
Di dalam angkot.
"Ciee.. kayaknya ada yg lagi seneng nih.." Ledek April sambil mencolek-colek lengan sobatnya yg terlihat senyum-senyum " Ilyas ngomong apa ??"
"Ihh.. April kepo dehh" sahut Ida pelan.
"Oooo... gitu.. mau main rahasia sama aku.. udah nggak nganggep aku sobat lagi!!!" kata April kesel sambil manyun dan melipat tangan di dada.. "Ya udah.. "
"kok marah sih say.. akukan cuma becanda" Ida mulai merajuk pada April yg terlihat marah.. "Jangan marah ya say.."
" Bodo.. " sahut April singkat sambil membuang wajahnya.
"Ya udah.. kalau marah aku ndak jadi ngasih tau ini" Ida mulai cuek sama April.. karena dia tau sobatnya itu kalau di cuekin nggak tahan.
Bener dugaannya.. April langsung membalikkan badannya dan melihat Ida dengan tersenyum.
"Ndak jadi marah aku kok say..."
"Heeeemm.. gimana za.. kasih tau ndak zza..???" goda Ida pada sobatnya yang membuat bibir sobatnya itu manyun . Ida yang melihatnya tersenyum sambil mencubit pipi April gemas.
"Iya deh.. aku kasih tau.." kata Ida pelan membuat sobatnya itu tersenyum " Ilyas besuk ngajak ketemuan" bisik Ida yg membuat April melotot kaget..
"Apa..!!!!!" teriak April yg membuat tangan Ida reflek membungkam mulut sobatnya itu.. karena hampir semua penumpang angkot memperhatikan mereka.
"Jangan teriak deh pril.. malu" bisik Ida yg membuat April cengar-cengir melihat sekitar mereka.
"Maaf.. tapi pasti besuk Ilyas bakal nembak kamu deh Da"
"Aku nggak mau berharap dulu pril.. aku nggak mau kecewa" sahut Ida datar sambil senyum mengembang di bibirnya.
" Dah sampai.. ayuk turun.."
__ADS_1
Kedua sahabat itu turun dari angkot dan berjalan menyusuri jalan masuk ke desa dengan sambil bersenda gurau.
****
" Assalamualaikum.. pak.. buk.. Ida pulang" seru Ida sambil masuk kerumahnya disambut ibunya yg lagi menyiapkan makan siang.
"Waallaikum salam sayang.. kok tumben udah pulang??" sahut ibunya.
"Iya buk.. bapak mana??"tanyaida celingukan mencari bapaknya sambil duduk di kursi makan
"Lagi jemput Ravel" jawab ibunya datar.. "Bantu ibu sayang.. "
" Iya buk.." Ida beranjak dari kursinya dan mengambil masakan ibunya dari dapur.. " ibuk masak sayur asem kesukaan aku.. Yee"seru Ida seneng.
Ibunya tersenyum melihat Ida yang bahagia dengan menu kesukaannya.
"Special buat kamu sayang.. sekarang kan kamu terima hasil ujian.. gimana nilainya??" tanya sang ibu pada Ida penasaran.
"Nanti kalau bapak pulang Ida kasih lihat buk.. soalnya Ida juga belum melihatnya.. Ida pengen bapak dan ibuk yg membuka amplopnya"kata Ida sambil memeluk pinggang ibunya.
"Waallaikum salam.. " jawab Ida dan ibunya serempak..
Tampak sosok laki laki yg sudah berumur tapi tetep tampak ganteng dan anak cowok memakai seragam SD masuk keruang makan. Mereka adalah bapak dan adik ida.
Karena sudah lengkap mereka duduk di kursi makan bersiap untuk makan siang bersama yang sering Ida lewatkan karena masih di sekolah.
"Pak.. buk.. sebelum makan Ida mau ngasih ini.." Ida menyerahkan dua amplop panjang pada orangtuanya.
" Dibuka dulu pak.. ibuk penasaran.."
" iya buk.. " jawab bapaknya sambil membuka amplop itu satu persatu dan membacanya dengan teliti.. tampak wajah senang dan bangga terpancar dari mereka.
__ADS_1
"Alhamdulillah.. bapak dan ibuk bangga sama kamu nak.." kata bapaknya senang...
"Tapi pak yg satu itu apa???" tanya sang ibu.
"Oh ini buk.. Ida dapet beasiswa di sekolah perawat di kota Y" jawab sang ayah dengan senyum.. tapi sang ibu jadi murung.
" lho kenapa kok ibuk diam...???" Tanya sang ayah.. Ida ikut memperhatikan wajah ibunya yg berubah murung.
"Da apa kamu mau ngambil beasiswa itu sayang??" tanya ibunya pelan.
Ida tahu ibunya akan sedih kalau berpisah jauh dan lama darinya. Soalnya Ida tidak pernah pergi jauh dan lama dari ibunya. Terlihat kekhawatiran di mata sang ibu.
"Kalau bapak dan ibuk merestui Ida akan mengambilnya.." jawab Ida pelan berharap orangtuanya mengijinkan dia mengambil beasiswa itu..
"Kamu yakin mau jadi perawat nak??" tanya sang bapak.
"Insyaallah kalau memang Ida di takdirkan jadi perawat Ida yakin dan siap pak" jawab Ida tegas.
"Bagus.. bapak bangga padamu nak!!!"
" Tapi pak.. itu kan jauh" sahut sang ibu.
" Buk.. tenanglah.. ibuk harus yakin anak kita bisa jaga diri.. biarkan dia belajar mandiri.. kita disini mendoakan dan mendukung cita-citanya supaya tercapai" Sang bapak menenangkan istrinya.
"Iya buk.. Ida janji bakal jaga diri sebaik mungkin.. Ida insyaallah tidak akan mengecewakan bapak dan ibuk.. ibuk jangan khawatir.. Ida kan udah gede.." Ida tersenyum meyakinkan ibunya.. agar kekhawatiran ibunya hilang.
"Ya udah kita makan dulu..."
"Sekalian Ida minta ijin besuk mau jalan-jalan sama temen sebelum Ida pergi ya pak .. buk..??"
" iya boleh sayang.. ya pak??" jawab ibunya
__ADS_1
"boleh.. tapi nggak boleh pang sore!!" kata bapaknya tegas.
"Makasih pak buk.. Ida sayang kalian..." terpancar kebahagiaan dari wajah Ida.. karena di ijinkan pergi bersama temannya.. meski Ida tak bilang itu teman cowok.. Ilyas.