
Setelah kuncinya ketemu perlahan dia membuka pintunya.. di belakang pintu dilihatnya sesosok yang terduduk sambil memeluk lutut.. terdengar lirih suara tangis..
Dia jongkok di samping gadis yang menengadah wajah menatap dirinya.. wajah yang sembab basah penuh air mata.. ada rasa sesal di dalam hatinya..
"Edo.." suara lirih gadis dengan suara bergetar itu "aku takut.."
Edo merangkul menenangkan Ida yang masih ketakutan.. ada suatu rasa berdesir dalam hatinya saat merangkul gadis itu.. suatu perasaan yang aneh yang selalu mengganggu pikirannya selama ini..
Ida berangsur tenang dan rasa takutnya mulai hilang.. dia masih menyandarkan kepalanya di bahu Edo.. ada rasa aman didalam hatinya.. tapi.. dia sadari.. kok Edo bisa tahu dia di sini.. kok tiba-tiba Edo datang membuka pintunya.. Jangan-jangan semua ini ulah Edo.. segera dia mendorong tubuh Edo sampai cowok itu jatuh terduduk didepannya..
Edo yang masih menikmati momen dengan perasaan yang aneh itu terkejut ketika dengan tiba -tiba Ida mendorongnya dengan keras.. lalu menatap gadis itu yang terlihat marah..
"Da.." ujarnya pelan sambil bangkit mendekat kearah Ida
"Stop.. jangan mendekat!!" teriak gadis itu.. "Aku tau ini semua pasti ulahmu kan Do.. kamu yang mengunci aku di sini.. jadi kamu bisa tahu kalau aku di dalam.. iya kan Do!!" teriak Ida keras dengan air mata menetes di pipinya.
"Da maafkan aku.. aku tak bermaksud..."
"Kamu jahat Do.. kamu tidak tahu betapa aku ketakutan tadi.. aku takut gelap.. aku takut petir.. sekarang kamu puas kan..!!!" Ida masih teriak makin pecah tangisnya..
Edo seharusnya merasa puas dan menang karena sudah berhasil ngerjain Ida segitunya.. tapi bukan itu yang dia rasakan.. malah sebaliknya.. dia merasa sakit hatinya melihat gadis itu menangis.. sampai dia tidak bisa berkata apa-apa.. dan hanya mampu melihat gadis itu yang masih terus menangis.. ingin rasanya menarik gadis itu dalam pelukannya..
tapi tak mungkin.. gadis itu begitu marah..
"Apa sih sebenarnya salahku padamu Do..??
sampai kamu setega ini sama aku!!" Ida masih teriak dengan tersengal-sengal di sela tangisnya..
Edo makin merasa bersalah dan semakin sakit dihatinya.. tanpa dia sadari dengan refleks.. dia menarik tangan Ida kearahnya dan memeluk gadis itu..
Ida meronta saat tahu tubuhnya sudah dalam pelukan Edo..
"Lepaskan aku..lepas do!!!" teriaknya meronta.. tapi bukannya di lepas malah Edo makin mempererat pelukannya..
"Maaf Da.. maafkan aku!!" katanya pelan pada Ida yang masih berusaha lepas dari dekapannya..
Ida merasa lelah meronta-ronta.. tenaganya melemah dan dia mulai menyerah.. mulai diam dalam dekapan Edo dengan masih menangis..
__ADS_1
"Apa sebenarnya maumu Do..?? kenapa kamu tega sama aku?.. kenapa kamu begitu jahat padaku??" tanya Ida pelan di sela tangisnya.. sambil memukul mukul
dada Edo..
Edo masih diam memeluk Ida yang mulai tenang.. tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.. seakan pita suaranya tersendat sesuatu.. Dia bingung dengan apa yang mau dikatakan..
Ida yang merasa dekapan Edo mulai kendur dia segera mendorong tubuh Edo sampai cowok itu menabrak pintu..
"Apa yang kamu mau dariku Do.. segitu bencinya kamu sama aku.. kenapa Do?? kenapa!!" teriak Ida lagi..
"Karena aku suka sama kamu!!" refleks Edo juga ikut berteriak.. yang membuat gadis itu terdiam seribu bahasa.. terdiam dari tangisnya.. merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar..
"Aku suka sama kamu Da.." ulang Edo pelan saat melihat gadis itu diam terpaku..
Hening.. hanya ada suara rintik air hujan dan guntur yang memecah kesunyian diantara mereka..
Edo mendekati gadis itu.. diraihnya tangan Ida dan di genggamnya lembut.. ditatapnya wajah Ida yang masih sembab yang hanya terdiam..
"Da aku suka sama kamu.. aku sayang sama kamu.." ucap Edo lembut..
Sedangkan Ida masih diam penuh dengan rasa yang tidak karuan.. terkejut, benci, marah, seneng.. apa ia dia senang dengan pernyataan Edo padanya...????
Ditarik tangannya dari genggaman Edo.. lalu berlari cepat tanpa peduli..menembus gelap dan hujan meninggalkan Edo yang masih terpaku.. melihat gadis itu pergi tanpa satupun jawaban yang pasti...
Hati Ida dipenuhi dengan perasaan yang berkecamuk dalam dadanya.. dia bingung dengan apa yang harus dilakukan nanti..
Dengan baju basah kuyup.. dia masuk kamar yang tidak dikunci oleh Alisa.. dan langsung masuk kamar mandi dan kembali menangis sejadi jadinya.. dengan menekan suara agar tidak mengganggu penghuni asrama lainnya..
Alisa terbangun dari tidurnya saat mendengar pintu di buka.. dan baru sadar kalau dia lupa menyusul Ida kesekolah lagi.. dan sekarang udah hampir jam 10 malam.. hujan lebat dan mati lampu Ida baru saja pulang.. ada rasa bersalah..
Diketuknya pintu kamar mandi pelan..
"Da maaf.. aku tadi ketiduran.." tak ada sahutan dari dalam.. tapi Alisa mendengar suara tangis Ida lirih...
"Da.. kamu tidak apa-apa" tanya Alisa lagi sambil terus mengetuk pintu.."
"Da.. buka pintunya..!!" sentak Alisa sedikit khawatir dengan keadaan sahabatnya..
__ADS_1
Belum juga ada reaksi dari dalam yang menambah kekhawatiran Alisa.
"Da.. kalau kamu tidak buka aku bakal panggil petugas" ancam Alisa pelan..
Ida yang tidak mau membuat geger asrama akhirnya perlahan membuka pintu kamar mandi.
Alisa begitu prihatin melihat sahabatnya yang basah kuyup dan wajah sembab penuh air mata.. lalu memeluk tubuh basah Ida itu..
"Maaf Da.. aku lupa.. aku ketiduran" ucapnya pelan..
Ida hanya mampu menggeleng kepalanya pelan dan air mata masih saja mengalir di pipinya..
"Sebaiknya ganti baju dulu.. nanti kamu sakit.. biar aku buatkan minum panas" kata Alisa sambil mengambikan handuk untuk Ida.
Setelah membersihkan diri dan ganti baju.. Ida menghangatkan tubuh dengan minuman yang dibuatkan Alisa.. sedikit demi sedikit Ida mulai tenang..
"Maaf ya Da.. aku benar-benar ketiduran dan lupa mau nyusul kamu tadi.. perutku nggak enak rasanya.. nyeri karena dapat" kata Alisa minta maaf lagi..
"Ndak apa apa Lis.. bukan karena kamu" jawab Ida pelan tanpa expresi..
"Terus kamu kenapa seperti ini.. menangis histeris dan kenapa sampai semalam ini???" tanya Alisa penasaran dengan yang terjadi pada sahabatnya..
"Semua karena Edo.. Lis"
"Edo??? dia ngerjain kamu lagi?"
Ida mengangguk pelan.. sebutir bening meluncur lagi di pipinya..
"Aku di kunci dari luar oleh Edo.."
"Apa!!! keterlaluan si Edo.. " Alisa merasa kesal juga mengetahui sahabatnya di kerjain Edo.. "Tapi kalau tadi aku tidak ketiduran.. pasti tidak seperti ini.." Alisa masih merasa bersalah.
"Bukan salahmu Lis.. mungkin ini memang harus terjadi antara aku dan Edo" ucap Ida lirih.. "aku benci Edo.." menangis lagi..
"Apa yang sebenarnya terjadi..?? Edo tidak melakukan hal yang diluar batas kan??" Alisa menjadi khawatir akan sahabatnya..
"Tidak Lis.. aku dan Edo hanya bertengkar.. tapi.."
__ADS_1
"Tapi kenapa.. Edo memukulmu??"