8-6 Mencintaimu

8-6 Mencintaimu
20. Merayu.


__ADS_3

"Licik kamu Sat.. Kamu pasti sudah membuat keluarga memutuskan semua ini..!! Keterlaluan kamu Satria..!!"


"Jangankan kamu.. saya saja tidak tau kalau Papa Rakit memutuskan hal ini..!!" Jawab Bang Satria.


"Nggak mungkin kamu nggak tau........"


"Mohon ijin Abang..!!" Bang Bismo menyerahkan banyaknya foto pada Bang Panca. Foto kebersamaan Bang Panca dan Tantri saat di 'pesta malam' juga di hotel.


"B******n kau Sat..!!!!" Bang Panca hendak menghantam Bang Satria namun Bang Arsene sempat menangkisnya.


Bang Satria sempat terhenyak karena memang tidak tau apa-apa tentang penyelidikan itu.


"Sorry bro.. Satria memang tidak tau apapun. Ini murni perintah dari saya. Kau sudah selingkuh sama Tantri"


Ucap Bang Arsene itu membuat Bang Satria kaget setengah mati.


"Kamu punya hubungan khusus sama Tantri??" Bang Satria menegaskan apa yang baru saja di ketahui nya.


"Iya.. kenapa? Kau cemburu???" Sengit Bang Panca menjawab pertanyaan Bang Satria.


"Kamu khan tau bagaimana watak Tantri. Dia hanya pantas jadi pacar, tidak pantas untuk di jadikan istri ataupun seorang ibu" kata Bang Satria mengingatkan. Dalam hatinya terasa panas dan sakit saat tau Bang Panca sudah menduakan Lintar.


Seringai Bang Panca menatap wajah Bang Satria. "Kau sakit hati karena aku bisa mendapatkan Tantri dan Lintar??"


Bang Satria masih menahan emosinya. Tapi pandangan matanya tak melepaskan Bang Panca begitu saja.


"Aku pasti akan mengambil Lintar kembali"


"Berani selangkah kau maju mendekati Lintar.. ku patahkan batang lehermu..!!!" Ancam Bang Satria tak main-main. Tangan itu mengepal kuat raut wajahnya panas penuh amarah.


Bang Arsene paham kelakuan Bang Satria, ia pun segera menghadangnya.


Cukup terkejut Bang Panca mendengarnya padahal yang ia tau selama ini sahabatnya itu memiliki kontrol emosi yang baik.


"Bang, jangan terbawa emosi...!!" Bang Bismo juga turut mengingatkan seniornya.


"Aku prihatin, Lintar menikah dengan pria yang hobby nya berganti wanita. Aku paling tau masa lalu mu Sat..!! Termasuk bersama Tantri." Ucap Bang Panca semakin memancing emosi Bang Satria.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau mau dengan semua jejak ku?? Apa kamu nggak bisa dapat perempuan selain bekasku???" Bentak Bang Satria.


"Tanyakan pada Lintar, sudah berapa banyak pria yang pernah tidur bersamanya????"


"Bismoo.. bawa Satria pergi..!!!!" Perintah Bang Arsene. Meskipun dirinya juga marah tapi kepalanya harus dingin memikirkan dua pria di hadapannya terutama Bang Satria yang sedang terbakar amarah.


...


"Tenangkan hati dan pikiran Abang dulu. Abang jangan ikut alurnya Bang Panca. Dia sengaja Bang..!!"


Bang Satria sampai merosot tak sanggup membayangkan apa yang sudah di lakukan Panca pada Lintar.


"Aku tau tidak terjadi apapun antara Panca dan Lintar, tapi hatiku tetap sangat sakit. Ucapannya itu terlalu merendahkan Lintar. Terserah jika dia menghinaku, tapi tidak dengan Lintar..!!"


"Sabar Bang..!! Sekarang Abang fokus saja dengan Lintar dan Lahar..!!" Saran Bang Bismo.


Tangan itu meraup wajah dengan kasar. "Tak ada ampun bagi pengacau yang berani ikut campur rumah tanggaku..!!"


...


Lintar masih merenung di dalam kamar rawat Lahar. Tak lama banyak para anggota datang menjenguk putra Sertu Gitarja.


"Siap.. terima kasih komandan." Jawab Lintar.


Mimik muka nya sedih, ia cemas karena takut komandan salah paham atas pernikahannya dengan Bang Panca padahal pernikahan itu telah batal.


Memang secara kesepakatan pernikahan keduanya hanya akan ada akad nikah saja dan mengadakan acara syukuran kecil-kecilan.


"Syukurannya kapan nih?" Tagih Wadan.


"Siap.. ijin Wadan.. belum terpikirkan, Lahar masih sakit. Menunggu suasana tenang dulu..!!" Jawab Lintar beralasan yang paling untuk menghindari pertanyaan rekan atas pernikahannya yang telah gagal.


"Oke lah, nanti saya tagih ke suamimu saja..!!" Kata DanMarkas sangat bersemangat.


"Siap..!!" Jawab Lintar lirih.


...

__ADS_1


Malam sudah semakin larut, lahar belum mau tidur dan terus bercanda dengan Bang Satria.


"Pa, Abang mau jadi Ninja..!!" Pinta Lahar.


"Okee.. kalau Abang sudah sembuh kita jadi Ninja. Nanti kita bom rumahnya Om Bismo...!!" Ajak Bang Satria.


"Kenapa ajari Lahar yang tidak-tidak????" Tegur Lintar.


"Iihh Mama.. mau tau urusan laki-laki. Mama tidur aja, jangan nguping..!!" Jawab Bang Satria.


Lintar mendengus kesal, bisa-bisanya Lahar sepemikiran dengan Bang Satria dan sangat menurut dengan mantan kekasih nya dulu. Karena sudah begitu lelah, Lintar memilih untuk tidur.


***


"Alhamdulillah.. Abang sudah boleh pulang..!!" Senyum Bang Satria mengembang saat senior di rumah sakit mengatakan bahwa Lahar sudah boleh pulang. Senyum tulus dan apa adanya menghias wajahnya.


"Abang pulang sama Papa..!!" Pinta Lahar kecil.


"Iya donk.. anak Papa ya harus pulang sama Papa" jawab Bang Satria sembari melirik Lintar yang sedang menata baju Lahar.


Wajah Lintar masih saja cemberut tanpa kata padahal hatinya jengah setengah mati karena Lahar sangat dekat dengan Bang Satria.


"Besok kita jalan-jalan berdua yuk Bang.. sepertinya Mama nggak mau ikut kita jalan-jalan" kata Bang Satria memancing reaksi Lintar.


"Papa nggak tau kebutuhan Lahar" sambar Lintar.


"Jadi bagaimana donk Ma. Anaknya pengen jalan-jalan nih"


"Mama ikuuutt...!!" Kata Lahar seakan mendukung keusilan Papanya.


"Mama nggak mau ikut Bang, kita berdua aja..!!"


"Kalian jangan memutuskan jawaban sendiri. Mama ikut..!!!!" Jawab Lintar dengan wajah datar.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2