Akankah Setia

Akankah Setia
episode 24


__ADS_3

Ilyas menunggu Ida yang masuk ke toilet wanita.. dia duduk di bangku taman depan toilet..


Tak berapa lama Ida keluar dari toilet dan menghampiri Ilyas yang sedang duduk sambil memperhatikannya.. senyuman mengembang di bibirnya menyambut langkah kaki Ida yang mendekat.


"Ayo Yas.. "ajak Ida..


"Kemana?" jawab Ilyas singkat.


"Kembali ke sana dong!" ujar Ida..


Bukannya berdiri tapi Ilyas malah menarik tangan Ida dan menyuruhnya duduk di sampingnya.


"Emangnya kamu nggak kangen sama aku ya sayang?" ucap Ilyas merajuk..


"Yas.. ini sekolah masa iya kita mau berduaan.. kalau ketauan bisa bahaya tau.." jawab Ida sambil tersenyum..


"Mereka sedang fokus ke acara.. biarkan aku melepaskan rinduku padamu.. kita disini saja ya?" pinta Ilyas melas..


Ida tidak mampu menolaknya.. karena sebenarnya dia juga punya keinginan yang sama..


" iya deh.. tapi kalau dicari gimana?" ujar Ida dengan rasa khawatir..


"Tenang aja.. nanti acaranya sampai habis makan siang kok" ucap Ilyas menenangkan hati gadis yang dia sayangi..


"Yas.."


"hemmm"


"Kok kamu tadi bisa ngenali aku..? sedang aku kalau kamu nggak nanya dulu.. aku pangling sama kamu.." tanya Ida.


"Sejak melihat kamu keluar dari bis aku sudah tahu dirimu.. aku takkan lupa wajahmu sayang.. kamu itu yang sudah lupa sama aku.. jangan-jangan disana kamu sudah punya pacar ya?" ucap Ilyas menyelidik..


Ida yang mendengar tertawa kecil..


"Kalau iya emang kenapa.. ? kamu cemburu?"


"Ya iya lah.. jelas aku cemburu!" sahut Ilyas ketus.. lalu menatap gadis didepannya.. "apa ada cowok lain dihatimu sekarang?" tanyanya lirih..


Ida tersenyum melihat wajah cowok didepannya itu yang penuh rasa penasaran..


lalu diperlihatkan jam yang melingkar dipergelangan tangannya..


" Yas.. jika aku sudah punya pacar.. jam ini akan aku lepaskan.. "


Ilyas tersenyum lebar.. sambil menggenggam tangan Ida dengan lembut.. lalu mengecup kening Ida lembut..


"Yas.. nggak boleh.. ini sekolah" Ida menghindar kebelakang sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Sayang.. rasanya aku ingin membawa kamu pergi dari sini.. aku ingin menghentikan waktu ini" kata Ilyas datar..


Ida yang mendengar hanya tersenyum..

__ADS_1


"Yas.. semua itu tidak perlu.. kita jalani saja takdir ini seperti air yang mengalir.. bila kita ditakdirkan berjodoh.. suatu saat kita pasti bersatu"


"Iya.. aku tahu itu Yank.. tapi aku ingin lebih lama lagi bersamamu saat ini" kata Ilyas berharap lebih...


"Yas bagiku bisa bertemu dengan kamu sebentar saja sudah membuat aku bahagia..


setelah ini entah kapan lagi kita bisa bertemu.." Ida pun sebenarnya enggan untuk berpisah lagi dari Ilyas.. tapi mau gimana lagi.. dia harus bisa mewujudkan cita-cita..


"kita bisa berhubungan lewat hp kan!!" kata Ilyas kemudian berharap Ida mengabulkan keinginannya itu.. karena selama ini Ida yang melarang mereka berhubungan.


"Tidak boleh Yas.. aku tidak mau konsentrasi kita terganggu.. kita harus fokus belajar dulu.. untuk masa depan kita serahkan saja pada Alloh.. bila nanti kita ada jodoh pasti bersatu juga.. bila tidak.. ya mungkin Alloh telah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kita masing-masing.." jelas Ida agar Ilyas tidak tersinggung..


"Kamu masih sama keras dan teguh pada prinsipmu sayang.. itu yang membuat aku tak bisa melepas mu!!" puji ilyas yang membuat wajah Ida merah..


Ingin rasanya Ida menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Ilyas.. tapi diurungkan niat itu takut ada yang melihat mereka.. Dia mengalihkan pandangan kearah lain..


"Yas.. disini banyak cewek cantik.. kenapa kamu tidak mencoba membuka hatimu?" tanya Ida pelan..


Ilyas mengeratkan genggaman tangannya..


"Sayang untuk saat ini dirimu tak akan terganti.. tapi nanti aku juga tidak tahu"


"Yas.. aku tidak mau memberi harapan dan mengikatmu.. jika nanti kamu bertemu seseorang yang mampu menarik perhatianmu.. kejar dan perjuangkan dia" ujar Ida pelan meski hatinya terasa sakit dan tak rela..


"Yank.. kamu masih meragukan kesetiaanku?"


"Yas.. kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.. ? aku tidak mau diantara kita kecewa!!" kata Ida menundukkan kepalanya.


"Sayang.. jika Alloh masih menjaga hatiku hanya untukmu aku akan berjuang untuk itu..!" ujar Ilyas pelan tapi pasti..


Ada senyum yang merekah di bibir mereka.. meskipun tidak dipungkiri ada rasa khawatir di hati..


"Sudahlah Yank.. jangan memikirkan masalah nanti kita serahkan semua pada Alloh.. yang penting sekarang kita bahagia dulu.. aku kangen banget sama kamu" bisik Ilyas ditelinga Ida.. sontak membuat Ida merinding dan pipinya merah merona.


'Yas.. jangan goda aku terus!" ucap Ida manja.. yang membuat Ilyas makin gemes..


Kalau tidak ingat ini sekolah.. sudah pasti dia meluk Ida.. menciumnya.. dan tak akan dilepaskan lagi... untung aja masih sadar..


Kedua sejoli yang sedang melepas rindu yang selama ini terpendam itu larut dalam obrolan.. disela dengan canda dan tawa..


Di dalam rombongan yang masih berkeliling di sekolah itu terlihat Alisa memutar pandangan mencari keberadaan sahabatnya yang dari tadi tidak kelihatan.. pamitnya ke toilet kok lama banget nggak nongol..


Lalu Alisa mendekati seorang anggota peleton yang memandu mereka berkeliling..


"maaf mas.. boleh tahu toilet dimana?" tanya Ida agak gugup melihat senyum dari cowok itu..


"Ada di belakang gedung ini mbak.. tapi jalannya memutar" jawabannya ramah..


"oo gitu zza.. " Alisa terlihat bingung..


"Biar saya antar.. boleh?" tawar cowok itu..yang disambut anggukan kepala oleh Alisa..

__ADS_1


"Terimakasih.."


Alisa dan cowok itu berjalan beriringan..


melewati koridor sekolah..


"Gimana rasanya mas.. jadi taruna?" tanya Alisa biar tidak canggung..


"Panggil saja Zaki.." kata cowok itu sambil mengulurkan tangannya.


"Alisa.." sambil menyambut uluran tangan dari cowok itu sambil tersenyum..


"Sekolah di sini ada enaknya tapi juga banyak nggak enaknya" jawab Zaki datar..


"lho kok gitu?"


"Ya gitu deh.. enaknya kita disini dilatih disiplin dan kuat.. tidak enaknya semua diatur.. dari bangun tidur sampai tidur lagi..


kalau mau keluar harus ijin meskipun itu dihari libur..."


"Ooo.. begitu.. ngomong-ngomong kamu asli sini ya Zak?"


"Bukan.. aku dari kota S.. kamu sendiri?" tanya balik Zaki..


"Sama dong.. aku juga dari sana.. " jawab Alisa antusias..


Tak terasa mereka sampai di depan toilet.. Alisa celingukan nyari Ida.. dia masuk ke toilet tapi tidak menemukan Ida.. lalu keluar lagi.. Zaki yang menunggu di depan heran dengan tingkah Alisa..


" Kok cepet banget?" tanya Zaki penasaran..


"Aku kesini nyari temenku.. tadi pamit ke toilet.. hampir sejam nggak balik.. aku takut dia nyasar.. !!" kata Alisa khawatir


" Mungkin lagi keliling tempat lain kali" ucap Zaki datar..


"Mungkin juga.. karena tadi dia juga diantar oleh anak taruna.. mungkin di ajak berkeliling" sahut Alisa kemudian..


Hingga pandangannya tertuju pada dua orang yang sedang duduk di bangku taman.. dia melihat dua orang itu sedang ngobrol begitu akrab.. dan dia tidak pangling kalau yang cewek itu Ida sahabatnya..


"lha itu mereka..!" seru Alisa langsung melangkah mendekati dua orang itu yang di ikuti Zaki dibelakangnya.


Dua orang itu belum menyadari ada orang yang mendekat... masih asyik ngobrol.


"Yank.. setelah lulus kamu mau nerusin kemana?" tanya Ilyas yang masih menggenggam tangan Ida.


"Aku mau nerusin ke kedokteran atau Akper.. tapi aku pengen cari beasiswa dan sambil kerja.. kamu sendiri?" Ida balik bertanya..


"Aku pengen langsung transfer ke taruna AD"


"Bagus deh.. tapi ntar kalau dah lulus dari AD kamu dikirim ke Irian.. " kata Ida ada rasa khawatir.


"Sayang.. meskipun aku jauh darimu.. kamu tetap selalu ada di hatiku" kata Ilyas menghilangkan kekhawatiran Ida.

__ADS_1


"Apa... !! Sayang!!"


__ADS_2