Akankah Setia

Akankah Setia
episode 26


__ADS_3

"Yas.." suara Ida masih bergetar.. dan melihat Ilyas dan Edo tersenyum..


"Sayang.. baru kali ini aku dengar kamu panggil sayang sama cewek cil..!" goda Edo..


"Sssttt.. diam deh dut..!!" ujar Ilyas.. "yank kamu tidak apa-apa kan?" Ilyas mencoba menenangkan cewek tersayangnya..


"Kalian saling kenal?" tanya Ida masih dengan tatapan yang shok


"Iya sayang.. tenanglah.. aku tidak mungkin berkelahi di sekolah.. nanti bisa di scors" Ilyas masih menenangkan Ida.. lalu menarik Ida di pelukannya.. dan mengusap kepalanya..


Ida mulai tenang dan mulai bisa mengendalikan dirinya..


"Kamu membuat aku takut Yas!" kata gadis itu pelan..


"Jangan takut lagi.. aku tidak apa-apa"


"Ehemmm ehemmm.. aku bisa cemburu nih..!!!" teriak Edo dari depan mereka " Kalian pikir aku nyamuk di sini yang tak terlihat.. aku manusia woyyy.. nyadar dong!!" kata Edo kesal..


Ida sadar dan melepaskan diri dari dekapan Ilyas.. sedang Ilyas tetap tenang dan santai aja.. bahkan dengan santai dia menggandeng tangan Ida dan melangkah meninggalkan Edo..


"Hei cil.. mau kemana?" teriak Edo melihat Ilyas melangkah pergi seraya membawa Ida.. dan Edo mengikuti mereka.


"Dah jam makan siang dut! kita makan!!" ujar Ilyas datar..


Ida menghempaskan tangan dari genggaman Ilyas.. lalu berhenti.. Ilyas sontak membalikkan badan dan menatap gadis yang berhenti mengikutinya dengan tatapannya yang penuh dengan pertanyaan.. hanya dengan melihat dan tanpa suara dari gadis itu Ilyas paham akan maksutnya.. lalu mendekati gadis yang terdiam itu.. Edo pun ikut berhenti disampingnya.


"Sayang kita makan dulu!!" kata Ilyas lembut meraih tangan Ida.. tapi gadis itu menghindari dengan masih diam.. Ilyas menghela nafas.. dia tau maksud gadis itu..


"Dut.. kamu yang mulai masalah ini kamu juga yang harus selesaikan!!" ujar Ilyas pada Edo..


" lho kok aku??" sahut Edo dengan nada bodoh.. tapi begitu melihat tatapan tajam Ilyas dia terus mengalah.. "Iya.. iya.." lalu Edo menatap Ida..


"Begini za Da.. sebenarnya aku dan kecil.. maksudku Ilyas itu sepupu.. ibuku kakak bapaknya Ilyas.. kalau ketemu aku memang senang menggodanya karena sifat dinginnya itu.. kami jarang bertemu karena kami tinggalnya beda kota.." Edo berhenti mengambil nafas.. "Aku heran tadi saat aku lihat dia disini.. aku nggak tahu kalau si kecil sekolah disini.. dan tanpa sengaja dari tadi aku memperhatikan kalian yang sembunyi-sembunyi bergandengan tangan.. makanya aku jahil ngerjain dia lewat kamu.. ternyata oh ternyata.. drama juga kalian zza.." lanjutnya sambil tersenyum ngejek.

__ADS_1


"Sudah jelas sekarang kan Yank?" tanya Ilyas.. Ida mengangguk pelan "kalau gitu senyum dong.. jelek tau kalau cemberut" lanjutnya sambil mencubit hidung gadis itu..


"Ih.. sakit Yas.."


"Heran aku sama kamu cil?" ujar Edo.. "Orang sedingin kamu bisa mencair begini sama cewek.. ??"


"Cuma sama Ida doang!!" tegas Ilyas.. tapi dia melihat tatapan Ida menyelidik kearahnya.. "Beneran sayang cuma sama kamu doang!!" Ilyas menjelaskan


"Aku percaya kamu Yas.." jawab Ida sambil tersenyum melihat kejujuran Dimata cowok itu.


"Pantesan aja Cil.. gara-gara kamu Ida nolak mentah-mentah aku.. ternyata dia pacarmu" gerutu Edo


"Kita nggak pacaran!!" jawab kedua sejoli itu kompak.. membuat Edo terkejut sekaligus heran..


"maksud kalian..???" tanya Edo terlihat bodoh atau di bodohi.." hhhaaahhha.. nggak pacaran kok panggilnya sayang.. haduuuuhh.."


"Kita emang nggak pacaran Dut.. cuma aku dari dulu manggil Ida itu 'SAYANG'.. dia nggak mau pacaran sebelum bekerja" jelas Ilyas..


"Terus kenapa kalian begitu mesra??" Edo lagi- lagi penasaran.


"Kalian gila.. aku juga bisa gila kalau terus mikir kalian!!" Edo menepuk jidatnya sambil berjalan..


Ilyas meraih tangan Ida dan melangkah dibelakang Edo yang sudah puyeng mikir hubungan Ilyas dan Ida yang rumit tak jelas..


"Makasih ya Yank" bisik Ilyas..


"Buat apa Yas..?" tanya Ida heran..


"Buat menjaga hatimu dari cowok lain" bisiknya lagi yang di balas senyuman gadis itu..


Mereka bertiga sampai di ruang makan yang biasa digunakan untuk makan para siswa taruna.. Ida segera melepaskan genggaman sebelum dilihat yang lainnya.. lalu mencari-cari sahabatnya.


Terlihat Alisa duduk sambil menikmati makanan bersama teman temannya.. Ida hendak mendekat tapi di tahan Ilyas..

__ADS_1


"Ambil makan dulu!" bisik Ilyas


Ida mengangguk dan mengambil makanan mengikuti Ilyas..


"Makanlah denganku Yank" bisik Ilyas lagi..


" tapi nggak enak sama yang lain.." bisik Ida mencoba menolak..


"Biarin aja.. tu si gendut" Ilyas mengajak Ida gabung ke mejanya Edo.


Mereka berdua duduk didepan Edo yang mulai asyik menikmati makanan.. tanpa menghiraukan keduanya yang duduk didepannya..


Tanpa berbicara, mereka menikmati makanan yang ada di piring masing-masing.. sesekali Ilyas memandang wajah gadis disampingnya itu dengan senyum.. ada rasa yang begitu bahagia dalam hatinya bisa bersama dengan gadis yang selalu di rindukan selama ini.


Ida yang merasa diperhatikan jadi salah tingkah..


"Yas.. jangan pandangi aku seperti itu!" bisik Ida.. Ilyas hanya tersenyum sambil mengunyah makanannya.. dan masih saja tak henti memandang gadis itu.


"Da.. sikecil tu dah gila!" sahut Edo menggoda.. yang di goda masih cuek aja.


"memang.. gila karena kamu!" ujar Ilyas datar sambil melihat Ida yang wajahnya mulai merona dan tersipu malu..


"Haduuuuuuhhhh.. jadi bucin juga ni anak.." gerutu Edo heran dengan tingkah adik sepupunya itu.


Gimana nggak heran, Ilyas yang dari dulu sedingin es.. kata katanya datar mulu.. selalu tegas dan termasuk pendiam.. bisa luluh, romantis, lembut dan tergila gila hanya oleh gadis bernama Ida.. ajaib benar.


Waktu makan siang dan istirahat sudah selesai.. tiba waktunya acara terakhir yaitu acara perpisahan.. mereka berkumpul di aula sekolah menyampaikan kata terimakasih dan perpisahan yang diwakili oleh guru pembimbing.


Ada rasa tak rela Ilyas harus melepaskan gadis yang disayangi.. entah nanti berapa lama lagi mereka akan berjumpa.. seminggu, sebulan, setahun ataukah bertahun-tahun lagi mereka akan bersatu lagi seperti hari ini.. dan yang menjadi kekhawatiran.. apakah hati mereka masih sama ataukah sudah ada lainnya yang mengisi???..


Dari kejauhan dia menatap wajah Ida tanpa berpaling.. mau tidak mau dia harus melepaskan gadis itu lagi.. meskipun dalam hati dia berontak..


Begitu pula dengan Ida yang begitu sedih harus berpisah lagi dengan Ilyas.. sehari dia mendapatkan kehangatan, kasih sayang , kebahagiaan dan terasa paling istimewa dari cowok idamannya.. sekarang harus berpisah lagi untuk waktu yang tak dapat di prediksi..

__ADS_1


menangis dalam hatinya.. tapi itu semua sudah jadi tekadnya.. dia harus mampu berjuang.. meskipun takdir Alloh yang menentukan.. hanya bermodalkan kesetiaan dan keteguhan hati.


__ADS_2