[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 37


__ADS_3

Adzra merasa lebih tenang saat melihat Nevan berani berdebat dengan Beni. Ia merasa harus berteman baik dengan kelompok ini.


"Oh...jadi benar! ,lalu kenapa ada orang tua disini?"


Beni menatap wajah Sam. Ia memang dewasa , tapi jika dibilang tua ,Sam belum setua itu.


"Kamu bisa pergi Sam. Aku akan bersenang-senang dengan teman-teman baruku..eh ,, ma'af..bisakah kita berteman?"


[skill :Kata manis aktif.]


Angga , Doni ,Reza dan Nevan menatap Adzra kagum. Adzra sangat sopan ,jadi kenapa tidak menjadikannya teman??


"Kamu bicara apa??,tentu saja kita teman. Aku sudah lama mengenal pak Sam. Dan sedikit tahu tentang kamu."


Angga membuka suara ,ia memang beberapa kali melihat Sam di kantor ayahnya.


"Ayo bergabung dengan kami"


Mereka berseru bersamaan , membuat Adzra terharu. Selama ini belum pernah ada teman dalam hidupnya..ia selalu sendiri setelah kematian orang tua angkatnya. Bahkan di sekolah yang begitu ramai murid pun keberadaan nya seperti debu. Tak terlihat.


Adzra mengangguk dan berjalan kearah teman-teman barunya. Sam rasa Adzra sudah merasa nyaman ,,maka ia segera pamit.


"Saya akan meninggalkan anda. Segera hubungi saya jika terjadi sesuatu."


"Ya... Sam.. pergilah!"


Adzra merasa hatinya begitu hangat..ada teman yang akan bersamanya....semoga saja!.


"Cih...anak manja!"


Beni mendesis ,ia tidak suka pada orang baru yang ia temui.


"Tanyakan namanya!"


Ia memerintah Erik ,teman yang datang bersamanya.


Aneh memang , jelas-jelas Adzra mendengar ia memerintah temannya ,atau seperti pesuruh nya ,,tapi Adzra abai saja.. bukankah sifat Beni memang begitu!.


"Hei...siapa namamu?"


Bagai kerbau yang di cucuk hidungnya ,Erik menurut saja.


"Aku ... Adzra. Adzra William."


Sedikit memberi jeda pada kalimatnya ,lalu Adzra menambahkan marganya. Entahlah..ia rasa ia harus melakukan nya.


Erik dan Beni saling berpandangan..lalu Beni tertawa.


"Khikhikhi... Sama-sama menyebalkan. Bahkan nama kalian sama."


"S*****, aku jadi harus mengenang hak buruk karena nama itu. Padahal aku datang untuk bersenang-senang.."


"Erik... panggil para gadis kemari , beserta alkohol terbaik."


Beni terlihat geram mendengar nama Adzra. Nama orang yang telah membuat ia menderita di dalam penjara selama setengah tahun. Orang yang membuat dia di hajar ayahnya...tidak mungkin ia lupa. Ya ... walaupun tidak sepenuhnya itu perbuatan Adzra , melainkan ada campur tangan Max disana .


Beni berjalan ke meja lain yang terdapat di ruangan itu. Disana terdapat empat meja.. yang nantinya akan di isi oleh para anak dari rekan bisnis yang hadir.


Angga merasa Ben luar biasa aneh. Dari dulu ia tidak suka dengan Beni. Dengan kata-kata nya yang selalu kasar , dengan sikapnya yang menganggap dirinya sendiri seperti bos besar. Apa ia pikir ia paling segala-galanya??. Dasar Aneh.


Adzra memilih duduk di samping Nevan ,ia sudah kagum padanya sejak saat Nevan dengan berani berdebat dengan Beni.

__ADS_1


Mereka bercerita banyak hal.. namun kali ini Adzra menjadi tokoh utamanya..Mereka silih berganti menanyakan banyak hal pada Adzra.


Adzra menjawab sekenanya saja.


"Mau rokok?"


Nevan bertanya pada Adzra , karena dari tadi Adzra memperhatikan nya terus.


"Aku tidak merokok..."


Adzra memberi jawaban yang membuat mereka terpelongo.


"Yang benar saja! berapa usiamu?"


Reza tidak percaya ,lalu ia menanyakan usia Adzra , Memastikan Adzra bukanlah anak di bawah umur. fufu..


"Aku...Delapan belas tahun..."


Adzra hanya bisa yengir canggung saat memberi tahu usianya..


Lagi... mereka dibuat Adzra terkejut.


"Aku bahkan merokok saat usia lima belas tahun"


Nevan membanggakan dirinya ,tapi ia sedikit malu dengan kata-kata nya barusan..Lima belas tahun kan masih anak-anak...


"Ya...dan aku merokok saat masuk SMA ,bersama Doni. Sedangkan Reza baru merokok saat kelas tiga."


"Oh...jadi kalian teman sebaya??"


"Ya..dan kami satu angkatan , sepermainan...dan juga satu lingkungan! "


"Aku baru saja masuk kuliah , bagaimana dengan kalian??"


Reza menatap temannya satu persatu ,ia tersenyum...lalu memberi jawaban pada Adzra


"Kami juga...dan ternyata kita seumuran..."


Mereka semua tertawa terbahak-bahak...hingga Beni merasa terganggu.


"Berisik..."


Beni mendesis tidak suka ,namun gadis di pangkuan nya dengan cepat menuangkan nya minuman ,dan memberinya pada Beni. Para gadis sudah hafal betul bagaimana tabiat Beni , mereka harus merayunya dan berkata yang baik-baik supaya Beni tidak mengacau.


Beni menerima alkohol yang di berikan oleh gadisnya ,meminumnya hingga tak tersisa. Lalu men**** gadis itu dengan rakus.


Tidak tahu malu...inikan tempat umum.. apalagi banyak orang di sini yang menyaksikan.


Namun ,tidak ada kata malu dalam kamus Beni. Justru mereka yang melihatlah... yang merasa malu sendiri.


"Jangan ..em..engh."


Tangan Beni terus bergerilya ,ia menyentuh semua aset berharga milik gadis di pangkuannya. Memang.. inilah tujuannya datang. Bukan mencari teman seperti yang lain...tapi mencari kesenangannya sendiri.


Beni menyeringai ,ia mempunyai fantasi liar...


Bagaimana kalau orang menyebalkan itu melihat aksi hebatnya??


Dasar gila!


"Em...kumohon...jangan disini.."

__ADS_1


Beni sudah akan hilang akal dan lepas kendali , jika saja temannya tidak mengingatkan bahwa akan ada para cewek juga yang akan hadir disana. Beni harus jaga image , setidaknya di depan para cewek.


"Ben... sebaiknya kamu pindah tempat. Para gadis akan masuk sebentar lagi , jangan buat mereka ilfill padamu."


"Hengh....?"


Beni tersadar saat ia melihat gadisnya , ternyata ia sudah setengah telanjang.


"Aku akan memesan kamar untukmu."


Walaupun Erik merasa malu , tapi ia tidak bisa tidak melakukan apa-apa untuk Beni . Beni adalah teman yang merangkap sebagai bosnya.


Beni berdiri ,dan menarik gadis tersebut. Membawanya ke tempat yang lebih privasi.


Benar saja ,baru saja Beni keluar ,para gadis datang. Ada enam gadis yang masuk. Tiga diantaranya terlihat begitu seksi dengan pakaian minimnya ,dan dua lainnya sedikit polos dan imut. Sementara satunya lagi begitu elegan... Dia cantik , dan juga manis. Ada kesan dingin darinya ,tapi ia juga begitu seksi secara bersamaan.


Adzra merasa terpesona ,belum pernah ia melihat cewek sempurna sepertinya...


[Uhm... sedikit informasi ,bahwa makhluk yang anda kagumi itu adalah karya sistem.]


'Hah??? , maksudnya??'


[Ya... seperti yang saya katakan sebelumnya..Dia adalah karya SISTEM.]


'Ho...maksudmu sepertiku??'


[Anda memang cerdas!.]


'Grrh... bukankah itu berarti dia juga melihat bahwa aku adalah karya sistem??, sepertinya??'


[Tidak tuan.]


'Bagaimana bisa??,aku tahu tapi dia tidak??, apakah sistemnya tidak bersamanya??'


[Sistem akan selalu mendampingi Tuannya. Hingga tuannya tidak lagi bernyawa.]


'Lalu??kenapa dia...'


[Dia sudah finish... sementara anda baru mulai.]


'Oh...pantas saja...dia terlihat sangat sempurna..aku sangat kagum!'


[Ya...dan anda tahu? ,nama sistemnya adalah :Dewi kesempurnaan.]


'Wow...keren!!'


'Sepertinya ada banyak karya kalian ya??'


[Tidak juga tuan. Hanya ada beberapa di seluruh muka bumi ini.]


"Adzra ,,,jangan melihatnya terus! "


Reza memukul pelan pundak Adzra , serta menegurnya.


"Dia memang cantik. Namanya Milliea , anak dari pemilik tambang emas. Aku lupa nama ayahnya."


Angga sedikit memberi informasi...namun tidak lengkap.


[Jangan pikirkan gadis sistem. Nikmati saja waktu anda bersama teman-teman baru!]


'Ya...akan aku lakukan...menikmati waktu dengan teman-teman..'

__ADS_1


__ADS_2