8-6 Mencintaimu

8-6 Mencintaimu
25. Panas.


__ADS_3

Bang Satria tidak menjawabnya. N***u prianya sudah sangat mengganggunya. Ia mendekatkan wajahnya pada Lintar. Nafasnya sudah memburu. Perlahan ia merebahkan Lintar dan mengecup bibirnya.


'Inikah nikmatnya kecupan saat sudah sah? Tenang, tanpa beban dan takut'


Bang Satria menyentuh tubuh Lintar, ada rasa haru menekan perasaannya. Antara percaya dan tidak ia bisa menyentuh Lintar sedekat ini. Di bawah satu selimut ia bisa mengungkapkan rasa rindu yang tertahan.


Tak bisa di pungkiri, Lintar ikut menikmati suasana pagi itu. Suara d***h manja terdengar lepas hingga pintu kamar terbuka.


"Paa.."


Seketika Bang Satria melepas kecupannya. Lintar pun membenahi dasternya. Entah sejak kapan Lahar berada di samping ranjang.


"Abang apakan Mbak Lintar?" Tanya Sherina berwajah datar, bingung, takut dan cemas.


"Astagfirullah.. hiiiihh" suara gemas Bang Satria terlepas begitu saja. "Kalian kenapa disini???? Kamu lagi Sherin.. anak gadis masuk kamar pengantin baru." Bang Satria mengacak rambutnya dengan gemas. Ia pun segera melangkah menuju kamar.


Lintar masih menormalkan jalan nafasnya. "Ke dapur yuk..!!" Ajaknya.


...


"Masa???? Ahahahahaha.." tawa Bang Khezin terdengar menggelegar saat Sherin menceritakan kejadian pagi ini.


"Bang Satria marah tanpa sebab."


"Tanpa sebab bagaimana??? Kamu mengganggu??" Jawab Bang Khezin.


"Sherin nggak ganggu Bang, hanya dengar suara Mbak Lintar teriak. Sherin panik dan lari sama Lahar untuk lihat keadaan Mbak Lintar." Bisik Sherin di meja makan rumah Bang Satria


Bang Khezin semakin terbahak mendengar curahan hati calon istrinya.


Melangkah disana Bang Satria menuju meja makan dan langsung duduk berhadapan dengan Bang Khezin dan Sherina. Wajahnya datar tak berekspresi.


"Kamu jaga Lahar, jangan kemana-mana. Bantu Mbak mu..!!" Perintah Bang Satria.


"Tapi Sherin mau persiapkan berkas untuk pengajuan nikah Bang" kata Sherina.


"Jaga dulu.. atau pengajuan nikahmu Abang tolak..!!"


"Okee.. aku jaga Lahar" Bang Khezin menyanggupi untuk menenangkan hati sahabatnya karena kemarahan Bang Satria karena 'kesalahan' Sherina.


"Nggak usah Bang, nanti Lintar bawa saja ke kantor seperti biasa" Lintar menghidangkan sarapan untuk mereka semua.

__ADS_1


"Lho bukannya kamu kena teguran si Galang karena bawa anak" tanpa sadar Bang Khezin keceplosan.


"Kapan Galang menegur Lintar??? Lahar pintar dan nggak pernah mengganggu jalannya kegiatan. Malah dia anteng dengan mainan dan bekalnya, kalau ada tamu.. lahar bersama TBO pun dia diam.. terkadang Lahar sampai makan sendiri kalau Mamanya sibuk. Dari sisi mana Lahar mengganggu." Tanya Bang Satria, seketika wajahnya tak bersahabat.


"Alaah.. hanya ucapan biasa saja, nggak berarti apa-apa" jawab Lintar mendinginkan suasana.


"Nanti bawa Lahar ke ruangan saya.. siapa berani tegur saya..!!!!"


Tak ada yang berani menjawab jika Kapten Satria sudah bertaring, Bang Khezin pun tak berani berdebat apalagi bercanda.


...


Siang itu Sherina membawa Lahar ke Batalyon. Namun karena pengajuan nikah harus benar-benar fokus maka Sherina terpaksa menitipkan Lahar pada om-om yang baru saja free dari kegiatan kurve.


:


"Dimana Lahar??"


"Mungkin sama Mbak Lintar." Jawab Sherina via telepon.


'Hari ini bukan nya ada kunjungan? Berarti Lahar nggak sama Lintar donk.. pasti sama TBO'


"Nggak mungkin, Lintar ada kesibukan..!!" Kata Bang Satria.


"Satu jam itu lama Sherin.. Abang tumbuk kamu kalau sampai anak Abang kenapa-napa. Ceroboh kamu..!!!"


~


Benar saja, setiba nya Bang Satria di lapangan tak ada orang. Para remaja saling lempar jawaban hingga salah seorang mengatakan bahwa Lahar sedang berada di kantin.


"Mang.. ada yang antar jagoan saja kesini nggak?" Tanya Bang Satria.


"Waahh.. nggak tuh Pak Satria. Biasanya main sama mamanya tapi hari ini Lahar belum kesini" jawab Mang kantin.


"Astagfirullah.. anak ku kemana ya Mang??" Kepala Bang Satria langsung pening mencemaskan putranya.


Amarah Bang Satria kembali tersulut. Ia meminta seorang anggotanya untuk memanggil Bang Khezin dan Sherina.


~


"Tadi Sherin titip sama om-om. Sekarang Sherin nggak tau Lahar kemana"

__ADS_1


braaakk..


Jawaban Sherin tak memuaskan akal pikir Bang Satria sampai dirinya menggebrak meja kantin.


"Pikiranmu kemana Sherina?? Lahar masih umur satu setengah tahun dan kamu biarkan dia tanpa pengawasan. Pikiran cetek seperti ini sudah niat jadi istri?? Bagaimana kalau kamu jadi ibu??? Apa kamu mampu????" Bentak Bang Satria.


"Satria.. aku minta maaf, tadi aku sibuk jadi meninggalkan Sherina dan Lahar. Aku kira Lahar sudah sama mamanya." Kata Bang Khezin.


"Kau pun sama saja..!!!" Suara Bang Satria semakin meninggi. "Kamu pulang ke rumah.. lanjut besok urusanmu..!!!" Ucap Bang Satria pada Sherina.


Sherina melirik Bang Khezin dan calon suami Sherina itu mengiyakan. Bang Khezin segera meminta seorang anggota untuk mengantar Sherina pulang.


~


"Pot, mau makan dulu? Setelah ini aku bantu cari lahar. Sudah banyak anggota yang membantu cari" bujuk Bang Khezin.


"Kamu diam.. urusan kita belum selesai..!!"


Tak lama seorang wanita datang menemui Bang Satria.


"Sat..!!"


Bang Satria menoleh mendengar suara yang memanggilnya.


"Tantri?? Kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya Bang Satria cukup terkejut melihat Tantri. Penampilannya sudah jauh berbeda, lebih fashionable dan full make up yang membuat wanita itu sangat mempesona.


"Aku ketemu sama Panca. Jadi aku ikut karena ingin ketemu kamu. Aku kangen lho sama kamu...!!" Jawab Tantri.


Bang Satria hanya tersenyum kecut. Secantik apapun Tantri tak menggetarkan hati dan menggoyahkan imannya. "Aku sudah menikah"


"Aku tau" bisik Tantri.


"Kamu tidak pernah berubah Tantri. Malah semakin parah." Sindir Bang Satria.


"Semua mata lelaki akan tertuju padaku. Mereka tidak akan menolak ku?"


"Tidak semua dan kamu tidak masuk dalam kriteria cantik di hidupku..!!"


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2