8-6 Mencintaimu

8-6 Mencintaimu
12. Pengakuan.


__ADS_3

Bang Satria tersenyum sendiri membayangkan pertemuannya dengan Lintar. Malu setengah mati tapi dirinya tak dapat memungkiri ada rasa yang berbeda dalam hati.


"Hhhffftt.. di pendem lara dewe, di umbar wedi di samber wong liyo. Duuuuhh.. kudu piye??"


Bang Satria mengangkat perlengkapan pria pilihan Lintar. Senyumnya kembali merekah. "Lintar ikut pendidikan Intel. Apakah bagian 'yang ini' ikut di selidiki juga?? Aseeemm.. aku isin dewe, tapi gemas sekali aku memikirkan mu"


\=\=\=


Gagah dan tampan Bang Satria memakai seragam kebesarannya. Hari ini dirinya naik pangkat menjadi Lettu dan acara hari juga mengundang para siswa untuk memeriahkan suasana sekaligus refreshing.


Bang Satria hanya duduk sembari memutar gelas minumannya. Pangkatnya sudah naik tapi hatinya masih tetap kosong.


Tak lama ada pertunjukan kecil dari para siswa wanita dan disana juga ada Lintar yang tengah menarikan tarian tradisional. Luwes gerak gemulainya semakin menghipnotis mata Bang Satria. Mulutnya ternganga lebar.


"Sat.. kamu naksir sama Lintar?"


"Biasa saja" jawab Bang Satria.


"Oke lah kalau begitu, aku mau menari sama Lintar..!!" Bang Khezin berbalik badan hendak menghampiri Lintar tapi Bang Satria mencegahnya.


"Yang lain saja, Lintar jatahku..!!!" Ucap tegas Bang Satria sambil memegangi pergelangan tangan Bang Khezin.


"Nggak bisa, tangkap aku kalau berani..!!" Bang Khezin mengibaskan tangan Bang Satria kemudian berlari dan berputar-putar bak pemain film India.


"Setan.. nggak usah cari perkara Khee..!!!!" Bang Satria mulai sebal dengan tingkah Bang Khezin.


"Hahahahaha.." Bang Khezin berlari tanpa melihat kabel listrik hingga kakinya tersangkut.

__ADS_1


buuuhhgg..


"Hwaaaaaaaaaaaa.."


jduuuuuugggghh


ngiiiiiinnngggggg......


Sebuah sound sistem menimpa tubuh Bang Khezin.


"M****s, mati lu ayam..!!!!" Ucap Bang Satria gemas namun sangat puas.


"Tolooong..!!!! Saya kecelakaan..!!"


Para anggota segera membantu Letnan mereka yang baru saja tertimpa masalah.


"Aahh nggak apa-apa kok, saya pura-pura saja biar dapat perhatian mu" jawab Bang Khezin bermain mata dengan Lintar.


"Cepat kau pergi dari sini atau kuhantam rahangmu..!!" Kesal sekali Bang Satria melihat sahabatnya bermain mata dengan Lintar.


Anggota pun segera mengangkat Lettu Khezin yang onar tersebut.


:


"Aku yakiiinn.. kau milikku, untuk selamanya di sisiku.. ku berlariii meraihmuuu.. masih kurasakan kau milikku.. selamanyaaaa" bait lagu terdengar dari suara merdu Bang Satria kala komandan meminta para perwira untuk turut mengisi acara.


Lagu tersebut terngiang dalam ingatan Lintar apalagi Lettu Satria terus menatap wajahnya saat menyanyikan lagu tersebut.

__ADS_1


Bang Khezin pun melirik ekspresi di antara keduanya kemudian menyodorkan mic pada Lintar agar gadis itu menyanyikan lagu yang sama dengan Bang Satria. "Cepat imbangi komandanmu..!!" Perintah Bang Khezin.


Lintar menerimanya dan akhirnya suara Lintar mengimbangi nada tinggi Lettu Satria. "..... Untuk selamanya di sisikuu.. ku berlari... Meraihmuuu.. masih kurasakan kau milikku.. selamanyaaaa..!!!!!"


Bang Satria mengurai senyum tampan menatap mata Lintar. "Jika kata terselip do'a, jika sakit di hati ada obatnya, semoga kamu pelipur lara.. Lettu Satria Tambar Rumaga.. hanya mengukir satu nama, jika bukan kamu orangnya.. tidak akan pernah raga ini di miliki dan memiliki kaum Siti Hawa yang lainnya. Sampai kapan pun saya rela terluka hanya demi satu nama.. Reradihan Inggil Gitarja.. bolehkah saya menyematkan rasa?"


Seketika pandangan mata para anggota bergantian tertuju pada Lettu Satria dan Lintar. Tak terkecuali Bang Khezin, Bang Panca dan Bang Jack yang baru menyadari jika Lettu Satria sedang jatuh cinta.


"Benar nggak tuh kataku kemarin, kelakuan Satria tuh aneh. Ternyata dia jatuh cinta, mana sama anak kemarin sore lagi" kata Bang Zakaria.


"Eehh Jack.. jangan bilang begitu..!! Aku juga cinta sama gadis seumuran Lintar." Bang Khezin jadi kesal dengan perkataan Bang Jack.


"Ayo jawaab Lintaaaarr..!!!!" Teriak para anggota juga pelatih di pendidikan Lintar.


Wajah Bang Satria sudah cemas bukan main menunggu Jawa dari Lintar.


Ada aturan kedinasan yang harus di pahami bahwa selama pendidikan, para calon anggota harus fokus pada pendidikan. Lintar takut untuk salah bicara. "Maaf.. Lintar tidak bisa.."


Seketika pias menghias wajah Lettu Satria.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2