Akankah Setia

Akankah Setia
episode 14


__ADS_3

ILYAS


Hari begitu terik.. matahari tak tanggung tanggung menghujani bumi dengan panasnya yang menyengat..


Terlihat segerombol siswa yang sedang latihan fisik di lapangan.. panas matahari tidak melelehkan semangat mereka yang sedang berjuang demi mencapai cita-cita...


keringat bercucuran membasahi wajah dan tubuh mereka.. tidak ada perbedaan siswa putra maupun putri.. mereka berlatih di bawah pengawasan penuh dari anggota TNI yang begitu tegas dan disiplin.


Karena sudah terbiasa dengan kegiatan itu tak ada siswa yang merasa kewalahan.. mereka sudah terlatih disiplin dan tertib.


****


Di kelas XII Ilyas terpilih menjadi anggota Tonpara, Bantara, dan PKS.. membuat kegiatan yang begitu penuh sampai tak ada waktu memikirkan hal-hal yang tidak penting.. apa termasuk Ida.. ???


Biarpun kegiatannya penuh.. waktunya terkuras habis.. tapi untuk yang satu itu dia tidak bisa menghilangkan karena sudah begitu mendalam di dalam hatinya..


"Huh.. capek banget.. akhirnya bisa istirahat juga.." ujar Zaki merebahkan tubuhnya di dipan.. Zaki juga manjadi salah satu anggota peleton.. biarpun kadang suka humor tapi jangan salah.. kalau sudah tugas.. tegas dan disiplin ni anak..


Beda dengan Ilyas yang sudah terlihat dingin dan tegas dari raut wajahnya.. dengan sorot matanya yang tajam mampu membuat siapapun yang melihatnya minder..


"Nanti malam masih patroli Zak.. sekarang istirahat dulu!" ujar Ilyas datar..


"Masih 3 jam lagi Yas.. biarkan aku tidur dulu" sahut Zaki sambil mejamkan matanya.


"Besuk pagi kita mau operasi barang Zak" lanjut Ilyas santai..


"Iya komandan..!! tapi sekarang biarkan aku tidur dulu.. ok.. aku capek!!" sahut Zaki kesal pada sahabatnya itu.. "Tapi besuk aku mau sita hp kamu biar kapok!!" tambahnya menggoda Ilyas dengan mata sambil merem.


Dengan refleks Ilyas melempar buku pada Zaki yang tiduran.. pas mengenai kepalanya


"Buggg..."


Zaki terkejut dan bangun sambil mengaduh..


"Aduh.. apaan sih Yas.. sakit tau!"


"Awas saja kalau sampai kamu nyentuh hpku.. bukan lagi buku yang melayang di kepalamu tapi sepatu boot itu..!" ancam Ilyas.. dengan sorot mata yang tajam.. yang membuat tawa Zaki meledak..


"Ha..ha..ha.. galak amat sih.. brooo... takuuut.." Zaki masih terus tertawa bisa menggoda sahabatnya itu.

__ADS_1


"Masih aja kamu itu mikirin cewek itu Yas.. belum tentu dia juga mikirin kamu.. belum tentu dia setia sama kamu brooo.." lanjutnya setelah berhenti tertawa..


"Aku tak peduli dan sebelum aku melihat dia dengan mata kepalaku sendiri bersama cowok lain aku akan terus setia sama dia" ujar Ilyas datar..


"Salut aku bro dengan kamu.. seberapa istimewanya cewek itu sampai kamu teguh pada cintamu??" tanya Zaki kepo..


"Dia memang istimewa buatku Zak.. dia cinta pertamaku"


"Cinta monyet kali brooo...???" kembali Zaki menggoda sahabatnya itu lagi dengan tertawa tipis..


" Sialan kamu Zak.. kamu pikir aku dan dia monyet??" sahut Ilyas kembali melempar buku pada Zaki yang langsung ditangkapnya.. yang membuat dua sahabat itu tertawa..


****


Biarpun jarak memisahkan.. tak ada ikatan dan hubungan diantara mereka berdua... tapi bagi Ilyas dia terikat dengan Ida sepenuhnya..


tapi apakah Ida juga akan seperti dirinya.. karena dia tahu.. Ida tipe gadis yang ceria mudah bergaul.. ramah.. pasti banyak cowok yang suka padanya.. kadang ada sedikit kekhawatiran kalau cintanya yang selama ini dia pertahankan akan kandas..


Terkadang Ilyas merasa takut dan tidak siap bila suatu hari nanti dia mendengar ataupun melihat dengan mata kepala sendiri Ida sudah mendapatkan cinta yang lain.. tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Ida maupun takdir.. karena diantara mereka memang tidak ada ikatan maupun janji untuk selalu setia..


"Apa kamu juga sepertiku sayang.. menjaga hatimu hanya untukku??" gumamnya dalam hati..


***


Terkadang menyibukkan diri dengan semua kegiatan yang menguras tenaga mampu membuatnya sedikit melupakan kegelisahan akan gadis yang dia sayangi..


Zaki menyodorkan sebotol air mineral pada Ilyas di sela istirahat mereka.. saat selesai mengoperasi para taruna dalam asrama..


Satu persatu semua asrama di masuki anggota PKS menggeledah kalau mereka ada yang menyembunyikan benda yang di larang..


"Makasih.." ujar Ilyas menerima minum dari Zaki.


" Itu titipan dari Bella" kata Zaki datar..


Ilyas mengurungkan niatnya membuka tutup botol itu lalu mengembalikan pada Zaki.


"Buat kamu saja" ujar Ilyas dingin


"Yas.. kasihan Bella kamu cuekin terus" Zaki mencoba membujuk sahabatnya itu.

__ADS_1


"Aku tidak mau memberi harapan padanya.." kata Ilyas masih dingin.


"Aku tau kamu begitu sayang sama cewek itu.. tapi tidakkah kamu bisa membuka hatimu sedikit saja?" rayu Zaki mencoba meyakinkan Ilyas.


"Tidak!" sahut Ilyas dengan tegas sambil menatap tajam pada Zaki.. seraya melangkah pergi meninggalkan sahabatnya itu.


Di sisi lain Bella yang melihat dan mendengar dari balik dinding merasa kecewa.. lalu mendekati Zaki yang masih berdiri ditempat menatap kepergian Ilyas.


"Makasih Zak sudah membantuku" ucap Bella dengan sedih..


Zaki menoleh dan menatap gadis didepannya yang terlihat muram kecewa..


"Sudahlah Bell.. lebih baik lupakan Ilyas.. dia itu terlalu setia dengan ceweknya" ujar Zaki menenangkan hati Bella.


"Jadi Ilyas sudah punya cewek Zak?" tanya Bella pelan..


"Ya begitulah.. sudah sejak pertama aku berteman dengannya.. aku tahu dia punya cewek yang sangat dia sayangi sampai sekarang" jelas Zaki.


"Apa dia anak sini Zak?"


"Katanya Ilyas dia asli daerah sini tapi sekolah perawat di luar kota.. Ilyas sekolah disini juga karena ceweknya itu suka kalau pacarnya jadi TNI" lanjut Zaki..


"Oooh.. begitu istimewanya gadis itu buat Ilyas" kata Bella sedikit mengeluh..


"Sudahlah Bell.. mending sama aku saja??" goda Zaki yang mampu membuat Bella tersenyum malu..


"Ihh... Zaki apaan sih.. nggak lucu" dengan refleks tangan Bella mencubit perut Zaki yang membuat Zaki meringis tapi suka...


"Nih minumnya di kembalikan" kata Zaki sambil menyodorkan botol minuman yang dibalikin Ilyas tadi..


"Buat kamu saja.." ujar Bella tersenyum sambil melangkah pergi.


****


Dalam hati Ilyas tak ada yang mampu menggantikan sosok Ida .. sehingga sekuat tenaga.. sepenuh hatinya berusaha untuk menutup pintu hatinya untuk cewek manapun..


Biarpun kadang Zaki meledeknya dengan 'cinta monyet' tapi bagi Ilyas cinta pertamanya itu suci dan akan terus dia pertahankan.. sampai nanti takdir yang memisahkan..


Meskipun kadang dia harus membuat seseorang kecewa maupun sakit hati karena rasa sukanya tidak dia balas.. seperti pada Bella yang sering memberikan perhatian padanya.. Meskipun dalam hati tidak tega tapi dia tetap teguh pendirian mempertahankan cinta dan janji dalam hatinya dulu yang akan selalu setia pada Ida..

__ADS_1


__ADS_2