8-6 Mencintaimu

8-6 Mencintaimu
28. Malu sendiri.


__ADS_3

"Apa Bang Satria menyentuhmu?" Tanya Sertu Ami penasaran.


"Aku rasa nggak, ekspresi Abang biasa saja. Tapi......."


"Tapi apa???" Selidik Ami penasaran.


"Ada yang sakiiiit"


"Haaahh dimana????" Ami mengguncang kedua lengan Lintar.


Lintar menggigit bibir bawahnya dengan ragu sembari menatap mata Ami.


"Ya Tuhan, kita lapor POM saja minta tanggung jawab..!!"


"Tapi kata Abang.. kami sudah menikah" jawab Lintar.


"Ada buktinya nggak??? Nggak bisa lho hanya surat pengajuan nikah kantor saja. Kamu pun harus menikah secara agama. Kamu merasa di nikahi Kapten Satria atau tidak?????" Tegas Ami.


"Nggak" jawab Lintar mantap.


"Makanya ayo kita ke POM sekarang..!!!"


~


"Aduuh.. gimana ya Lintar. Kapten Satria pe****a kamu ya?" Bang Muiz selaku WadanPOM dan litting Bang Satria bingung harus berbuat apa dengan laporan Sertu Lintar.


"Iya Kapten."


"Hmm.. saya hubungi anggota dulu untuk diskusi..!! Nanti saya kabari kamu lagi..!!"


//


DanPom terbahak mendengar polosnya istri Kapten Satria sampai harus mendatangkan sendiri 'terdakwa' kasus pemer*****n pada istrinya sendiri.


"Siap salah Bang, tadinya saya tidak bermaksud untuk membuat keadaan jadi runyam"


"Saya harus tulis apa nih Sat??? Istrimu sendiri yang melapor"


Bang Muiz tak hentinya tertawa karena laporan konyol istri sahabatnya.

__ADS_1


"Saya laporkan Papanya ya pot. Sampai lecet kau buat anak orang. Ini Lintar yang tidak peka atau kau yang terburu-buru." Ledek Bang Muiz semakin membuat Bang Satria malu setengah mati.


"Ccckk... Diamlah mulutmu itu..!!"


...


Ami menyingkir perlahan saat Kapten Satria masuk ke dalam ruang kerja anggota.


Lintar melirik Bang Satria dengan tatapan jengkel.


"Kamu kembali duduk Ami..!!!!" Perintah Bang Satria.


"Saya Dan??"


"Memangnya ada berapa Ami di ruangan ini??" Kata Bang Satria.


"Siap..!!" Ami pun duduk di sebelah Lintar dan duduk berhadapan dengan Bang Satria.


"Siapa yang punya ide lapor di pihak POM perihal berita simpang siur tadi?" Tanya Bang Satria.


Lintar dan Ami menunduk saling tunjuk tak berani menatap mata Kapten Satria.


"Buka telinga gajah kalian..!! Saya sudah menikahi Lintar secara hukum dan agama. Walinya Ayah Lintar sendiri, tapi ke absahan dokumen kantor menyusul." Ucap Bang Satria dengan tegas. "Dan kamu Lintar. Kenapa kamu laporkan suamimu sendiri??? Bagaimana kalau semalam kamu hanya mimpi??"


"Kalau tidak ada buktinya berarti Abang melakukan tindak a**s**a sama Lintar." Kata Lintar.


Bang Satria mengambil sesuatu dari dalam tas kecilnya lalu meletakannya di atas meja. "Ini khan yang kamu tanyakan?"


Lintar meliriknya, ia melihat dua foto yang terpampang di buku kecil milik negara. Disana benar ada foto dirinya dan Bang Satria.


"Jadi katakan..!! Kamu istri siapa?" Tanya Bang Satria dengan tegas.


"Istri Abang."


"Abang siapa??? Abang punya nama...!!" Bang Satria kembali bertanya.


"Satria Jayanegara." Jawab Lintar persis seperti dulu almarhum Bang Jenar pernah menegaskan status kepemilikan dirinya.


"Lalu sekarang bagaimana caramu membersihkan nama baik suamimu..?? Pintar sekali kamu membongkar aib suami..!!!" Tegur Bang Satria.

__ADS_1


Lintar hanya bisa meremas ujung pakaian seragamnya dengan bingung.


"Bagaimana?????" Suara Bang Satria semakin meninggi.


"Hmm.. daripada Abang malu, kita cerai saja" kata Lintar lirih.


"Kamu punya uang dua ratus lima puluh juta sekarang juga?" Tanya Bang Satria.


"Apa maksud Abang?" Lintar balik bertanya karena tak paham dengan ucapan Bang Satria.


Bang Satria mengambil ponselnya lalu menunjukkan sebuah foto dari galeri, foto surat perjanjian miliknya. Bang Satria memperbesar layar ponselnya. "Lihat tulisan di pojok kiri bawah..!! Kalau dalam tiga puluh menit uang itu tidak kamu berikan sama Abang, maka kamu harus bayar dua kali lipatnya..!!"


Mata Lintar membulat besar membacanya, ia sedikit menyesal karena tidak membacanya terlebih dahulu. "Kenapa Abang tulis di pojok kiri bawah? Lintar jadi nggak tau" protes Lintar.


"Jadi orang itu harus teliti. Apalagi kamu adalah anggota Intel. Bagaimana sih?" Ucap Bang Satria sengaja memojokkan Lintar. "Jadi bagaimana ini keputusannya?"


"Nggak jadi" jawab Lintar.


"Nggak jadi apa?" Bang Satria menegaskan pengertian dalam hatinya.


"Nggak jadi cerai" Lintar memantapkan ucapannya.


"Naahh.. begitu donk. Jadi perempuan juga harus tegas" Bang Satria memasukan ponselnya kemudian beranjak dari tempatnya.


Lintar meraih tangan Bang Satria. "Semalam.. Apa yang Abang lakukan?" Bisik Lintar berusaha menjaga harga diri Bang Satria mengingat kejadian yang sempat terjadi tadi.


Bang Satria mendekatkan bibirnya pada telinga Lintar. "Tidak ada hal yang 'kamu inginkan' " jawab Bang Satria.


Wajah Lintar berubah menjadi kesal.


"Semalam Abang hanya test kapasitas jalan tol. Tapi ternyata Abang belum dapat tiket dari yang punya jalan"


Tanpa bisa di tutupi, wajah Lintar tersipu malu. "Ngetes aja khan Bang?"


"Hmm.." jawab Bang Satria sembari berlalu. "Cepat kamu tarik laporan mu..!! Atauuu.........."


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2