggelendot di lengan Adzra.


'Sistem...kamu..*****.'


[Fufu... berterima kasihlah tuan. Karena saya membantu anda untuk mendirikan HAREM.]


"Kamu mau ikut??"


Adzra membalikkan badan dan melihat wajah Faya yang masih begitu imut.


Faya menganggukan kepalanya antusias.


"Kamu..aku berencana mengajakmu kesana di akhir pekan , dengan mengenakan hadiah bikini yang semalam kamu buka."


Adzra sedikit ragu ,jika ia mengajak Faya bukankah tidak akan ada hal baik. Bukankah Ariel akan merajuk dan membencinya jika ia mengajak gadis lain di saat bertemu dengan gadis lainnya.


"Aku akan sangat senang jika kita pergi lagi setelah nya."


"Aku akan menelpon Ariel ,dan mengatakan kalau kita akan pergi bersama."


Seolah Faya mengerti kegelisahan Adzra ,ia mencoba mencari solusi.


"Bagaimana kalau Ariel menolak??"


Adzra bertanya ragu-ragu..ia tidak ingin membuat keduanya saling bermusuhan. Karena ia ingin keduanya menjadi saudari...fufufu


"Tidak akan."


Faya berkata dengan yakin.


"Namun jika dia menolak ,maka aku akan mengalah."


Ujar Faya sedih.


"Terserah kamu saja Fay "


Ia kecup kening Faya , ia tidak ingin menyakiti gadis imutnya.


Faya berjalan ke kamarnya dan mencari ponsel miliknya. Lalu terdengar mengobrol dengan seseorang. Adzra yakin kalau Ariel adalah orang di seberang telepon.


Adzra memilih membersihkan diri. Lalu mencari sesuatu untuk mengisi perutnya yang kelaparan.


Ia juga melihat beberapa pesan dari Sam , yang menanyakan keberadaan nya. Juga beberapa panggilan tak terjawab darinya.


"Mungkin Sam khawatir..."


[Tentu saja ia khawatir..Namun seseorang yang ia khawatirkan justru sedang bersenang-senang..]


"Hu...kamu iri?"


(눈‸눈)


[Sebaiknya anda segera menghubungi nya.]


Tanpa di suruh pun , sebenarnya Adzra akan menghubungi Sam. Ia telah menekan nomor nya ,dan tersambung..


"Hallo Sam."


"......"


"Aku baik-baik saja Sam."


"...."


"Aku baru bangun tidur. Aku menginap di rumah teman"


"......"


"Iya. Benar ,teman itu yang kamu maksud ..fufufu"


"....."


"Beristirahat lah Sam. Lusa aku baru kembali."


"....."


"Jangan laporkan pada Tuan besar ,kecuali dia bertanya."


"......"


"Iya. Kamu sangat cerdas."


Adzra memuji Sam ,lalu mematikan sambungan telepon.


'Sam sangat teliti dan ingatannya bagus.'


[Tentang gadis anda kah?]

__ADS_1


'Ya ,dia tahu jika Faya bukan teman biasa.'


[Itu sudah pasti. Karena anda tidak punya teman wanita yang lain.]


'Ada...'


[Gadis cantik??]


'Huum... Ariel.. sebelum aku mengenal Faya aku sudah tahu tentang Ariel..namun aku merasa levelnya terlalu tinggi ,hingga aku tidak pantas untuknya.'


[Namun sekarang anda sudah menjadi cowok idaman yang mendekati sempurna.]


[Saya mohon...lupakanlah status anda di masa lalu.. jadilah Adzra yang baru!]


(╥﹏╥)


'Baiklah...baiklah! ,jangan memasang ekspresi seperti itu. Kamu terlalu lebay!'


'Aku akan menjadi Adzra yang baru. Tapi aku tidak ingin melupakan beberapa kenangan di masa lalu.'


'Aku akan terus mengingat semuanya sebagai mana mereka ingin di ingat ,dan sebagai motivasi.'


[Ya....anda pasti bisa!]


Adzra terkejut , karena tiba-tiba Faya duduk di pangkuannya. Lalu mengelap sudut mulut Adzra menggunakan jari lentiknya , kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya.


Menyadari keterkejutan Adzra ,Faya tersenyum melihat wajah Adzra , lalu ia berkata


"Ada selai di sana!"


Ucapnya sambil menoel pipi Adzra gemas.


"Kamu mau lagi?"


Adzra bertanya pada Faya sambil menyuapinya roti selai miliknya.


"Huum..ini sangat enak. Padahal biasanya tidak seenak ini!"


"Mungkinkah karena pacarku yang tampan ada di sini? ,dan dia menyuapiku??"


Faya berkata omong kosong..Mana mungkin rasa mereka dapat berubah seketika hanya dengan adanya Adzra disana. Adzra pun tertawa , menyadari bahwa kekasihnya mulai pandai merayu.


"Sudah mandi??"


Tanya Adzra ,ia masih terus menyuapi Faya dengan roti selai yang ia pegang. Faya yang mulutnya penuh ,hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab.


"Gadis nakal!"


Ucap Adzra sambil menepuk pantat Faya pelan.


Faya menelan makanannya ,lalu menggigit bahu Adzra.


"Tadi aku kelaparan..."


Ujar Faya memberi alasan


"Aku rasa sekarang kamu sudah cukup kenyang."


Adzra mendebat kekasihnya.


"Ya...saking kenyangnya , sekarang aku tidak bisa bangun."


Faya berucap sambil mengapit pinggul Adzra kuat-kuat. Adzra mengerti.. mungkin Faya ingin bermanja-manja dengannya.


"Baiklah...karena pacarku tidak bisa bangun. Maka sebagai pacar yang baik , bukankah aku harus menggendongnya?"


Kata-kata Adzra membuat Faya senang.. sangat senang..Hingga


"Bahkan aku akan memandikannya!"


Adzra berbisik di telinga Faya, membuatnya bergidik ngeri...


Ia segera melonggarkan kakinya lalu turun dari pangkuan Adzra ,lalu berlari...


"Ampun...a..a..aku akan pergi..a..ak..aku akan mandi sendiri.."


[Fufufu...anda membuatnya ketakutan!]


'Ralat! bukan takut ,tapi kewalahan!'


[Benarkah??]


[Ya...tiga ronde untuk pemula memang akan membuat mereka kewalahan..fufu]


'Kamu melihatnya??'


[Tentu saja! ,saya dan anda adalah satu. ]


Wajah Adzra merah padam.., bagaimana mungkin ia melupakan Sistemnya??


Apakah ia melihat Fayaku?? Semuanya?? Serius??


TIDAK...!!!


[Jangan Lebay! ]


'Huh? kamu berani mencuri kata-kata ku?'

__ADS_1


[Maaf tuanku..saya hanya mengingatkan anda.. seperti yang anda lakukan tempo hari..fufufu]


__ADS_2