
Suara adzan subuh menggema.. Ida yg sudah terbiasa bangun pagi segera beranjak dari peraduannya yg begitu hangat. Bergegas pergi ke kamar mandi cuci muka dan gosok gigi dan diteruskan ambil air wudhu..
Keluar kamar sudah mengenakan mukena.. berjalan menuju musholla kecil di depan rumahnya.. Disana sudah menunggu bapak, ibunya, adiknya juga beberapa karyawan yang bekerja di pabrik kerupuk bapaknya yg menginap di sebelah rumah mereka. Ya karena pabrik kerupuk bapaknya cuma di sebelah rumah.
Setelah selesai sholat subuh berjamaah.. Ida membantu ibunya masak di dapur.. karena mulai hari ini dia jarang masuk sekolah.. tinggal nunggu ijasah.
"Masak apa buk?" tanya Ida yang melihat ibunya mulai sibuk menyiapkan bahan.
"Masak nasi goreng daging aja dulu.. soalnya ibu belum belanja"ujar ibunya.
"iya buk..."
" Nanti abis ini kamu bantuin ibuk bersih-bersih rumah ya nak.. ibuk mau belanja ke pasar sekalian cari bahan baku kerupuk" pinta ibunya
"Siap buk...!!!"seru Ida semangat sambil tangannya di dahi..
Sang ibu tertawa melihat tingkah putrinya itu sambil mengacak rambutnya gemes.. mereka tertawa bersama..
"Buk nanti Ida jadi pergi zza...?"ujar Ida manja.
"Boleh... yang penting tugasmu beres dan ingat kata bapak.. tidak boleh kesorean!!"
"Iya ibuku sayang.." sahut Ida sambil mencium pipi sang ibu.
"Dah manteng.. bantu ibu nyiapin di meja.. terus panggil bapak dan adikmu buat sarapan" perintah ibunya.
"Lha bapak kemana buk?"
__ADS_1
"Bapakmu tadi ke sebelah.. adikmu main sepeda di depan paling" ujar ibunya.
Ida mencari bapak dan adiknya dan disuruh buat sarapan. Mereka sarapan di selingi dengan canda tawa dan saling bertanya.
****
Ida menyelesaikan tugas yg diberikan oleh ibunya. Semua sudah beres tinggal buang sampah dan membakarnya di belakang rumah. Setelah semua selesai gadis itu istirahat sejenak sambil minum.. dihampiri televisi dan menyalakannya.
Rumah sepi.. ibu dan bapaknya pergi ke pasar belanja, adiknya Revan sekolah, tinggal dia sendirian. Dilihatnya jam dinding sudah menunjukkan pukul 09.15.
"Duh.. dah jam segini ntar aku telat.. belum mandi lagi.." gumamnya sambil beranjak masuk ke kamarnya dan mandi.
Setelah siap gadis itu segera berangkat untuk memenuhi janjinya pada Ilyas.. dan sebelumnya pamit dulu pada salah satu karyawan bapaknya kalau nanti kedua orangtuanya mencarinya.
****
Kakinya melangkah menuju pelataran candi dimana tempat dia janjian bertemu dengan ok Ilyas. Dihati dia berdebar dengan kencang.. ada rasa bahagia.. cemas.. gugup campur jadi satu.. keceriaan yg selalu ada diwajahnya tertutup dengan rasa penasaran.
"Kira-kira apa yang akan Ilyas bicarakan?" tanya dalam hati makin penasaran.. "mungkinkah dia mau nembak aku.. tapi..." pikiran dan hatinya berkecamuk tak karuan.
sampai suara seseorang mengagetkan..
"Sudah lama kamu sampai Da?" suara yg begitu dikenalnya itu mengagetkan dan membuat gugupnya makin bertambah..
__ADS_1
"E..em belum.. baru aja sampai kok" jawab Ida gugup tanpa melihat yang empunya suara.. "mau masuk apa disini aja?" tanyanya setelah bisa menguasai diri.
" Masuk lah.." ujar Ilyas seraya berjalan sambil meraih tangan Ida dan menggandengnya.
Ida sedikit memejamkan mata tak percaya kalau tangannya berada digenggaman cowok yang disukainya. Ada rasa penas yang menjalari tubuhnya.. hatinya berdebar hebat.. tapi dengan sekuat tenaga dia mencoba menetralisir keadaan dalam dirinya.
Setelah membayar tiket mereka masuk ke area candi. Berjalan bergandengan tapi saling diam tak ada satupun kata yang keluar dari bibir mereka. Tapi dalam hati mereka masih berkecamuk banyak perasaan yg tak menentu.
"Mmm... maaf Yas sebenarnya apa yang mau kamu omongin?" tanya Ida penasaran memecah kesunyian diantara mereka.
Ilyas masih diam dan membimbing tangan Ida mengikuti langkahnya. Dia berhenti di bawah pohon yang lumayan rindang di belakang candi dan agak sepi dari para turis... lalu dilepaskan tangan Ida dan dia duduk di bawah pohon itu.
"Duduklah sini" ujarnya yang melihat Ida cuma berdiri didepannya..
Sedikit gugup gadis itupun duduk di samping Ilyas. Lalu meluruskan kakinya untuk mengurangi ketegangan didalam hatinya.
" Ok.. sekarang aku sudah duduk.. katakan apa maumu?"tanya gadis itu lagi berusaha untuk menatap wajah cowok di sampingnya.
Ilyas menarik nafas panjang menghilangkan semua keraguan dan kegugupan yg juga tak kalah menyelimuti hati dan pikirannya.. "tapi aku harus kuat.. aku pasti bisa karena aku cowok.."batinnya meyakinkan dan menenangkan diri.. lalu menatap gadis didepannya lekat.
"Da.. aku ingin bersamamu" kata Ilyas pelan tapi pasti..
"Mmmaksutmu..?"tanya Ida sedikit bodoh karena rasa gugup yg makin menutupi hatinya karena Ilyas menatap dirinya.
"Da.. mungkin ini saatnya aku bicara padamu tentang perasaanku.." Ilyas menarik nafas lalu melanjutkan bicaranya sambil meraih tangan gadis didepannya..
"Sudah lama aku ingin bilang sama kamu kalau.. AKU SUKA KAMU.." kata Ilyas pelan tapi pasti mengungkapkan isi hatinya yang selalu di pendam ya pada gadis didepannya.
__ADS_1