
Lintar menyembunyikan senyumnya menerima uang cash sejumlah tiga juta rupiah dari Bang Satria.
"Mau nggak, kalau nggak mau biar Abang ambil kembali..!!" Goda Bang Satria.
"Kalau Abang ambil lagi, Lintar laporkan DanPom..!!" Ancam Lintar.
"Lah.. Abang salah apalagi dek??"
"Abang tidak memberi nafkah batin..!!"
"Kapan Abang begitu??? Jangan berbuat yang tidak-tidak..!!"
"Buktinya Lintar sudah senang tapi uang ini di ambil kembali. Ini khan sama saja tidak menyenangkan batin" jawab Lintar.
"Ya Tuhan.. pikiranmu itu lhooo" bang Satria sampai gemas dengan ulah Lintar. "Sini Abang suapi.. banyak tamu disini. Jangan terlalu lama..!!"
"Iiihh.. Lintar belum dapat Snack box"
Bibir Bang Satria mendadak tak sanggup menjawab lagi.
~
"Terima kasih banyak ya Pak, maaf kami merepotkan." Bang Satria sampai meminta maaf pada si empunya hajatan karena Lintar menginginkan jatah double.
"Sama-sama Kapten. Terima kasih juga sudah berkenan datang pada acara kami"
Lintar dan Bang Satria pamit untuk pulang.
~
"Kue Mama banyak sekali." Kata Lahar.
"Iya nih Bang, sekarang Mama porsinya double.. jadi pulang bawa lima Snack box." Jawab Bang Satria tanpa sadar.
"Biar Mama cepat gemuk ya Pa?" Tanya Lahar.
"Iya Bang" senyum Bang Satria merekah namun tidak dengan wajah Lintar yang sudah tidak sependapat lagi.
__ADS_1
"Lintar memang gemuk. Lalu kenapa?? Abang nggak suka?????"
'Aduuuuhh selesai sudah riwayatku.'
"Sukaaa.. mau seperti apapun, Abang tetap suka"
"Bohong.. kemarin saja Abang senyum sama Tantri waktu dia keluar dari kamar rawat Lintar." Pembicaraan mereka mulai memanas dan di luar jalur.
Tenggorokan Bang Satria rasanya tercekat, bingung untuk menjawab. Apapun yang ia ucapkan pasti akan selalu salah di mata bumil.
"Tuh.. Abang diam saja, berarti benar Abang memang sengaja senyum sama mantan pacar Abang yang cantik itu." Hidung Lintar sampai mengembang dan mengempis mendengus meluapkan kesal.
"Apa kamu bukan mantan pacar Abang??" Tanya Lintar. "Sampai kamu menikah pun, Abang tetap cinta" ucap Bang Satria ucap Lintar yang sedang marah.
Lintar memalingkan wajahnya. Sewajarnya wanita, Lintar pun merasa tidak ada yang salah dari ucapnya.
"Kamu mantan terindah karena hanya mantan terindah yang akan selalu ada di hati." Imbuh Bang Satria.
"Dasar tukang merayu..!!"
"Apa Abang harus merayu Tantri????" Jawab Bang Satria.
Lintar menepak bahu Bang Satria. "Kalau Abang berani.. Lintar pastikan wajah Abang akan biru semua..!!" Ancam Lintar.
"Belum kapok juga kamu terima akibatnya kalau berani sama suami. Apa mau perutmu itu nggak pernah kempes???" Bang Satria masih sempatnya mencolek dagu Lintar dan tidak memperhatikan jalan di depan.
"Papaaaa.. awaaaass..!!!!" Teriak Lintar.
"Astagfirullah..!!!!!!" Bang Satria mengerem mobilnya dengan full.
Plaaaakk..
Tangan Lintar kembali menepak bahu Bang Satria.
"Papa lihat apa sih?? Ingat apa??????"
"Maaf Maa... Kalian nggak apa-apa khan??" Tanya Bang Satria.
__ADS_1
"Papa keyeeeeenn" Lahar begitu mengagumi sang Papa yang nyaris menabrak seorang pengendara motor.
tok.. tok.. tok..
"Bukaaaaaa..!!!!! Pria tersebut mengetuk kaca pintu mobil Bang Satria dengan kencang.
"Kamu tetap di dalam mobil dek..!!" Bang Satria pun kemudian membuka pintu mobilnya. "Ada apa Mas?" Tanya Bang Satria.
"Kamu nabrak saya..!!" Bentak pria tersebut.
"Maaf Mas, tapi saya nggak merasa nabrak." Jawab Bang Satria.
"Waaahh.. dekat dari sini ada Batalyon tentara. Ayo ikut kesana..!! Saudara saya ada disana..!!" Tantang pria tersebut. "Cepat bayar..!!!!! Lima ratus ribu."
"Maaf Pak, siapa nama saudara bapak itu?" Tanya Bang Satria.
Kesal terlalu lama menunggu. Lintar keluar dari mobil. "Siapa minta uang lima ratus ribu????"
"Saya.. kenapa????" Jawab pria tersebut dengan arogan.
Lintar pun berjalan mendekat lalu menonjok hidung pria tersebut. "Nih lima ratus ribu..!!!!!"
buuughhhhh...
"Deeeeekk..!!!!"
"Mamaa hebaaatt..!!!" Kata Lahar.
Masih belum cukup dengan itu, Lintar menghajar pria itu dengan ilmu beladiri nya.
"Alaah mboh lah. Resiko di tanggung belakang" gumam Bang Satria pasrah.
.
.
.
__ADS_1
.