
IDA
Bulan pertama dimana Ida mulai bersekolah di kota Y. Jauh dari orangtuanya, dari sahabat-sahabatnya.. dari cowok yang dia sayangi.. awalnya begitu berat dia menjalani hidup sendiri.. tapi dia bertemu Alisa teman sekamarnya di asrama yang mampu menghilangkan sedikit rasa hampa di hatinya.
INI ADALAH AWAL DARI CERITA KESETIAAN DUA INSAN ITU DARI BERBAGAI UJIAN CINTA.. MESKIPUN DI ANTARA MEREKA TIDAK ADA IKATAN.. NAMUN AKANKAH MEREKA SETIA SEPERTI JANJI MEREKA DALAM HATINYA??
"Hallo.. kenalkan namaku Ida.. kamu siapa?" sapa Ida pada teman sekamarnya yang sudah lebih dulu menempati kamar itu sambil mengulurkan tangannya.
"Oh ya.. aku Alisa.. aku dari daerah S.. kamu dari mana?" kata Alisa menjabat tangan Ida.
"Aku dari kota M.. semoga kita bisa jadi teman.. karena aku baru datang" kata Ida tersenyum.. yang di balas senyum oleh Alisa.
"Aku juga baru kemarin dateng kok Da.. jadi belum berkenalan dengan lainya" sahut Alisa datar.
"Ooohhh.. baiklah aku mau merapikan bajuku dulu.. lemariku sebelah mana?"
"itu yang selatan.. yang Utara dah aku isi bajuku" tunjuk Alisa.
"Ok.."
Ida mulai membongkar kopernya.. mengeluarkan isinya dan menata di dalam almari yang sudah disediakan asrama.. lumayan biar kamarnya kecil tapi fasilitas sudah lumayan baik.. satu ranjang bertingkat.. satu almari dua pintu dan meja belajar.. kamar mandi dalem biarpun sempit tapi sudah lebih baik daripada ngekos.
setelah selesai dia duduk di kursi depan meja dan menata alat belajarnya.. lalu menuju ranjang menghampiri Alisa yang asyik main hp sambil tiduran..
"Minta nomornya Lis.. " Ida menyerahkan hpnya agar Alisa mengetik nomernya.. setelah di save ganti Ida yang miscll no Alisa.
"Kamu tidur atas ya Da.. soalnya aku takut ketinggian.. aku tidurnya nggak bisa diem.."ujar Alisa sambil tersenyum..
"Iya.. ndak apa.. biar aku bersihkan nanti" kata ida.. "Udah makan belum Lis.. aku laper"
"Belum.. lagi mager ini"
__ADS_1
"cari makan yuk..?" ajak Ida sedikit merajuk..
"Iya dech.. sekalian buat nanti malam"
Meskipun sedikit males Alisa beranjak juga dari kasurnya.. melangkah mengikuti Ida yang berada disampingnya.
Mereka keluar asrama mencari warung makan terdekat.. pesen makanan untuk dibungkus dan air mineral mau dimakan di kamar saja. Setelah membayar mereka kembali ke kamar.
*****
Waktu terus berjalan.. Ida punya teman semakin banyak ada cowok ada cewek.. Ida tipe gadis yang ceria dan mudah bergaul.. tanpa melihat derakat mereka.. yang penting bagi Ida dalam berteman itu ikhlas mau menerima dia apa adanya.. tapi yang paling dekat ya Alisa.. teman sekamarnya. Mereka saling berbagi dan juga bercerita tentang diri sendiri.. tentang keluarga sahabat yang sekarang berpisah untuk sementara waktu.
****
Dikelasnya yang di asuh oleh dokter Ridwan.. seorang dokter senior yang juga merangkap jadi dosen di universitas ternama di kota itu.. mereka memperhatikan apa yang dijelaskan oleh dokter Ridwan.
Dokter Ridwan terkenal tegas berwibawa.. sudah banyak anak didiknya yang sudah menjadi dokter dan perawat sukses. Bekerja di rumah sakit negeri maupun swasta.
Ida begitu memperhatikan penjelasan dari dokter Ridwan dengan seksama. Dia ingin menjadi asisten dokter saat Lulus nantinya.. syukur-syukur bisa sambil kuliah dengan biaya sendiri dan beasiswa. Dia mau meneruskan kelak di jurusan kedokteran.
Tapi ternyata ada temannya yang merasa iri padanya karena merasa tersaingi hingga membuatnya membenci Ida.. Edo nama temannya itu.. dia selalu saja mencari cara untuk menjatuhkan Ida didepan guru maupun temannya.. bahkan kadang menjahilinya..
Suatu hari saat akan praktek dilaborat dengan jahil Edo memasukkan katak di wadah media yang digunakan oleh Ida..
saat mereka sudah siap untuk praktek dan memperhatikan penjelasan guru dan disuruh memulai prakteknya.. Ida membuka wadah yang akan digunakan tapi... huuuppp.. ada katak yang melompat dari dalam wadah itu yang otomatis membuatnya terkejut dan berteriak histeris.. Ida geli pada katak.
"Aaahh... ahhh.. geli...!!!" teriak Ida histeris sambil melompat lompat..
"Ih kodok.. kodok.. " Alisa yang berada disampingnya ikut teriak dan melompat-lomuasana ruang laboratorium jadi heboh dan gempar karena katak itu terus melompat ke sana kemari..
"haha.. haha.. haha..." Edo yang melihat semua kekacauan itu tertawa menang melihat wajah Ida yang ketakutan.
__ADS_1
Setelah suasana reda Ida menoleh melihat tajam pada suara yang masih tertawa.. dia tahu kalau Edo yang ngerjainnya... ada amarah di dalam matanya tapi dia redam karena masih pelajaran.. sedang Edo hanya tersenyum sinis pada gadis itu yang terlihat wajah dan matanya merah menahan marah.
Setelah bel berbunyi dan waktu istirahat tiba.. tanpa aba\-aba Ida berlari mengejar Edo yang keluar ruangan.. lalu didorongnya tubuh Edo kesal.
"Heh cowok nyebelin.. apa salahku sampai kamu ngerjain aku!!" Bentak Ida sudah tak bisa mengendalikan amarahnya.. Alisa yang melihat sahabatnya itu marah segera menghampiri dan menenangkannya.
Edo yang merasa terusik berbalik melotot pada gadis itu..
"Heh.. cewek aneh.. apa buktinya kalau aku pelakunya.. kali aja tuh kodok lagi mau nelur di wadahmu" ujar Edo tak kalah kerasnya.
"Kan hanya kamu yang berani ngerjain aku!!!" Ida masih aja berteriak kesal.
"Kalau memang aku yang ngerjain kamu mau apa?" ucap Edo sinis... "mau ngadu sama guru.. aku nggak takut!!"
"Kamuuu..!!!" Ida hampir aja mau nampar wajah cowok yang sangat menyebalkan itu kalau saja Alisa tidak memeganginya..
"Udah Da sebaiknya kita pergi.. tidak perlu menanggapi Edo yang bikin kamu tambah emosi.." Alisa berusaha menarik Ida yang masih marah.
"Awas kamu cowok stress.. aku akan balas!!!" ancam Ida seraya melangkah pergi..
" aku tidak takut ancaman mu!!" tantang Edo.
****
Selesai jam sekolah Ida dan Alisa pulang keasrama dan beristirahat. Ida masih merasa kesal dengan ulah Edo.. juga kesal pada Alisa yang melarangnya memberi pelajaran pada Edo.
"Seharusnya kamu tadi jangan menahanku buat ngasih pelajaran pada cowok stress seperti dia Lis.." ujar Ida kesal banget.
Alisa menoleh pada gadis itu..
"Kalau kamu tadi menamparnya.. kamu bisa di skors karena berbuat kekerasan.. dan mungkin Edo tidak terima dan bisa mengerjai kamu lebih dari ini.. aku nggak mau kamu bermasalah dengan sekolah.. ingat cita-citamu" Jelas alisa pelan dengan sabar.
__ADS_1
"Iya Lis.. makasih ya" lalu Ida mendekati Alisa dan memeluknya..
"Itu gunanya sahabat.. harus saling menolong dan memperingati.." Kata Alisa membalas pelukan Ida.