Akankah Setia

Akankah Setia
episode 25


__ADS_3

"Apa..!! Sayang!!"


Sontak suara dari belakang membuat Ida dan Ilyas terkejut sampai berdiri membalikkan badan pada suara itu..


terlihat wajah Alisa yang kaget dan penasaran.. juga wajah Zaki yang ada disampingnya..


"Alisa..!" Ida begitu gugup melihat sahabatnya sudah ada di belakang.


Ilyas tetap diam tenang saja dan tangannya masih memegang tangan Ida..


"Dia siapa Da?" tanya Alisa menyelidik.


"Oh.. dia Ilyas.. sahabatku sejak SMP" Ida mengenalkan Ilyas dengan gugup.


"Udah deh Da.. dia bukan sahabat mu tapi pacarmu kan??" kata Alisa masih ketus..


" Bukan Lis.. kita nggak pacaran kok!!" elak Ida gugup.


"Kalau bukan pacar kenapa dia panggil kamu sayang..? terus kenapa kalian dari tadi bergandengan tangan..? kayak mau nyebrang aja?" goda Alisa..


Ida yang menyadari tangannya masih di genggaman Ilyas berusaha menariknya tapi ditahan oleh cowok itu.


"Ya kamu betul.. Ida pacarku sejak SMP dan kami pisah!" jawab Ilyas enteng yang membuat Ida melotot kearahnya..


"Ilyas apaan sih.." bisik Ida


"Sudah nggak usah ngelak deh Da.. Ilyas aja udah mengakuinya.. tenang santai aja.. aku nggak bakal buka rahasia.." kata Alisa sambil tersenyum..


Zaki dari tadi masih bengong terdiam di tempatnya melihat adegan itu.. sampai dia sadar sendiri kalau cewek yang didekat Ilyas itu cewek yang ada di ponsel Ilyas dan selalu di panggil sayang..


"Akhirnya si bucin akut ketemu belahan hatinya " ucap Zaki yang membuat mereka menoleh kearahnya terutama Ilyas yang menatapnya dengan tatapan mata yang tajam.. membuat Zaki sedikit bergetar..


"Slow broo.." lanjutnya sambil mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.


Ida menatap Ilyas dengan pandangan penasaran.. membuat cowok itu sedikit gugup dan balik menatapnya sambil mengangkat bahu.


"Nona sayang.. " ujar Zaki yang langsung di pelototi Ilyas.. tapi Zaki cuek aja.." Ilyas biasa panggil kamu sayang.. aku tidak tahu nama kamu.. iya kan Yas?" kata Zaki lagi dengan nada menggoda yang buat Ilyas tambah kesal..


"Hanya aku yang boleh panggil dia 'sayang' !!" tegas Ilyas.. membuat Ida tersenyum dengan wajah malu..


"Namanya Ida" sahut Alisa..


"Ok.. begini nona Ida ya.. saya jelaskan.. si dingin es ini.. maksudku Ilyas.. setiap hari sebelum tidur hanya memandangi wajahmu di hpnya.. untung aja dia pinter nyembunyikan tu hp jadi nggak kesita" jelas Zaki


Wajah Ida terlihat merah dengan mata berbinar memandang Ilyas.. yang dipandang hanya terdiam datar dengan senyum tipis..

__ADS_1


"Jadi kalian masih mau disini atau balik ke sana?" tanya Alisa..


"Kita balik aja" jawab Ida..


"Tidak.. kita disini dulu" Ilyas menahan tangan Ida yang urung melangkah 'please Yank.. sebentar lagi.. makan siang juga masih dua jam lagi"


"Tapi Yas.. aku takut kita ketahuan pembimbing.. kumohon kita balik ya??"


Ilyas paling tidak tahan kalau melihat wajah Ida memelas.. padahal dia masih pengen menghabiskan waktu bersama Ida mumpung ketemu.. tapi dia juga tidak bisa menolak..


"Ok.. kita kembali" ucap Ilyas kecewa.


"Terimakasih Yas" ujar Ida sambil tersenyum.


Mereka beriringan kembali ke ruang dimana teman-temannya masih berkumpul..


Ilyas berjalan sambil masih menggandeng tangan Ida.. didepannya Zaki dan Alisa begitu cepat akrab.


Sampai didepan pintu masuk.. Ida menarik tangannya.. terpaksa Ilyas melepaskan karena takut ketahuan pembimbing juga.. meskipun begitu dia tidak mau jauh-jauh dari Ida.. mereka berdiri sambil memperhatikan penampilan anak-anak SMA TN di atas panggung..


Tiba-tiba Edo datang mendekati Ida.. lalu menarik tangan Ida membawanya keluar ruangan yang membuat gadis itu terkejut. Begitu juga dengan Ilyas yang menatap dengan tatapan marah dan tidak suka.. ya.. dia cemburu ada cowok lain yang berani memegang tangan Ida.. tangannya mengepal dan gerahamnya mengeras menahan marah.. sontak dia langsung menyusul keluar..


Edo terus aja menarik tangan Ida berjalan..


"Do.. mau kemana sih?" tanya Ida yang mulai kesal karena ditarik Edo.


"Kalau kamu tidak ngomong aku nggak mau ikut..! lepasin Do!!" sentak Ida sambil menarik tangannya.. tapi sia-sia genggaman Edo terlalu kuat..


"sakit Do tanganku!!" gadis itu meringis menahan perih di pergelangan tangannya .


tapi Edo seperti tidak peduli dan terus melangkah..


Sampai sebuah tangan kekar menahan langkahnya.. dia terkejut dan membalikkan badannya.. dilihatnya cowok berseragam taruna memegang tangannya dengan kuat.. terlihat tatapan matanya tajam tak bersahabat..


Ilyas menatap tajam Edo yang masih memegang tangan Ida.. sedang gadis itu terlihat tegang karena takut Ilyas akan kalap dan berantem dengan Edo karena rasa cemburunya..


"Lepaskan dia!!" ujar Ilyas tegas.


"Emang kamu siapa?" seru Edo tak kalah dinginnya..


Ida makin khawatir melihat suasana setegang itu .. dia terdiam dengan wajah ketakutan.


"lepaskan tangannya aku bilang!!" sentak Ilyas makin keras..


sedangkan Edo hanya tersenyum simpul.. mengejek..

__ADS_1


"Heh ini bukan urusanmu..!! jadi cepat minggir!!" Edo mendorong tubuh Ilyas keras hingga tangannya terlepas dari tangan Edo.. Ilyas tardorong kebelakang.


Ilyas dengan wajah marah yang menjadi segera mendekati Edo dan ganti mendorong Edo dan menahan tangan Ida hingga terlepas dari genggaman Edo.


Edo terhuyung kebelakang dan hampir terjatuh.. untung segera bisa menyeimbangkan tubuhnya.. lalu menatap tajam pada Ilyas.


Ida mulai gusar dan panik dengan apa yang akan terjadi.. kalau Ilyas dan Edo berantem hanya gara-gara dirinya.. dia menahan baju Ilyas supaya berhenti..


"Yas.. kumohon berhenti.. !" suara Ida bergetar menahan tangis karena panik..


"Ini urusan laki-laki sayang.. kamu diam saja!" ucap Ilyas datar..


"Kalau kamu berani ayo maju..!" tantang Edo


"Kamu pikir siapa yang takut..!" sahut Ilyas dengan nada meninggi..


"Stop..!!! berhenti.. aku mohon.." Ida masih mencoba untuk menghentikan kedua cowok itu.. lalu dia memegang tangan Ilyas.. " kumohon Yas.. jangan berkelahi.. hu..hu..?" pinta Ida memelas..


"Denger sayang.. aku tidak terima ada cowok lain yang berani menyentuhmu.. apalagi didepan mataku.. jadi lepaskan..!" Ilyas menarik tangannya dari pegangan Ida.. gadis itu tak kuasa untuk menahannya..


Ilyas maju kearah Edo dan siap dengan kepalan tinjunya.. Ida hanya bisa menangis menyaksikan kedua cowok itu akan berkelahi..


Kepalan tinju Ilyas di sambut oleh telapak tangan Edo.. lalu dengan sigap Ilyas langsung menendang kaki Edo hingga hilang keseimbangannya.. lalu tangan Edo di piting ke belakang.. dan tangan satunya mencengkeram leher Edo dari belakang..


Ida yang menyaksikan itu tangisnya semakin menjadi dan berteriak agar mereka menghentikan perkelahian.. tapi tak di gubris oleh kedua cowok itu..


"Kamu ngaku kalah tidak!" teriak Ilyas..


""Ok.." sahut Edo yang sudah kwalahan.. "dari dulu memang kamu selalu menang dariku..!!" kata Edo kesal..


"Hhhaaahhha..." lalu mereka tiba-tiba tertawa bersama.. lalu berpelukan..


Ida yang melihat itu langsung berhenti menangis.. dan menatap kedua cowok itu dengan sangat heran.. dia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat..


mereka tadi berantem seru.. lalu berkelahi.. dan sekarang kenapa kok tiba-tiba tertawa bersama dan saling berpelukan????


"Lama tidak bertemu.. bagaimana kabarmu cil?" tanya Edo pada Ilyas..


"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat!" jawab Ilyas datar sambil melepaskan pelukannya. " kamu sendiri?"


"Aku juga baik.. lihatlah.. aku tambah gendut kan?" jawab Edo sambil tertawa-tawa.. "oh ya.. tu..!" Edo teringat dengan Ida yang diam terpaku bagai patung..


Mereka berdua berjalan mendekati Ida yang masih terpaku ditempatnya dan terdiam seribu bahasa..


"Sayang.. kamu tidak apa-apa?" ucap Ilyas sambil mengusap pipi Ida yang basah.. yang menyadarkan gadis itu segera..

__ADS_1


"Yas.." suaranya masih bergetar.. dan melihat Ilyas dan Edo tersenyum..


__ADS_2