8-6 Mencintaimu

8-6 Mencintaimu
11. Malu sendiri.


__ADS_3

"Apaaa???" Geram sekali hari Bang Satria karena Bang Khezin mengganggu acara khususnya.


"K*lor gue yang warna biru dimana??" Tanya Bang Khezin dalam sambungan telepon.


"Lu kira gue emak lu, pakai urus k*lor lu segala?????? Kagak tau pot."


"Gue pakai k*lor lu ya..!!"


"Jangan pakai warna hitam, gue baru beli"


"Yaaaa.. terlanjur gue pakai. Byeeee" Jawab Bang Khezin dengan santai lalu memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


"Oooooo.. Bang Kheee.." semakin geram Bang Satria merasakan ulah sahabat seperjuangan nya sejak dulu.


Wajahnya pun kembali pada mode cool, ia baru menyadari sejak tadi tangannya menahan tubuh Lintar dengan satu tangan hingga tangannya pegal.


"Jangan Let.."


Bang Satria memainkan alisnya dengan nakal lalu meluncurkan Lintar dari atas.


"Hwaaaaaaaaaa.." teriaknya sangat kencang.


Bang Satria pun tersenyum kemudian ikut meluncur menyusul Lintar dan betapa terkejutnya Lintar saat tangan Letnan Satria melingkar di pinggangnya.


"Mohon ijin Let" ucap Lintar merasa tidak enak.


"Nggak apa-apa. Kamu aman sama saya..!!"


Keduanya saling menatap kemudian saling membuang pandangan.

__ADS_1


...


"Astagaaaaa... Kamu pakai semua bajuku????"


"Kamu khan tau pakaianku masih basah semua" jawab Bang Khezin.


"Makanya aku sering bilang, pakaian yang kamu pakai itu segera di cuci.. jangan di tumpuk saja. Cucian satu minggu penuhin semua jemuran. Teman yang lain nggak kebagian tempat jemur" gerutu Bang Satria tak habis pikir dengan ulah sahabatnya.


"Aaahh kau ini cerewet sekali seperti nenek-nenek"


Bang Satria sampai menendang kursi di sampingnya, setiap kali berhadapan dengan Bang Khezin tekanan darahnya tiba-tiba merangkak naik. Ia pun menuju lemari pakaian dan berniat untuk mandi. Matanya pun terbelalak melihat lemari pakaiannya berantakan dan banyak barang yang hilang.


"Astagfirullah Bang Kheeeeee.. kenapa d***man ku yang masih baru juga kamu ambil???????" Teriak Bang Satria.


"Punyaku basah"


"Kau memang makhluk Tuhan yang ribet, ganti besok khan bisa"


"Benar-benar tak tau jorok kau ya..!!" Bang Satria sampai melempar sandal karena kesal dengan Bang Khezin.


Bang Khezin berlari menghindar sembari tertawa terbahak melihat marahnya Bang Satria. "Hahahaha.. dasar ibu-ibu kompleks, pemarah lu"


"Awas lu balik lagi, gue semprot muke lu pakai asap fogging..!!!!!" Teriak Bang Satria.


:


Sore itu Bang Satria pergi ke supermarket perkara barang miliknya yang sudah di acak-acak Bang Khezin. Ia mengambil satu kotak barang pria berisi tiga dengan ragu.


"Aahh.. sama saja donk, masa nggak di cuci.. nggak steril. Bagaimana nih??" Gumamnya masih berpikir keras. "Duuuhh.. kemarin yang di mess ukuran apa ya?? Mana nggak ada mas-mas yang jaga. Malu lah tanya sama perempuan" bibirnya terus saja mengomel sendiri.

__ADS_1


Tepat saat itu Lintar berbelok di lorong yang sama. Refleks Bang Satria menyembunyikan barang yang ia pegang ke belakang punggungnya. "Selamat malam letnan" sapa Lintar.


"Malam"


"Letnan cari........" Entah kenapa rasa gugupnya malah bertanya sesuatu yang seharusnya menjadi urusan pribadi atasannya.


"Ehmm.. iya" jawab Bang Satria menyimpan rasa malu sedalam-dalamnya lautan.


"Letnan cari untuk siapa? Kenapa ambil ukuran anak-anak?" Tanya Lintar lagi-lagi malah mempertaruhkan harga diri seorang letnan.


"Eheeemm.." Bang Satria berdehem merasakan tenggorokan nya tercekat dan tersumbat. "Sebenarnya untuk saya, tapi saya lupa ukuran saya sendiri."


Kedua pasang mata itu saling pandang kemudian saling membuang pandangan. Lintar segera sadar dan mencarikan apa yang di butuhkan Letnan nya.


"Sepertinya ini cocok Let" Lintar menyerahkan kotak yang di lihatnya pada Bang Satria.


"Haaahh ukuran M, seingat saya antara ukuran............."


"Itu ukuran M nya pria luar negeri" jawab Lintar dengan polosnya.


"Ooohh.." Bang Satria menggaruk kepalanya, pipinya pun memerah tak kalah dari merahnya pipi Lintar. 'Ini si Lintar bayangin apa sih? Kenapa bisa tau size lokal dan interlokal'.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2