Akankah Setia

Akankah Setia
episode 22


__ADS_3

Sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dua sejoli yang dimabuk cinta yang tak pasti itu berpisah tapi tak ada satupun diantara mereka yang tahu kepastian dari pasangan.. hanya perasaan diri sendiri yang mereka ketahui dan mereka jalani dengan keyakinan teguh..


Mereka menjalani kegiatan masing masing seperti biasanya yang mampu sedikit meredamkan kerinduan.. meskipun di malam hari rasa rindu itu menyerbu kembali.


****


ILYAS


Dalam balutan seragam khas taruna Ilyas terlihat begitu gagah.. wajah yang datar dan dingin serta sorot mata yang tajam menambah aura ketegasannya. Tak heran jika dia terpilih jadi ketua peleton.. ya dia sangat disiplin dan di kagumi oleh teman-temannya. Terutama kaum hawa di sekolahnya.. meskipun ada juga yang kurang suka padanya..


Selain Bella banyak gadis-gadis di sana yang naksir dia.. tapi tidak jarang mereka patah hati karena ditolak dan tahu Ilyas sudah punya cewek.. yang jelas bukan anak situ..


"Sebentar lagi akan ujian kenaikan kelas Zak.. kurangi menggoda cewek-cewek fokus belajar.. jangan belajar jadi playboy!!" ujar Ilyas ketus


"Alah santai aja bro.. buat pikiran tidak sepaneng.. emang kamu bucin akut" cibir Zaki..


"Kesetiaan itu harus dijaga Zak!" timpal Ilyas datar.


"Yas mumpung masih muda kita manfaatkan waktunya buat bersenang-senang.. kalo besuk dah tua nggak bisa jadi playboy.. bisa-bisa itunya kita dipotong sama bini.. hhhhaa"


Ilyas hanya tersenyum mendengar kata-kata Zaki .. memang sudah bilangin anak ini.. yang hanya merayu cewek aja kerjaannya... sering gonta-ganti cewek dan sering buat cewek-cewek sakit hati.. tapi ya dasar Playboy.. ada aja cewek yang ngefans sama tuh anak. Ilyas sendiri juga heran.. pakai pelet apa tuh anak .??.


"Terserah kamu deh Zak.. aku nggak mau gila sama seperti kamu"


"eeeitt... aku nggak gila Yas.. cuma memanfaatkan peluang.. kamu tu yang gila.. tergila-gila pada gadis yang tak jelas.. siap siap aja patah hati.." cibir Zaki..


"Bodo amat.. yang penting aku sudah berusaha setia.. masalah nanti biar Alloh yang menentukan."


Ilyas biasa cuek dengan olok-olokan sahabatnya itu.. yang penting dihatinya hanya akan setia sama Ida.. masalah gadis itu setia atau tidak dia serahkan pada Alloh saja


****


DIKOTA Y


Masa PKL sudah berakhir. Anak murid kelas XII sudah kembali ke sekolah.. begitu juga dengan Alisa yang sudah kembali ke asrama..


Suasana kembali normal.. hanya yang berbeda di mata Alisa keakraban Edo dan Ida.


"Da ayo sarapan ke kantin dulu!" ajak Edo yang baru tiba di kelas..


"Entar istirahat aja deh Do.. aku belum laper" tolak Ida sambil tersenyum..

__ADS_1


"iya.. deh.. nanti traktir ya..hhh?" gurau Edo yang bikin bibir Ida manyun.


"ihhh... cowok kok nggak modal!!" kata Ida kesal sambil memukul Edo dengan buku.. yang berlari menghindar ke bangkunya dengan masih tertawa..


Alisa yang melihatnya hanya bengong dengan tingkah kedua anak manusia itu. Karena sebelumnya mereka selalu saja bertengkar.. bahkan sempat perang dingin.. tapi sekarang baru pertama kali masuk sudah seakrab itu.. "apa mungkin mereka jadian.. apa mungkin secepat itu Edo bisa meluluhkan hati dan prinsip Ida yang begitu kuat????"


Ida yang merasa diperhatikan Alisa sampai tidak berkedip mencubit pipi Alisa gemes.. sampai anak itu meringis.. Ida hanya tersenyum.. dia tahu apa yang dipikirkan Alisa.


"Heran ya?"


"He.. emm" jawabnya terlihat bodoh sambil menganggukkan kepalanya.


Ida cuma tersenyum saja tanpa penjelasan.. yang membuat Alisa makin penasaran.


"Kamu dan Edo.. jadian ya??" tanyanya pelan kemudian.


Ida hanya tersenyum membuat Alisa cemberut.. dia suka sekali menggoda Alisa..


"Ya udah kalau nggak mau cerita.. anggep aja aku bukan lagi temanmu!!" kata Alisa ketus pura pura marah sambil memanyunkan bibirnya yang sontak membuat Ida tertawa geli.. dan terus memeluk sahabatnya itu..


"Jangan ketawa.. aku lagi marah ni!!" sentak Alisa lagi yang membuat Ida makin gemes..


"ihhh.. Ida.. sakit tau..!!" Alisa menepis tangan Ida yang masih tertawa..


"Abis kamu kalau marah malah tambah cantik dan gemesin sih" goda Ida yang masih tertawa..


"kalau masih tertawa aku pergi nih" ancam Alisa lagi..


"Iya deh sayangku.. aku berhenti nih.." Ida berusaha berhenti tertawa. "Tapi aku ceritanya nanti malam aja di kamar zza say.. sekarang dah mau masuk?"


"Ok.. kamu utang cerita padaku!!" kata Alisa tegas..


"Siap bos..!" kata Ida seraya menaruh telapak tangan di dahinya.


Bel masuk sekolah berbunyi.. beberapa saat kemudian guru pembimbing masuk ke dalam kelas.. karena ini hari pertama masuk setelah PKL guru hanya meminta mereka membuat laporan selama PKL.


****


Setelah jam sekolah usai.. para murid pulang keasrama masing-masing.. begitu juga Ida dan Alisa mereka beriringan keluar dari kelas.. tapi sebelum keluar ada suara yang menahannya..


"Da tunggu bentar!!" Ida menoleh pada yang empunya suara.

__ADS_1


"Kenapa Do?" tanya Ida datar.


"Kapan mau minta tanda tangan dokter Ridwan? barengan aja!"


""Besuk aja Do.. kan besuk ada jam dokter Ridwan" sahut Ida masih datar.


"Ok deh.. kalau begitu aku balik dulu.." pamit Edo.. Ida hanya mengangguk sambil tersenyum.


Alisa masih diam bengong melihat pemandangan didepannya itu.. membuat dia makin penasaran.. Ida menoleh padanya sambil tersenyum.. lalu mengedikan kedua bahunya sambil berjalan..


"kamu utang cerita Da!!"


"Iya sayang ku.. tapi nanti dikamar aja.. ayo cepat pulang"


Sampai di kamar mereka istirahat melepaskan lelah.. Ida membersihkan diri karena badan sudah terasa lengket.. sedang Alisa tiduran di atas kasur.. menunggu antrian buat mandi.


Saat keluar dari kamar mandi Ida melihat Alisa ketiduran..


"Lis.. bangun.. mandi dulu! dah sore nih!" dengan lembut dia bangunkan sahabatnya itu.


Alisa mengerjapkan mata lalu dengan langkah malas dia masuk kamar mandi juga.


Ida membereskan kamar karena kalau pagi tidak sempat.. Alisa keluar dari kamar mandi dan langsung duduk ditepi ranjang..


"Kamu beneran jadian sama Edo say??" todongnya begitu wajahnya dah terlihat seger karena sudah mandi..


"Nggak" jawab Ida singkat sambil terus berberes.. Alisa yang mendengar makin heran.


" Masa sih.. bohong kamu ya?"


"Alisa sayang.. aku kan udah bilang sama kamu kalau aku tidak mau pacaran dulu.. jadi aku dan Edo cuma berteman saja" jelas Ida..


"Cuma begitu ceritanya?? kok ngga seru ya??" Alisa menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Terus maumu aku cerita gimana say??"


"Ya kalau kamu dah menyerah dan memaafkan Edo lalu membuka hatimu untuk Edo lalu kalian jadian dehh... kan romantis" kata Alisa sambil menghayati..


"itu kan maumu.. tapi bukan mauku" sahut Ida sambil tertawa.. lalu dia duduk di samping Alisa.. "Lis.. sebenarnya malam itu saat kami pulang dari klinik dokter Ridwan Edo menuntut jawabanku.. lalu aku menjelaskan apa yang aku rasakan.. prinsipku.. tadinya dia tidak mau memahaminya tapi aku jelaskan pelan-pelan dan aku mengajaknya berteman saja.. dan akhirnya aku dan dia sekarang akrab.. dah gitu aja kok.."


"Oh.. gitu.. tapi aku pikir kamu itu bodoh mau melepaskan cowok seperti Edo deh.."

__ADS_1


__ADS_2