
Mata Lintar memicing melihat seorang gadis duduk di teras depan rumah Bang Satria. Dengan cepat Bang Satria memarkirkan mobil di garasi lalu keluar dari mobil. Saat itu juga gadis yang sedang duduk tadi menghambur memeluk Bang Satria dengan manja.
"Sherin kangen sama Abang"
jdeeerr..
Dada Lintar bagai tersambar petir. Sungguh ia tak tau mengapa hatinya terasa sangat sakit melihat Bang Satria berpelukan dengan gadis lain.
"Sama siapa kamu kesini??" Tanya Bang Satria kebingungan.
"Sama Bang Angkes." Jawab Sherina terlihat begitu bahagia.
"Khezin??" Rasanya Bang Satria tak percaya mendengarnya.
Sherina mengangguk. Lintar masuk ke dalam rumah sembari menggendong Lahar tapi tangan Bang Satria meraih nya. Sherina melihat Lintar seakan menahan tangis. "Mbak Lintar?" Sapa Sherin.
"Hai.." jawab Lintar singkat.
"Hai Abang Ahar, ikut Tante yuk..!!" Ajak Sherina dan ajaibnya Lahar mau ikut bersama Sherina.
"Ayo masuk..!! Jangan cemberut saja..!!" Bang Satria tau kalau mood Lintar sedang tidak baik.
~
"Sherin memang adik kandungnya Bang Satria. Satria Jayanegara.. Sherina Atmanegara."
Lintar menatap bingung dengan situasi ini Matanya terus memperhatikan Bang Satria santai menyuapi Lahar.
"Sayaang..!!" Bang Khezin berlari lalu memeluk Sherina.
"B*****t, Bang Khe tak tau diri..!!!!"
plaaakk..
Satu tamparan mendarat di pipi Bang Khezin, ia sangat marah melihat Bang Khezin memeluk Sherin.
"Abaaang.. jangaaann..!! Sherin mau pengajuan nikah sama Bang Angkes..!!"
deeegg..
__ADS_1
"Khez... Kamu..!!" tatapan itu mengarah tajam.
"Abaaaaaanngg.." saking kagetnya Lintar sampai setengah memeluk Bang Satria yang memercing meremas dadanya.
"Sebenarnya ada apa???" Tegur Lintar.
"Satria.. Lintar.. kita harus bicara serius..!!" Ucap Bang Khezin sedang tidak bercanda.
~
"Baaang.. mana yang sakit?" Lintar begitu panik. Ia menyentuh tubuh Bang Satria disana sini.
"Yang ini..!!" Bang Satria mengarahkan tangan Lintar agar memegang sekitar perutnya.
"Ini ya Bang?" Tanya Lintar bingung.
"Aarrhh.." Bang Satria semakin terlihat kesakitan.
Sherina tidak tega melihat Abangnya, ia ingin mendekat tapi Bang Khezin melarangnya.
"Abaaaanngg...!!!!!!" Teriak Lintar. Lahar sama sekali tidak terpengaruh dengan keributan di rumahnya dan tetap santai mengunyah kentang goreng dan Bang Khezin turut membantu Lahar mempercepat proses penghabisan asupan gizi untuk Lahar.
"Bang Khez.. tolong panggilkan dokter..!!" Pinta Lintar pada Bang Khezin yang sedang sibuk sendiri.
"Okee..!!"
...
Kening dokter berkerut, ia merasa dipermainkan oleh dua littingnya. "Maksudmu Kapten Satria sakit apa?" Tegur dokter.
Bang Khezin merangkul pinggang Bang Zaky seraya mencubitnya. "Satria benar-benar sakit, tadi dia merintih. Coba saja kau tanya Lintar..!!"
Lintar mengangguk membenarkan ucapan Bang Khezin. Sherina pun sampai tidak bisa berkata apapun lagi. Ia hanya bisa diam melihat kelicikan Abang kandungnya dan calon suaminya.
Baru detik itu Bang Zaky memahami ulah littingnya. Di saat dirinya menyempatkan waktu demi sahabat.. ternyata semua hanya ketengilan seorang suami yang ingin mengambil hati sang istri.
"Ooohh.. ii_yaa, Satria sedang terguncang." Jawab Bang Zaky sebagai dokter sangat berhati-hati. "Apa saya bisa tau bagaimana awalnya?" Siapa sangka saat ini malah dirinya terjebak kelakuan dua sahabatnya.
"Jujur sejujur jujurnya.. Satria kaget karena aku pacaran dengan Sherina.. adik kandung nya. Selama ini aku menyimpan rahasia serapat mungkin..!!"
__ADS_1
Tangan Bang Satria mengepal namun saat ini dirinya belum bisa banyak bereaksi. Memang benar hatinya kaget. Namun tak bisa di pungkiri kelakuan Bang Khezin cukup membantunya mendekati Lintar.
"Lintar. Selesai sampai disini saja salah paham mu. Perbaiki komunikasi kalian. Abang ini sahabat Panca dan Satria sejak lama, Abang sangat hafal bagaimana sifat mereka. Cukup Abang tegaskan..!! Percayalah dengan Satria..!!!"
Lintar kembali mengangguk. Air matanya menggenang.
"Sekarang kalian coba saling bicara dari hati ke hati agar saling mengenal, biar dokter juga fokus memeriksa kondisi Satria..!!"
:
"Bisa-bisanya kamu memacari adik ku tapi nggak bilang sama aku.. aku Abangnya pot"
"Nggak usah marah lah.. kita simbiosis mutualisme saja. Aku membantumu dekat sama Lintar, kamu merestui aku menikah dengan Sherina" kata Bang Khezin mencoba bernegosiasi.
"Itu tidak sebanding Bang Khee.." bisik geram Bang Satria.
"Restui atau ku bongkar akal busukmu..!! Kau pikir aku ini sepolos Lintar yang tidak peka saat kamu menipunya"
"Kamu mengancam ku????"
"Aku nggak ngancam, aku hanya mengajakmu tukar pikiran." Jawab Bang Khezin dengan wajah menjengkelkan.
"Kalau kalian mau baku hantam, silakan saja lakukan. Aku mau pulang.." kata Bang Zaky.
Refleks Bang Satria dan Bang Khezin berdiri dari duduknya.
"Jangan bilang apa-apa..!!" Pinta Bang Satria dan Bang Khezin bersamaan.
Bang Zaky sampai melongo melihat kedua sahabatnya.
"Bantu lah Zak.. kita mau ngerasain kawin..!!" Kata Bang Satria dengan wajah memelas penuh permohonan.
.
.
.
.
__ADS_1