[Sistem :Cowok Idaman]

[Sistem :Cowok Idaman]
bab 47


__ADS_3

"Adzra !"


Ariel memanggil Adzra , serta menepuk pundaknya.


"Hem?"


Adzra menoleh ,lalu menghentikan langkahnya.


"Ayo masuk kelas bersama"


Ariel terlihat malu-malu saat mengatakan kalimat tersebut.


Adzra mengangguk mengiyakan ,lalu ia berjalan berdampingan dengan Ariel. Mereka masuk kelas bersama ,duduk mereka juga berdampingan. Sesekali mereka mengobrol jika merasa bosan de


ngan dosennya. Dan tak terasa kelas pun berlangsung begitu saja. Mereka berdua sepakat untuk menunggu Faya di kantin sambil mengerjakan tugas dan makan siang. Rencananya mereka akan pulang dan main ke rumah Ariel.


"Bagaimana dengan masalahmu Riel?"


Adzra bertanya disela kesibukannya mengerjakan tugas.


"Nanti aku ceritakan , selesaikan dulu pekerjaan mu."


"Heem... baiklah"


Sebenarnya Adzra merasa canggung , karena mereka berdua hanya diam. Jadi Adzra berinisiatif mengajak bicara , namun Ariel ada benarnya juga jika mereka lebih baik menyelesaikan pekerjaan mereka dahulu.


Setengah jam kemudian Adzra selesai dengan kegiatannya. Ia menghela nafas lega ,lalu mengendurkan otot-otot tangannya yang terasa pegal.


"Eh...kita sudah menunggu Faya selama satu jam , namun mengapa ia tidak kunjung datang?"


Adzra heran , biasanya Faya akan tepat waktu. Ia pun mengecek ponselnya , namun ternyata ponsel miliknya kehabisan baterai.


"Haiss.."


Adzra pun mendesah.


{Kenapa anda kesal terhadap saya?}


'entahlah. Kamu memang cukup perasa , namun kamu tidak kompeten.'


'Biasanya sistemku mengingatkan tentang semua hal.'


{Ma'af tuan. Saya belum terbiasa.}


Adzra memutar bola matanya ,jengah.


"Kenapa?"


"Kenapa kamu mendesah begitu?"


Ariel menduga bahwa Adzra kesal terhadap Faya , namun ia salah. Adzra kesal pada sistem barunya.


"Tidak ada. Apa kamu tidak membawa ponsel?"


Adzra segera mengubah ekspresi nya yang semula muram menjadi sedikit ceria.


Ariel mengambil ponselnya dari dalam tas ,lalu memperlihatkan nya pada Adzra.


"Ini.."


"Apakah Faya tidak menghubungi mu?"


"Huh? ,coba aku lihat."


Ariel mematikan ponsel saat kelas di mulai tadi. Sudah menjadi kebiasaannya melakukan hal tersebut. Ia tidak ingin ponselnya mengganggu nya saat kelas berlangsung. Namun ia lupa mengaktifkan nya kembali.


Ia menepuk dahinya pelan.


"Aku lupa mengaktifkan nya"


Ia berkata sambil terus menepuk dahinya.


Ariel merasa bersalah pada Adzra , karena ternyata sedari tadi Faya telah menghubunginya , juga mengiriminya pesan bahwa Faya akan pulang terlambat karena ada ujian praktek. Dan ia juga bertanya kenapa nomor mereka berdua tidak aktif.


"Ada banyak pesan dari Faya ,dia ada praktek ujian."

__ADS_1


"Jadi dia menyuruh kita pulang duluan. Dia juga bertanya kenapa ponselmu tidak aktif.."


Ariel memberi tahu Adzra tentang pesan dari Faya ,lalu ia melihat wajah Adzra.


"Jadi....apakah kita pulang ke rumah masing-masing?"


Lanjut Ariel.


"Sebaiknya kita jalan-jalan sebentar.."


Ujar Adzra ,ia tidak ingin pulang awal hari ini. Jalan-jalan mungkin akan seru pikirnya.


"Ya.. kalau kamu mau..."


Lanjutnya kikuk.


{Sepertinya anda akan mendapatkan cewek cantik ini hum?}


'Mungkin..aku akan coba jalan bersama dengannya. Kalau cocok ,bisa lanjut.'


{Uh...saya senang sekaligus sedih tuan.}


'Untuk '


{Anda akan sibuk mengurus Harem. Tapi saya tidak termasuk kedalamnya..huhu}


(╥﹏╥)


'f***'


Ariel terpana pada kata-kata Adzra. Ia mengerjab-erjabkan matanya lucu. Kata-kata Adzra bagai mimpi disaat tidurnya. Ia benar-benar tidak percaya , lalu diam-diam iapun mencubit lengannya sendiri.


"Aw...sakit"


Gumamnya pelan.


"Kamu serius mengajak aku jalan-jalan?"


Akhirnya Ariel menanyakannya


"Kalau..."


Adzra menjawab spontan. Ia mulai merasa malu namun sebelum ia melanjutkan kalimat selanjutnya Ariel segera berteriak kecil membuat Adzra tercengang.


"Kya...."


"Tentu saja. Dan aku mau saja jalan denganmu."


"Tapi bagaimana dengan Faya?"


Jadi maksud Ariel bagaimana dengan Faya ,itu bagaimana?? Adzra harus menjawab apa?? Karena bingung dan sistemnya tidak membantu maka ia balik bertanya pada Ariel.


"Memangnya kenapa dengan Faya?"


"Dia bilang kalian berpacaran."


Ariel berkata sangat pelan , nyaris berbisik.


'Oh...dia sudah tahu. Dan Faya yang memberi tahu!'


{Skill yang mengagumkan. Yang akan membuat anda sempurna.}


'Kamu tidak membantu. Lebih baik diam saja.'


{Anda sudah di permudah oleh skill. Jadi tidak memerlukan lagi bantuan saya. heh}


"Apakah kamu tidak apa-apa jalan bersama ku."


Takut-takut Ariel bertanya demikian


"Bukankah aku yang mengajak? ,ayo naik mobilku. Kita bercerita sambil menuju lokasi."


Adzra agak gemas pada Ariel. Ia menanyakan sesuatu yang aneh.. namun wajar karena Ariel pasti merasa sungkan sekarang.


Ariel tercengang. Ia mulai berpikir , ternyata Adzra benar. Adzra yang mengajaknya ,jadi ia tidak perlu sungkan bukan?.

__ADS_1


"Jadi...sejak kapan kamu tahu bahwa kami berpacaran?"


Adzra bertanya untuk basa-basi , karena ia sudah tahu jawabannya. Pasti kemarin.


"Itu... kemarin Faya memberi tahuku."


{Good. Anda penebak yang pintar.}


Adzra menyeringai , menanggapi ucapan sistem.


"Sebenarnya aku sudah menduganya , namun aku selalu menyangkalnya juga."


"Kenapa?"


Lagi , Adzra bertanya untuk basa-basi yang kedua kalinya. Lagi-lagi ia sudah tahu apa jawaban Ariel.


"Aku...aku .."


Ariel berusaha menjawab , namun kata-kata nya tertelan lagi di tenggorokan. Ia sangat malu akan mengucapkannya.


{Good.}


'Fufufu..'


'Aku merasakan sesuatu yang lain. Aku ingin menggodanya.'


{Hais...tuan mesum.}


Adzra menepikan mobilnya , lalu membingkai wajah Ariel yang merona karena malu.


"Kamu apa? , kenapa tidak melanjutkan kata-kata mu? hum??"


Ariel gemetar ,ia sangat malu dan juga takut. Dalam hatinya ia ingin mengutarakan isi hatinya. namun ia takut akan di anggap cewek aneh. Apakah ada perempuan sepertinya yang punya niatan mengutarakan cinta pada teman , sekaligus pacar dari temannya yang lain?.


Namun itulah perasaan yang ia rasakan. Seumur hidupnya ,tidak pernah ia merasa demikian. Bahkan perasaan itu bertambah kuat seiring berjalannya waktu. Semalam ia mencoba menghapus perasaannya ,namun ia tidak bisa.


Akhirnya ia memberanikan diri mengatakan yang sebenarnya meski Adzra harus menajamkan pendengarannya , karena suara Ariel yang begitu lirih.


"Aku menyukaimu. Maafkan aku."


Kata-kata Ariel membuat Adzra puas. Namun ia tidak menyangka jika Ariel akan meminta ma'af.


"Maaf untuk apa?"


"Karena aku menyukaimu , walaupun kamu temanku. Dan juga pacar temanku."


Ariel ingin menangis , matanya sudah berkaca-kaca.


"Urusan hati tidak bisa ku kendalikan. Kamu berhak menyukai siapapun"


Adzra mencoba menghibur Ariel. Ariel tidak bersalah ,tidak seharusnya ia minta ma'af. Ini semua karena skillnya. Pikir Adzra.


"Faya juga mengatakan hal yang sama. Dia juga mengizinkan aku hadir di antara kalian ,jika kamu menyetujui."


Ariel berkata lantang di awal kalimat. Namun ia semakin memelankan suaranya di akhir kalimat.


Adzra menyeringai.


{Menakutkan.}


{Apa anda marah?}


'Menurutmu?'


{Ya. Anda marah!}


'Hem..'


{Tapi kenapa?}


'Kamu menanyakan hal aneh. Aku tidak ingin menjelaskan.'


'Sekarang ,beri tahu aku , apakah Fayaku masih punya perasaan cinta yang sama untukku atau tidak!'


(;ŏ﹏ŏ)

__ADS_1


__ADS_2