Akankah Setia

Akankah Setia
wa"episode 19


__ADS_3

Keesokan harinya Ida sudah masuk kesekolah lagi. Dia berusaha untuk siap bertemu Edo.. dia akan merasa tidak terjadi apa-apa dengan Edo.. dia mau menetralisir hatinya agar bisa bersikap seperti biasa. Tapi apa bisa??.


Baru saja masuk kelas.. masih didepan pintu.. dia melihat Edo sudah memperhatikannya tanpa menoleh.. Ida menjadi salah tingkah.. dia merasa tereliminasi.. dia urung melangkah ke bangkunya di belakang Edo benar.. dia belok menuju bangku kosong di pojok kelas.. lalu duduk di sana.


Alisa mengernyitkan dahi melihat sahabatnya pindah bangku.. dia paham pasti Ida tidak nyaman dekat dengan Edo.. Alisa mendekati dan duduk di sampingnya.. dia tidak bertanya apapun hanya diam sambil membuka buku.


Sedangkan Edo ada rasa sedikit kesal melihat Ida menghindarinya.. padahal dibenaknya sudah tersusun rapi seperti naskah apa yang akan dia katakan nanti pada Ida saat mereka dekat.. tapi ternyata Ida masih begitu marah padanya.. dia merasa canggung.. lebih baik kalau dia masih bermusuhan dengan Ida.. dia bisa dengan bebas mendekati dan menjahili gadis itu sesuka hati tanpa rasa canggung..


Sesekali dia menoleh kearah Ida yang begitu cuek padanya.. tapi tak ada tatapan yang seperti biasanya saling menantang.. tapi sekarang tatapan Ida begitu dingin tanpa reaksi apapun.. ada rasa sesal dalam hati Edo kenapa semua terjadi seperti itu.. dia menyesal membuat kesalahan besar itu..


semua dia yang lakukan.. dia harus menanggung akibatnya.


Edo sama sekali tidak konsentrasi mengikuti pelajaran.. pikirannya hanya tertuju pada Ida..


saat istirahat dia mendekati Ida dengan ragu.. belum juga sampai Ida sudah menarik tangan Alisa mengajaknya keluar tanpa menoleh pada Edo.. terasa sakit hati Edo begitu di cuekin gadis itu.. tapi dia berusaha menahannya.. dia hanya mampu memandang punggung Ida dan Alisa yang keluar kelas.. tangannya mengepal menahan kesal.


Ida mengajak Alisa makan di kantin.. setelah memesan makanan mereka duduk di pojok kantin yang belum begitu ramai.


"Da.. kasian Edo kamu cuekin" kata Alisa pelan sambil memandang Ida.


"Please deh Lis nggak usah bicarakan dia!! nanti ilang nafsu makanku!!" jawab Ida dingin.


"Terserah kamu aja Da.." ucap Alisa mengalah.. dia tahu keadaan hati sahabatnya itu.."besuk aku pulang Da.. jaga dirimu disini..!" lanjut Alisa.


"iya.. Alisa sobatku yang paling cantik se asrama.. Alisa yang ciamik.." sahut Ida menggoda Alisa yang mengundang tawa renyah dua gadis itu.


****


Hari dimana semua murid kelas XII mendapat tugas untuk PKL terlihat mereka berpamitan untuk pergi ketempat PKL masing-masing, ada yang di dalam kota ada pula yang kedaerah pedalaman..


Begitu juga Alisa bersiap pergi ke tempat PKL yang ada di daerah kampung halamannya.. sedang Ida tetap tinggal di asrama karena dia PKL di klinik dokter Ridwan yang jaraknya tidak begitu jauh dari sekolah.. bisa di tempuh dengan berjalan kaki cuma sekitar 15 menit.


Setelah berpisah dengan Alisa.. Ida juga berjalan menuju klinik dokter Ridwan.. untuk menyerahkan surat lamaran untuk PKL. sekitar 15 menit dia tiba disana.. dia ketempat resepsionis dan menyerahkan surat lamaran itu.


"Siang mbak.. saya Ida yang mau PKL di sini.. ini surat surat dari sekolah" sapa Ida sambil menyerahkan map yang dia pegang..

__ADS_1


"Oh ya.. masuk aja ke dalam.. temanmu juga sudah ada disana" jawab mbak resepsionis itu agak ketus..


Ida melangkah masuk ke dalam sebuah ruangan seperti tempat penyimpanan obat obatan. Disana ada petugas obat bersama seseorang yang sepertinya anak PKL juga . tapi siapa??


"assalamualaikum.. selamat siang " sapa Ida ramah.


Tapi seketika wajahnya berubah melihat anak PKL yang bersama perawat itu.. sedikit terkejut tapi segera dia mencoba menguasai suasana kembali agar tidak terlihat gugup..


"Waallaikum salam.. kamu sudah datang.. baiklah karena kalian berdua sudah disini saya akan menjelaskan tugas kalian disini" jelas perawat itu.


"Nama kami Ida ya.. tugas kamu membantu memeriksa pasien sebelum ditangani oleh dokter.. ngecek suhu dan tekanan darah.. sedang kamu Edo kamu membantu di ruang obat ini mencatat resep yang keluar.. kalian paham kan??" jelas perawat itu pada kedua murid PKL itu.


Mereka mengangguk mengerti.. dan mulai mempersiapkan pekerjaan yang akan mereka lakukan.. Ida merasa sedikit lega karena berbeda ruangan dengan Edo..


jam 14.00 pasien mula berdatangan untuk berobat. Kesibukan mulai terlihat di klinik itu.


Memang klinik dokter Ridwan tidak pernah sepi pasien.. bahkan ada juga yang dirawat inap.


Ida dengan cekatan memeriksa tekanan darah dan suhu tubuh pasien yang sudah dipanggil.. senyum ramah dan sabar dia perlihatkan agar pasien merasa nyaman dengan pelayanannya.


capek rasanya.. seharian hanya duduk jarang berdiri.. gadis itu melemaskan otot-ototnya yang terasa kaku terutama di pinggang.


"Alhamdulillah.. tinggal beres-beres" batin hatinya sedikit lega


"Da.. sebelum pulang nanti kamu dan Edo temui saya dulu! beritahu Edo ya!" tegur dokter Ridwan setelah selesai memeriksa pasien terakhir.


"Oh.. iya Dok.." sahut Ida sambil membereskan semua perlengkapan.


Setelah selesai beres-beres.. Ida mencari Edo di ruang obat.. dilihatnya cowok itu masih merapikan dan membereskan ruangan itu.. petugas yang berjaga sedang keluar. Dengan ragu dan gugup Ida mengetuk pintunya.. Edo yang sedang sibuk tidak menoleh..


" tok.. tok.."


"ya.." sahut Edo masih belum menoleh..


" Do.. disuruh dokter Ridwan keruangannya!" kata Ida pelan..

__ADS_1


Edo yang mendengar suara itu seketika menoleh dan dilihatnya Ida ada di ambang pintu.. bibirnya sedikit tersenyum senang.


"Oh.. iya.. sebentar" kata Edo gugup.


Ida bergegas membalikkan badannya dan melangkah meninggalkan Edo yang masih terpaku melihatnya.. ada suatu rasa berdesir dihatinya melihat senyum Edo..


"edo kalau senyum manis juga " batinnya .. "ahh apaan sih.. " tepisnya lagi


Dokter Ridwan sudah menunggu kedua anak didiknya di ruang kerjanya..


"tok.. tok.." suara pintu di ketuk.


"masuk!" sahutan terdengar dari dalam.


Ida dan Edo masuk keruang kerja guru mereka itu yang terlihat beliau sedang duduk santai di kursinya.


" Duduklah Kalian" perintahnya.


"Maaf dok.. ada apa ya memanggil kami" tanya Edo memberanikan diri.


"Begini ya nak.. aku akan menjelaskan waktu kerja kalian di sini" ujarnya pelan.. "kalian masuk sekitar jam 11 siang tapi pulangnya setelah klinik ini tutup jadi pagi kalian bisa santai di asrama.. klinik ini tutup tidak tentu tergantung banyak sedikitnya pasien yang datang.. selain itu sebelum klinik buka kalian bisa membersihkan ruangan kalian.. meskipun kalian di sini PKL jangan khawatir kalian tetap saya kasih uang jajan tiap minggunya karena kalian bekerja.. jadi aku harap kalian bekerja dan belajar dengan sungguh-sungguh di sini.. manfaatkan waktu di sini sebaik mungkin!"


"baik dok.. terimakasih" sahut dua anak didiknya itu hampir serempak.


"Oya Do.. saya beri kamu tanggung jawab.. karena kamu cowok aku minta antar Ida dulu ke asrama putri sebelum kamu pulang!!" perintah dokter Ridwan.


"Ehh.. nggak usah Dok.. saya bisa pulang sendiri kok.. nggak perlu diantar.." timpal Ida cepat.. Dokter Ridwan menatapnya.


"Kamu cewek.. klinik tutup malam.. disini kota yang keras.. aku tidak mau terjadi sesuatu padamu.. dan ini perintah tidak boleh di bantah!!" suara dokter Ridwan pelan tapi terdengar tegas.. Ida hanya mengangguk pelan.


"Baik dok.. amanah dokter saya jaga sebaik mungkin!!" kata edo mantap..


Ada senyum tipis di bibirnya menatap Ida yang menoleh padanya.. pandangan mereka beradu.. dengan cepat dia mengalihkan pandangannya.. dia tidak mau terlalu terjerumus kedalam tatapan Edo.


"Kalau begitu kami pulang dulu Dok" pamit Edo yang di ikuti oleh Ida.

__ADS_1


Mereka berjalan keluar dari klinik menyusuri jalan aspal menuju ke asrama yang berjarak sekitar 1km. Jalan sudah terlihat sepi.. hanya terlihat beberapa kendaraan yang melintas.. malam semakin gelap.. hanya diterangi oleh cahaya lampu jalan.


__ADS_2