[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 28


__ADS_3

Suara dering ponsel membuyarkan lamunan Max.


Ia melihat nama 'Mikhayla' disana.


"Halo.."


"....."


Biasanya saat mendengar suara ini ,ia akan melupakan semua masalah dalam hidupnya , walaupun hanya untuk sesaat. Namun kali ini ,ia merasa masalah dalam hidupnya bertambah saat ia mendengar suara rengekan di seberang sana.


"Aku tidak bisa ,aku sedang sibuk."


Mikhayla tercengang dengan penolakan kekasihnya. Max sendiri terkejut dengan apa yang ia ucapkan. Selama ini ,jika Mikhayla merengek manja ,ia akan segera menuruti semua keinginannya. Ia akan meninggalkan semua pekerjaan nya demi Mikhayla ,namun kali ini...?


"......."


"Jangan berbicara sembarangan. Ariel bahkan tidak mengetahui bahwa kita masih berhubungan."


"......."


"Aku tutup dulu telponnya ,aku benar-benar sedang sibuk"


Tanpa mendengar balasan Mikhayla ,Max mematikan ponselnya. Hatinya sedang tidak senang. Di tambah mendengar rengekan wanita itu membuat ia lebih tidak senang lagi. Menginginkan ia datang sekarang juga? ,yang benar saja! Max cukup sibuk hari ini. Untuk apa dia jauh-jauh mendatangi wanita.


"Bukankah biasanya aku menyukainya?,dia yang merengek manja??"


Max bertanya pada dirinya sendiri.


"Sejak kapan aku membenci rengekan itu?"


"Apa saking rindunya aku pada sikap manja Ariel , membuat ku suka pada sikapnya?? ,dan sekarang aku begitu muak!."


" Sekarang yang aku mau hanya rengekan dan sikap manja Ariel ku...putriku satu-satunya..."


Ya Max benar ,ia hanya menginginkan Arielnya yang merengek manja. Sementara Mikhayla , awalnya bukan orang yang suka bermanja ataupun merengek. Dia wanita yang cukup mandiri. Namun saat ia mendengar Max suka sifat putrinya yang manja ,ia mencoba menirunya..berharap Max menyukainya juga. Dan benar saja...Max sangat suka..


Mikhayla terlena ,ia jadi terbiasa merengek pada Max ,dan Max akan mengabulkan permintaannya.


Namun itu tak berselang lama ,Max kembali seperti dulu lagi saat mereka pertama kali bertemu. Cuek.


***


"Fiuh... syukurlah aku tidak terlambat , atau dosen tidak akan memberikan aku nilai yang bagus."


Ariel telah selesai dengan kelas manajemen nya.


Ia berjalan keluar kelas ,kantin menjadi tujuannya.


Karena ia terlalu banyak membawa buku , ia merasa tasnya begitu berat. Ia memindahkan tasnya dari bahu kanan ke bahu kiri. Namun karena tidak tahu ada orang yang lewat di sampingnya ,orang itu terpukul tasnya dengan cukup keras.


"Aw..."


Pekik seseorang..


"Ah ma'af... ma'af kan aku...aku benar-benar tidak sengaja.."


Ariel terlihat panik , pasalnya orang tersebut terlihat begitu kesakitan.


"Aw..aku tidak apa-apa. Tapi apa didalam tasmu terdapat batu,, haha...keras sekali?"


Berniat bercanda..Namun reaksi Ariel di luar dugaannya.


"Kamu sebenarnya terkena tasku atau menghantam tembok ??"


Ariel tidak percaya bahwa ia akan di katai membawa batu. Namun Adzra lebih tidak percaya lagi dengan jawaban Ariel.


"Hah??"


"Aku rasa tasku tidak akan sekeras itu. Karena hanya ada buku disana."


"Kamu perlu mencobanya sendiri!"


Adzra sedikit kesal.. karena rasanya benar-benar sakit ,dan pelaku seperti tidak percaya.

__ADS_1


"Baiklah...aku akan membantumu untuk ke ruang kesehatan!"


Ariel mengalah..,ia tahu ia salah.


"Aku tidak selemah itu ,nona. Bagaimana kalau kita ke kantin saja. Mungkin semangkuk es serut akan mengobati rasa sakit ini..?"


[Modus! ,saya tahu anda sengaja berjalan di sampingnya berharap ia melakukan kesalahan!]


'Kamu memang tahu segalanya. Jadi aku tidak perlu memberi tahu , bahwa aku akan mendekatinya kan??'


[Good job!]


Adzra memutar bola matanya ,jengah.


"Baiklah... cuacanya memang cukup terik."


"Jangan sungkan ,karena aku yang akan mentraktir."


Setelah berucap ,Ariel bergegas berjalan mendahului Adzra. Ia bertanya-tanya...kenapa jantungnya berdebar kencang saat melihat laki-laki ini tertawa barusan? , Mungkin kesehatannya mulai memburuk karena ia tidak berolah raga kemarin.


'Ya...aku butuh olahraga.'


"Ya... dengan senang hati...aku tidak akan sungkan."


Adzra menyeringai... rencana kecilnya berhasil.


[Apa anda senang??]


'Menurutmu?'


[Aku sarankan anda jangan terlalu bahagia diawal.]


'Kenapa?'


[Karena dia tipe orang yang dingin. Anda akan kewalahan.]


[Disini ,saya lebih menyarankan Faya....dan adiknya...fufu ]


[Fufufu...dia bukan anak-anak lagi tuan.. sebentar lagi dia akan tujuh belas tahun.]


'Dan itu butuh dua tahun lagi. karena sekarang ini dia masih lima belas tahun.'


'Aku akan memikirkan nya lagi saat dia datang padaku saat usianya sudah di atas tujuh belas. Mengerti!?'


"Kamu mau berjalan kemana lagi? ,tidak duduk?"


Adzra terkesiap ,ia terlalu sibuk berbicara dengan sistemnya , sehingga tidak memperhatikan bahwa mereka sudah sampai di kantin.


"Ah ..ya aku akan duduk.."


"Silahkan pesan apapun... makanlah juga! ,aku juga akan makan!"


Ariel memberi perintah.


"Baiklah...aku mau mie goreng spesial dan juga es serut rasa kacang merah!."


"Tolong , bawakan menu tersebut masing-masing dua porsi."


Ariel berkata pada pelayan.


"Kamu juga suka makanan tersebut?"


"Ya.. lumayan."


[Lihat!.. wanita ini sulit anda tangani.]


'Aku tidak akan menyerah..'


"Omong-omong... kita belum berkenalan."


"Adzra."


Adzra menyebutkan namanya sambil menyodorkan tangan..

__ADS_1


Ariel tertegun untuk sesaat ,ia seperti mengenal nama itu...


"Uhm...?"


Adzra berdehem...ia merasa sistemnya benar..bahwa wanita ini memang dingin. Bahkan sangat dingin.


Ariel melirik tangan Adzra yang masih menggantung di udara. Karena tidak ingin membuat Adzra malu ,ia menjabat tangan Adzra ,dengan sangat cepat ia segera melepaskan tangan nya.


"Ariel Millian."


"Sepertinya kita akan sering bertemu?"


"Bisa jadi."


Ariel berpikir.. ternyata laki-laki ini banyak omong ,alias cerewet. Tapi kenapa waktu pertemuan pertama mereka ,ia terlihat tak acuh?. Ah.. entahlah..


"Yeeay...pesanan kita sudah datang."


Adzra bersorak senang. Seperti anak kecil saja...


"Selamat makan!"


Ariel berkata demikian ,lalu ia segera menyantap hidangan nya. Ia makan dalam diam.


***


"Huft... akhirnya sampai juga.."


"Masih ada waktu dua jam sebelum masuk kelas. Aku harus mencari Adzra dulu.."


Faya tiba di kampus dengan tergesa ,ia ingin bertemu Adzra.


Tut...tut..


Faya mencoba menelpon Adzra , terdengar suara operator tersambung.


"....."


"Hai Adzra ,kamu dimana?"


"....."


"Benarkah?, aku juga baru saja datang. Bisakah kamu mengatakan ada dimana? "


"......."


"Aku akan segera kesana!"


Faya kegirangan bukan main. Tidak sia-sia dia berangkat lebih awal. Ternyata memang dapat bertemu Adzra. Faya lekas melangkah kan kakinya lebar-lebar..ia ingin segera bertemu pujaan hati..


**


Ariel melirik Adzra sebentar , lalu ia melanjutkan lagi kegiatannya. Dalam hati Ariel bertanya-tanya siapa gadis yang ada di seberang sana? pacarnya kah??.. ,Ariel menggeleng pelan. Apa yang aku pikirkan?? ,itu bukan urusanku.


Adzra tersenyum , senyuman yang sangat menawan. Ariel sampai tertegun melihatnya. Namun Ariel lekas mengetahui bahwa Adzra tersenyum pada orang lain saat Adzra melambaikan tangannya.


"Hai... disini!"


"Ah...hai...?"


Wajah Faya yang semula berseri-seri penuh kebahagiaan , seketika lenyap menjadi pucat ketika mengetahui bahwa Adzra tidak sendirian. Ada wanita cantik disana bersama nya. Tentu saja! Adzra tampan. Pasti dia punya kekasih. Seketika hatinya terasa pedih...ia merasa malu karena telah berani bermimpi menjadi pacar Adzra.


'Dasar gadis idi**'


Gumam Faya pada dirinya sendiri.


\*\*\*\*\*


Happy reading reader's...


Jangan lupa like 👍 ,💙 dan komennya 🙏🙏


,, supaya author semakin semangat nulisnya 😁😁

__ADS_1


__ADS_2