8-6 Mencintaimu

8-6 Mencintaimu
38. Masih ngidam aneh.


__ADS_3

"Ampuuuuuun Bu..!!!!" Pria tersebut menangis ketakutan karena Lintar sudah membuatnya bonyok.


"Buuuu??? Memangnya saya setua itu??" Bentak Lintar.


Plaaaakk....


Lintar kembali menampar pria tersebut dan hampir melayangkan tonjoknya lagi.


"Ampuuuuuuuuunn..!!!!"


Bang Satria memeluk Lintar dari belakang. "Ini pelajaran buatmu. Jangan sekali-kali kamu membuat keonaran dan bersikap arogan..!!" Kata Bang Satria menegur pria tersebut.


"Iya Pak, saya mengaku salah." Jawab pria tersebut sampai gemetar.


"Gayamu.. lengan pakai batik segala. Ayo sini lawan aku lagi..!!!!" Tantang Lintar.


"Sudah dek. Kamu sudah menang. Jebolan power ranger sudah pasti menang..!!" Bujuk Bang Satria sampai harus mengecup kening Lintar berkali-kali sembari mengusap perut sang istri agar jabang bayinya ikut tenang. Di


Mendengar itu, Lintar langsung tenang kemudian berjalan menuju kantin.


"Kamu ikut saya..!!" Perintah Bang Satria.


~


Pria tersebut membungkuk sembari menguncir rumput panjang di lapangan belakang Batalyon atas perintah Bang Satria.


Danyon pun tak bisa berkata-kata. Satria yang garang benar-benar menghukum warga sipil, tapi memang pria tersebut sudah memulai perdebatan dan keributan hingga seorang Kapten Satria tidak bisa mentoleransi apapun yang berhubungan dengan sang istri.


"Tangani sendiri.. tapi kontrol juga emosimu..!!" Pesan Danyon.


"Siap Abang"


...

__ADS_1


Ibu kantin tertawa saja melihat kelakuan bumil dan Kapten Satria.


"Mbak Lintar dan Pak Satria ini memang pasangan yang serasi. Saling melengkapi. Kalau mbak Lintar marah, Pak Satria menenangkan. Kalau Pak Satria ngamuk.. Mbak Lintar yang sedikit mengendur." Kata Bu kantin.


"Masa Bu?"


"Iya Mbak"


Tak lama Bang Satria menyusul Lintar ke kantin


"Bu, es jeruk satu ya..!!" Bang Satria pun langsung mengambil posisi duduk di samping Lintar.


"Sebentar ya Pak..!!" Ibu kantin segera membuatkan pesanan Bang Satria yang masih ngos-ngosan memasang wajah garang.


Bang Satria melirik Lintar yang terus mengunyah bakwan sembari menggigit satu cabe di tiap gigit nya.


"Ini Pak es jeruk nya..!!" Bu kantin menyerahkan es jeruk.


Tangan Bang Satria bersiap menerimanya tapi Lintar menyambarnya lebih dulu dan langsung meneguknya hingga habis setengah gelas.


"Cabenya pedas sekali Bang"


"Kalau tau pedas kenapa nekat makan banyak? Kalau sakit perut, kamu bisa repot" ucapnya kemudian menegak es jeruk yang masih tersisa


Belum sampai sepuluh detik perhatian Bang Satria teralihkan, Lintar sudah menunduk memegang perutnya.


"Perut lintar sakiit..!!"


"Naaahh.. apa Abang bilang???? Kamu sih" Bang Satria langsung berdiri karena panik.


Bang Satria mencoba tenang meskipun hatinya sama sekali tidak tenang. Perlahan ia mengangkat Lintar ke belakang kantin.


Para bujangan menyingkir, memberi tempat untuk Kapten Satria merebahkan sang istri di bale panjang yang biasanya di gunakan para bujangan tersebut untuk merokok.

__ADS_1


"Lintaaaarr.. kamu kenapa?" Pak Basuki, rekan kerja Lintar berpangkat Peltu melihat Lintar di rebahkan di sebuah bale panjang.


"Perutnya sakit Pak, terlalu banyak makan cabe." Jawab Bang Satria.


"Owalaah.. kok ada-ada saja ulah ibu hamil ini. Kasihan sekali."


"Sejak hamil memang Lintar ini rajin sekali menguji kesabaran saya Pak" Bang Satria mengusap perut Lintar sampai istrinya itu tidak lagi menggelinjang kesakitan.


Pak Basuki tersenyum. Di usianya saat ini tentu dirinya pernah merasakan bagaimana cemasnya seorang suami yang harus dan wajib selalu siaga dalam menjaga kehamilan istri tercinta karena walau bagaimana pun juga yang ada di dalam perut adalah darah dagingnya.


Dengan sabar dan telaten Bang Satria menggunakan tangannya untuk memberikan kenyamanan untuk bumil.


"Bang.."


"Hmm.. kenapa sayang?" Tanya Bang Satria.


"Tadi ada makanan yang sepertinya enak sekali Bang" jawab Lintar.


"Apa? Kalau memang suka ya beli saja" Bang Satria pun mengijinkan.


"Benar nih Bang?" Tanya Lintar tidak percaya.


"Iyaaa.. yang penting kamu senang. Memangnya kamu mau beli apa?" Bang Satria balik bertanya.


"Wisk*as. Anak Abang nih yang minta." jawab Lintar.


"Apaaa???? Nggak.. sampai kapanpun Abang nggak akan ijinkan kamu makan makanan itu. Jangan mimpi Abang bakal kabulkan..!!!!" Ubun-ubun kepala Bang Satria rasanya langsung berdenyut merasakan sensasi momong bumil cantik yang selalu membuatnya kalang kabut. "Adek kalau minta jangan aneh-aneh ya sayang. Baik-baik di dalam perut Mama.. Papa langsung biduran nih mikir adek..!!"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2