Akankah Setia

Akankah Setia
episode 17


__ADS_3

"Tapi kenapa.. ?? Edo memukulmu?"


Alisa memeriksa keadaan sahabatnya yang terlihat masih bersedih..


"Tidak Lis.. dia hanya memelukku.."


Mata Alisa membulat tidak percaya.. wajah yang semula terlihat khawatir berubah jadi bengong.. merasa tidak percaya Edo memeluk Ida yang selalu bermusuhan.. ada senyum aneh di bibirnya..


"Edo memelukmu..?? aku nggak ngerti deh Da.. sebenarnya apa yang terjadi.. katanya tadi bertengkar.. terus kamu nangis histeris.. terus kamu bilang di peluk Edo... aduh aku kok bingung sendiri zza.."Alisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal..


"Gini Lis.. tadi aku ketakutan karena pintu terkunci, hujan petir terus mati lampu.. tiba-tiba Edo masuk dan memelukku.. aku sadar kalau dia yang ngerjain aku.. aku marah terus kami bertengkar.. saat aku kalap dia memelukku lagi dengan erat dan terus minta maaf.. tapi aku masih marah-marah.. dan dia berteriak kalau dia suka sama aku.."


"Apa.. Edo suka sama kamu..??" Alisa makin terkejut di buatnya.. karena yang dia tau kedua anak ini tidak pernah akur..


"Aneh... Terus kamu jawab apa?"


"Aku tak jawab apapun.. dan aku langsung lari pulang" jawab Ida tanpa expresi..


"Terus kenapa kamu malah nangis begitu.. bukankah kalau ditembak cowok itu seharusnya seneng ya??" Alisa mengernyitkan dahi.


"Itu.. itu .. karena aku kesel aja.. aku marah" jawab Ida agak gugup


Ida sebenarnya bingung juga.. di sisi lain dia ingin setia pada Ilyas.. tapi.. apa yang akan dia katakan pada Edo.. dia marah dan benci pada Edo.. tapi di sisi lain dia merasa nyaman dalam pelukan cowok itu..


"Da benci dan cinta beda tipis.. dari benci bisa jadi cinta banyak lhoo.." goda Alisa


"Alisa.. aku belum mau pacaran.. Ok.!!" sahut Ida tegas "Dah malam.. ayo tidur"


****


Dalam pikiran Ida ada rasa bersalah pada Ilyas karena dia tidak mampu menjaga dirinya dari sentuhan cowok lain.. seperti permintaan Ilyas dulu untuk menjaga diri hanya untuknya..dia dipeluk cowok lain.. dia tak mampu menghindar.

__ADS_1


"Yas maafkan aku.. aku tidak bisa menjaga diri.. aku bodoh.. aku tak pantas untukmu Yas.. apa yang harus aku lakukan?" gunanya dalam hati..


Rasa bersalah pada Ilyas itulah yang membuat gadis itu merasa kesal marah pada diri sendiri dan membuat dia menangis histeris tadi.. sakit di hatinya memikirkan semua itu..


"Apa ini saatnya aku membuka hati untuk cinta lain??"


"Tidak!! aku tidak mau!!"


pertanyaan itu terus yang mengganggu pikirannya sampai tak terasa dia tertidur karena capek.


****


ILYAS


Ilyas baru saja selesai tugas patroli malam itu bersama beberapa temannya.. hujan deras di luar tidak melunturkan semangat untuk menegakkan kedisiplinan..


Jam sudah menunjukkan jam 20.30 dia menuju kasurnya dan merebahkan diri.. terlihat Zaki sahabatnya sudah bermimpi indah di iringi suara hujan di luar sana..


Diraihnya hp yang di sembunyikan di bawah kasur.. di bukanya dan terlihat wajah gadis kesayangannya di layar ponsel.. dia tersenyum tipis menatap foto itu..


Tiba tiba suara guntur mengglegar membuatnya kaget dan tanpa sadar hp itu terlepas dari tangannya dan terjatuh dilantai.


"Braaak!!"


(Bersamaan saat Ida dipeluk erat oleh Edo)


Agak keras juga suara hp itu terjatuh.. dengan cepat dia bangkit dan mengambil hp itu.. dan meneliti keadaan hp itu.. hpnya mati


"Tidak.. ini tidak boleh mati!!" gumamnya gusar dan khawatir.. karena hanya hp itu pengobat rasa kangennya pada Ida..


Ilyas terus mencoba menghidupkan lagi hpnya.. tapi tak bisa.. sampai dia kesal dan berteriak marah.."aaakkhh!!!"

__ADS_1


Zaki yang sudah tertidur kaget dan bangun terduduk ditempatnya.. dia mengucek-ucek matanya yang masih setengah sadar..


" kamu kenapa sih Yas.. ganggu orang tidur aja??" ujar Zaki kesal..


Ilyas tidak menggubris Zaki yang kesal terganggu tidurnya karena teriakan Ilyas tadi..


Hati Ilyas jadi tidak tenang pikirannya jadi tak karuan..


"Apa yang terjadi padamu disana sayang??"gumamnya pelan.. makin gusar saja pikirannya..


"Wooy.. "sentak Zaki kesal di cuekin.. tapi yang di bentak cuma diam tapi expresi diwajahnya penuh kekhawatiran.. lalu dia mendekati sahabatnya dan duduk di sampingnya..


"Kamu kenapa broo?" tanyanya kemudian..


Ilyas masih diam pikirannya melayang entah kemana.. hanya ada Ida yang memenuhi otaknya saat ini..


"Yas.. kamu nggak kesambet setan kan??"


"sialan kamu Zak..!"gerutu Ilyas kesal


"Habisnya dari tadi kamu bengong aja.. kenapa sih brooo?"tanya Zaki makin penasaran melihat sahabatnya itu sibuk mengolah hp ditangannya.


"Hpku mati.. tadi jatuh" ucap Ilyas dengan nada kesal..


Zaki tau kalau benda itu amat berharga bagi Ilyas.. bahkan Ilyas tak akan membiarkan siapapun menyentuh hpnya.. pasti sedih banget.


"Sudahlah.. besuk kalau bisa keluar di masukan servis saja" ujar Zaki menenangkan sahabatnya.


"Bukan masalah hp rusak Zak.. tapi perasaanku saat ini tidak enak.. aku khawatir terjadi sesuatu pada Ida" sahutnya kemudian.


"Begitu kuat perasaanmu pada dia Yas.. sudahlah jangan begitu khawatir.. berdoa saja semoga dia disana baik-baik saja" Zaki mencoba menghilangkan kekhawatiran Ilyas..

__ADS_1


"Sudahlah jangan mikir yang tidak-tidak.. sebaiknya kita tidur.. dah malam"


Zaki beranjak kembali ke tempat tidurnya dan kembali merebahkan diri. Ilyas juga merebahkan diri mencoba menepis semua kekhawatiran dalam hatinya.. mencoba untuk berfikir positif. Sulit rasanya memejamkan mata.. hanya terbayang wajah Ida terus dalam angannya.. terus dicobanya untuk tidur meskipun sulit.. dan akhirnya dia mulai terlelap dengan sendirinya.


__ADS_2