Akankah Setia

Akankah Setia
episode 23


__ADS_3

"Aku nggak bodoh Alisa sayang"


"Da.. Edo itu anaknya keren.. pinter.. humoris.. ganteng lagi" Alisa bicara sambil membayangkan wajah Edo..


"Kamu suka padanya ya?.. ah.. jangan-jangan kamu cemburu dong!" goda ida sambil tersenyum genit yang membuat Alisa jadi salah tingkah..


"Ihh.. ya nggak lah.. masa aku cemburu sama kamu" wajahnya memerah malu..


"Ketahuan nih.. Alisa suka Edo.. " Ida masih terus menggoda sahabatnya itu yang wajahnya makin merah karena malu.. "Aku comblangin aja ya say.."


"Ihh.. Ida nggak lucu deh.. "


"Tapi suka kan??" tanya Ida masih terus menggoda.


"nggak!" sahut Alisa ketus..


"Iya juga boleh kok.." Ida tertawa kecil melihat sahabatnya makin kesel..


"Udah deh.. ayo cari makan aku laper" ajak Alisa menghindari godaan Ida yang makin jadi..


Mereka pergi keluar asrama mencari makan di warung terdekat.. yang selalu jadi langganan mereka.. maklum harganya yang pas di kantong anak sekolah...


*****


Hari terus berganti waktu terus berlalu.. tahun ajaran pun sudah berakhir.. sudah kenaikan ke kelas XII.


Mereka mulai fokus dalam menghadapi untuk ujian nasional.. jadi kegiatan mulai dikurangi hanya fokus untuk menghadapi UN..


"Assalamualaikum.. selamat pagi anak-anak!"


sapa guru yang baru masuk ke kelas..


"waallaikum salam..!"


"selamat pagi pak guru..!" jawab mereka serempak.


"Ada kabar bagus.. untuk mengurangi ketegangan sebelum kalian menghadapi UN sekolah akan mengadakan study banding ke SMA TN.. agar kalian bisa tau juga kegiatan disekolah itu..!"


"Asyiiiiikkk....!!" teriak para murid dengan gembira..


"Bisa liat cowok-cowok keren dan macho dong!" ujar para cewek tersenyum lebar..


"Dasar cewek.. yang dipikirkan cuma cowok-cowok mulu..!" ujar para cowok.


"Ok.. anak-anak persiapan keberangkatan besuk lusa ya.. berkumpul di lapangan jam 6 pagi.. jangan ada yang tertinggal..!"


"Siaaap pak guru..!"


"Sekarang kita mulai dengan pelajaran hari ini!"

__ADS_1


Mereka bersiap belajar dengan mengeluarkan buku.. dan mendengar penjelasan dari guru..


****


Hari yang dinanti tiba.. para murid kelas XII sudah berkumpul di lapangan.. melakukan apel dan absen terlebih dahulu.. sambil menunggu bis yang akan membawa mereka menuju SMA TN di daerah kota sebelah..


Terlihat wajah gembira dan antusias para murid itu. Begitu bis datang mereka berebut buat masuk bis jangan sampai kehabisan tempat duduk..


Ida dan Alisa dapat tempat duduk di tengah.. tepat di depannya ada Edo dan Soleh..


"Da.. sana kan kampung halamanmu kan?" tanya Alisa.


"Iya.. tapi jauh dari rumahku Lis.."


"Ya nggak bisa mampir jumpa camer donk!" seloroh Edo dari kursi depan..


"Yeee.. siapa juga yang mau punya mantu kamu.. " sahut Ida sambil noyor kepala Edo dari belakang yang disambut tawa yang lain.


Hampir 2 jam perjalanan akhirnya sampai juga di tempat tujuan.. mereka turun di lapangan sekolah itu.. setelah semua turun mereka berjalan menuju halaman sekolah yang disambut dengan musik drumband dari sekolah itu.. terasa sambutan yang formal..


Ida tidak tahu dan tidak menyadari ada sepasang mata yang memandangnya sejak tadi dengan tatapan kerinduan.. ingin rasanya dia berlari dan memeluk gadis itu yang selalu dirindukannya.. kalau saja dia tidak ingat kalau ini sekolah pasti itu akan dia lakukan... sebenarnya dia sendiri terkejut saat melihat gadis itu ada diantara mereka.. begitu berbunga hatinya sehingga tatapannya tak lepas dari gadis itu..


"akhirnya sayang aku bisa melihatmu lagi.. aku kangen sekali.." batin Ilyas berteriak..


Sedangkan gadis yang dia tatap sama sekali tidak menoleh bahkan menyadari kalau disana ada cowok yang selalu dia rindukan.. memang Ida tidak tahu kalau Ilyas sekolah di sana..


"Da.. ih cowoknya keren-keren ya!" ujar Alisa bersemangat..


"Berenang sambil minum air Da.. sekalian cari kenalan.. "


"Terserah kamu deh Lis.. nggak jadi naksir Edo kamu" godanya lagi..


"Ihh.. siapa juga yang naksir sama Edo..!! siapa tahu aku bisa dapat cowok anak taruna yang gagah..!!"katanya antusias..


Ida hanya tersenyum mendengar kata-kata sahabatnya itu.


Setelah acara sambutan selesai.. mereka di antar berkeliling sekolah oleh anggota peleton dan memperlihatkan kegiatan sekolah itu..


Ida masih belum sadar kalau yang mengantarkan mereka itu diantaranya ada Ilyas.. dia asyik memperhatikan setiap ruangan dan fungsinya dari sekolah itu.. sampai dia merasa mau ke belakang.. tapi tidak tau arahnya.


"Lis aku kebelet nih.. !" bisik Ida pada Alisa..


"Ke toilet dong da.. masa mau disini!"seloroh Alisa yang bikin Ida kesal..


"Tau kali Lis!! tapi dimana?"


"Tanya dong tuh sama cowok itu.." tunjuk Alisa pada cowok yang mengantar mereka berkeliling dengan dagu.. "cepetan.. keburu beser di sini ntar.. !!"


Dengan ragu Ida mendekati cowok dengan seragam taruna yang berdiri tegak di luar ruangan..

__ADS_1


"maaf mas mau tanya toilet di mana ya??"


Cowok itu menoleh kearah Ida.. Ida merasa tidak asing dengan wajah itu.. tapi siapa??


cowok itu tersenyum padanya.. Ida masih memandang wajah itu dengan rasa penasaran.


"Mari aku antar.." jawab cowok itu sambil berjalan.. Ida mengikuti dibelakang.


"Apa kabarmu sayang??" tanya cowok itu setelah mereka berjalan ditempat yang agak sepi.. tanpa menoleh kebelakang dimana gadis itu mengikutinya.


Betapa terkejutnya gadis itu dengan pertanyaan yang dilontarkannya cowok di depannya.. gadis itu terpaku di tempat..


"Ilyas.." gumamnya


ada rasa tak percaya dia bisa bertemu dengan Ilyas di sana.. tak terasa air mata bahagia meluncur di pipinya.. sudah hampir 3 tahun mereka berpisah tanpa kabar berita dengan tiba-tiba mereka bertemu di tempat itu..


Ilyas yang menyadari langkah gadis itu berhenti mengikutinya menoleh dan melihat gadis itu diam terpaku jauh di belakang.. lalu dia melangkah mendekati gadis itu yang masih terlihat ada rasa terkejut diwajahnya..


Ditatapnya mata yang sendu dan basah itu.. diusapnya air mata di pipi gadis itu..


"Kenapa menangis sayang??"


"Ilyas.." hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutnya yang bergetar.. tangisnya semakin menjadi..


Cowok itu jadi bingung sendiri.. melihat gadis didepannya menangis..


"Jangan menangis sayang.. kumohon.. aku tidak suka melihat air matamu" bujuk Ilyas sambil memegang kedua pipi Ida yang semakin basah.. lalu menarik tubuh Ida dalam pelukannya.. untung aja ditempat sepi..


Ida makin erat memeluk cowok itu dan masih menangis.. ada suatu rasa yang selama ini terpendam keluar sudah.. ya rasa kangen yang selalu dipendamnya sekarang terbayar sudah.. mereka berdua berpelukan sesaat melepaskan kerinduan yang selama ini terpendam..


Ilyas melepaskan pelukannya takut ada yang melihat.. lalu ditatapnya wajah gadis itu dan menghapus air mata yang membasahi pipinya..


"Sudah sayang jangan nangis lagi.. kalau ada yang lihat dikira nanti kamu aku sakiti??" kelakar Ilyas sambil tersenyum..


"Jangan panggil aku sayang..malu!!" kata Ida merajuk manja..


"Aku akan memanggil 'SAYANG' terus sampai kapan pun?" kata Ilyas sambil mengusap kepala Ida yang terbungkus jilbab..


"jadi ke toilet tidak ini.. atau mau peluk aku terus?" goda Ilyas sambil tersenyum..


"ihh Ilyas.. itukan maumu?"


"Kamu juga kan.. sayang??" bisiknya ditelinga Ida yang dibalas cubitan di pinggang cowok itu..


"Cepetan Yas.. dah nggak tahan nih!" Ida berjalan sambil menarik tangan Ilyas menuju toilet..


"Nggak tahan apa sayang?" goda Ilyas lagi..


"Ya pipis lah.. emang apa?? pikiran kamu jorok deh!!" sahut Ida kesal..

__ADS_1


Ilyas hanya tertawa kecil mendengar kata-kata Ida.. sungguh tidak di duga bakalan bertemu dengan gadis kesayangannya saat ini.. serasa dia ingin menghentikan waktu agar bisa lebih lama lagi berdua dengan Ida.


__ADS_2