Akankah Setia

Akankah Setia
episode 18


__ADS_3

Pagi hari terlihat kesibukan para penghuni asrama mempersiapkan diri buat melewatkan hari ini dengan segala macam pelajaran dan kegiatan sekolah..


Tak terkecuali Ilyas yang sudah siap menimba ilmu.. dengan langkah tegap dan pasti dia berjalan menelusuri koridor sekolah menuju kelasnya.. bersama sahabatnya Zaki.


Hari ini dan seminggu kedepan terbebas dari kegiatan fisik karena mulai ulangan pra semester.


Tapi dia kurang berkonsentrasi karena pikirannya masih resah.. masih memikirkan keadaan gadis yang disayanginya.. apa yang terjadi padanya..


****


IDA


Ida terbangun karena mendengar suara adzan.. dia mengerjapkan mata yang terasa perih dan bengkak karena semalaman menangis.. dia jadi males bangun.. dia malu sekolah dengan mata yang bengkak.. jangankan sekolah keluar kamarpun enggan.. dia malu.. pasti ketahuan kalau abis nangis..


dan tentu saja dia belum siap untuk bertemu dengan Edo lagi..


Tapi hari ini dia harus memberikan laporan pada dokter Ridwan.. ahh.. nitip Alisa saja..


Ida mau seharian tidur di kamar.. nggak mau keluar...


Alisa yang sudah bersiap habis mandi sedikit heran melihat sahabatnya masih setia berada di kasurnya.. padahal biasanya jam segini gadis itu sudah rapi.. tapi Alisa maklum dengan apa yang terjadi semalam..


"Da.. kamu sakit?"tanyanya pelan sambil mengecek suhu badan sahabatnya itu.


"Iya Lis.. tapi hatiku yang sakit" jawab Ida datar. "aku mau istirahat Lis.. aku belum siap bertemu Edo"


Alisa memahami keadaan sahabatnya.. dan nggak mau banyak bertanya..


"Baiklah nanti aku mintakan ijin.. sekarang aku Carikan sarapan dulu di kantin"


"Makasih ya Lis"


Alisa keluar kamar mencari sarapan. Kedua sahabat itu memang saling mengisi.. sudah seperti saudara.. bila salah satu sakit akan merawatnya.


Tak berapa lama Alisa kali dengan menenteng kresek berisi makanan dan meletakkan di mejanya.


"Da bangunlah dan sarapan dulu yuk" ajaknya.


"Kamu sarapan saja dulu Lis.. aku belum pengen makan" ucap Ida masih dengan malas.

__ADS_1


"Ya udah.." Alisa mulai memakan sarapannya sesuap demi sesuap.


"Lis nanti tolong serahkan laporan diatasi meja itu pada dokter Ridwan za!!" pinta Ida.


"Iya" jawab Alisa singkat.


Setelah Alisa berangkat sekolah.. Ida di kamar sendirian. Gadis itu merasa malas buat bangkit dari kasurnya.. badannya terasa lemah karena pikirannya kacau.. dan dia melanjutkan tidurnya lagi dengan angan yang melayang layang.


****


Saat istirahat.. Alisa berniat mengantarkan makan siang buat Ida yang ada di asrama..


dia berjalan keluar kelas.. baru saja sampai di pintu dia dihadang Edo..


"Lis apa Ida beneran sakit?" tanya Edo


"Menurut mu?" Alisa berbalik bertanya dengan nada kesal sambil berlalu meninggalkan Edo.


"Sebentar Lis.. ikut aku!" Edo menarik tangan Alisa yang tak bisa protes.. dia mengajak Alisa ke kantin.. memang tujuan Alisa mau ke kantin membelikan makanan buat Ida..


Edo memesan 2 nasi bungkus minuman dan makanan ringan setelah membayar makanan itu di serahkan pada Alisa.


Alisa tidak bisa menolak melihat wajah Edo yang terlihat tulus..


"Ok.. kali ini aku bantu karena kamu terlihat begitu menyesal.. tapi awas.. kalau sampai kamu nyakitin Ida lagi!!!" ancam Alisa menerima pemberian Edo..


"Makasih Lis.. aku janji tidak akan nyakitin Ida lagi.. aku akan menyayangi dia" terlihat ketulusan di mata Edo..


Segera Alisa berjalan meninggalkan Edo menuju ke asrama..


Dibukanya pintu kamar.. terlihat Ida masih aja setia di kasurnya, dilihatnya makanan di meja sama sekali belum disentuh..


"Da.. kamu belum makan?"


"Belum nafsu Lis.. " jawab Ida datar..


"Da.. kalau caramu begini ku bisa sakit beneran.. dua hari lagi mau PKL.. aku tidak bisa ngurus kamu.. ingat aku mau pulang!" ujar Alisa agak kesal.


"Iya Bu suster.. nanti aku makan" kata Ida masih malas.

__ADS_1


"Ayo bangun.. kamu belum mandi jugakan?" bujuk Alisa lagi..


"Masih mager Lis..!" rengek Ida..


"Kalau kamu nggak bangun dan nggak mau makan biar Edo yang kesini ngurus kamu!!" ancam Alisa kesal yang terang aja langsung membuat Ida terbangun cemberut sambil menatap Alisa tajam..


"Alisa.. nggak lucu!!" sentak Ida sambil berdiri dari kasurnya.


Alisa tertawa melihat sahabatnya itu marah.. terlihat lucu wajahnya kalau lagi cemberut..


"Haha.. ha.. pantesan Edo suka bikin kamu marah.. soalnya dia suka melihat wajahmu kalau lagi cemberut gemesin.. ihh!!" tangan Alisa mencubit pipi Ida sambil terus tertawa.


Ida menepis tangan Alisa yang masih tertawa.. dia segera menuju kamar mandi..


membersihkan diri..


Sedangkan Alisa memilih makan terlebih dahulu soalnya mau kembali ke kelas lagi.. jam istirahat hampir habis.. kalau nunggu Ida mandi bisa telat nanti..


"Da..aku balik kelas dulu zza?" teriak Alisa..


"Mang kamu dah makan?" Ida berteriak dadi dalam kamar mandi..


"Udah.. jangan lupa di makan.. ntar kurusan Edo nggak jadi naksir kamu lagi.. " goda Alisa lagi..


"Siapa juga yang mau sama Edo.. dah pergi sana!!" teriak Ida kesal.


Sepeninggal Alisa dan setelah selesai mandi.. Ida duduk di kursi dan mulai membuka makanan dan menyuapkan sedikit demi sedikit.. terasa lapar juga perutnya.


Apa Alisa dapat kiriman uang.. kok dia beliin aku makanan sebanyak ini..


pikir Ida dalam hati.. tapi biar nanti aku ganti uangnya.. kasihan dia juga pasti butuh uang buat pulang lusa..


****


Untuk mengisi waktu akhirnya Ida membersihkan kamar.. mencuci semua pakaian kotor punya Alisa juga.. membuang sampah dan ngepel lantai juga..


Setelah semua selesai.. dia istirahat sejenak..


mengambil kaca dan mulai melihat wajahnya.. dilihatnya matanya sudah tidak bengkak lagi.. dia sudah tidak malu lagi buat keluar kamar.

__ADS_1


__ADS_2