Akankah Setia

Akankah Setia
episode 27


__ADS_3

Setelah berpisah.. kedua sejoli itu kembali melalui hari hari seperti biasanya lagi.. kembali ke aktivitas masing-masing. Peristiwa hari itu terasa hanya sebagai mimpi yang indah yang menghias masa remaja mereka..


Mereka sekarang sudah lulus tingkat SMA.. Ida bekerja di klinik dokter Ridwan sementara sambil meneruskan di Akper.. sedang Ilyas melanjutkan ke TNI AD yang penuh kedisiplinan yang tinggi dari pagi sampai malam.


Tak ada komunikasi lagi diantara mereka.. hal yang sama seperti dulu mereka lakukan disaat rindu sekali lagi terulang kembali.


****


ILYAS


Setelah apel malam Ilyas bergegas kembali ke kamarnya.. membersihkan diri lalu membaringkan tubuhnya.. diraihnya dompet.. disana terdapat foto Ida.. sekarang Ilyas tidak bisa lagi membawa ponsel karena peraturan begitu ketat sekali.. jadi dia taruh foto di dompetnya..


"sayang.. apa kabarmu.. sudah hampir 4 bulan kita berpisah lagi.. sayang kapankah lagi kita bakal bertemu lagi.. beberapa bulan lagi mungkin aku sudah tidak di sini lagi"


itulah setiap hari sebelum tidur yang selalu dilakukan oleh Ilyas sampai dia bisa terbuai dalam mimpinya..


****


IDA


Kesibukan di klinik dokter Ridwan mulai berangsur sepi dengan semakin beranjak malam.. tapi kesibukan Ida melayani pasien masih berlanjut sampai pasien yang terakhir.. dengan senyum yang ramah dia melayani semua pasien meskipun letih mendera seluruh badannya.


Dari bangun tidur sampai hampir setengah malam dia tidak istirahat. Pagi hari dia harus kuliah dari jam 7 sampai jam 12, setelah itu mulai bekerja di klinik dari jam 1.30 sampai pasien habis.. tapi karena semangat dan kegigihan dia lalui hari-harinya dengan senyum meskipun itu kadang palsu..


Beruntung dokter Ridwan menyuruh Ida untuk tinggal dirumahnya jadi tidak perlu jalan jauh buat pulang.. karena rumah dokter Ridwan hanya dibelakang klinik..


Disana Ida tinggal dengan dokter Ridwan dan istrinya ibu Yulia namanya dan seorang asisten rumah tangga bernama mbok Tinah yang datang pagi dan pulang sore karena rumahnya juga tidak jauh..


Putra kedua dokter Ridwan kuliah di luar negeri mengambil dokter spesialis.. anak pertama perempuannya sudah berkeluarga dan ikut suaminya ke ibukota.. Ida murid kesayangan Dokter Ridwan jadi sudah dianggap seperti anaknya sendiri..


Sesampainya di rumah.. suasana sudah terlihat sepi.. ibu Yulia mungkin sudah tidur..


gadis itu membuka pintu belakang.


"Assalamualaikum.." sapa gadis itu seraya masuk rumah.. dan tak ada jawaban.. pasti semua sudah istirahat..


Setelah mengunci pintu bergegas dia masuk ke kamarnya yang ada di dekat dapur.. kamar dengan ukuran sedang dengan kamar mandi dalam dan terasa nyaman baginya.. segera gadis itu membersihkan diri lalu merebahkan tubuhnya ke kasur yang empuk meskipun tidak begitu lebar..

__ADS_1


Diraihnya jam tangan yang diberikan Ilyas lalu ditaruhnya di dekat bantal..


"yas.. aku capek banget.. aku pingin ada kamu disini.. aku kangen kamu Yas" gumamnya lirih.. tak terasa butiran bening meluncur dari ujung matanya.


Ida memang terlihat tegar dan ceria.. tapi setiap mengingat cowok yang selalu mengisi hatinya dia menjadi begitu lemah dan cengeng.. karena dalam hatinya dia merasa takut dan khawatir akan kehilangan.. tapi jika memang itu takdir yang harus terjadi dia harus siap menghadapi..


Malam makin larut tanpa disadari Ida pun terlelap dalam angannya.


****


Suara adzan subuh membangunkan Ida dari mimpinya.. segera dia beranjak ke kamar mandi mencuci mukanya lalu kedapur menanam nasi.. sambil menunggu nasi matang, gadis itu kembali ke kamarnya dan mengambil air wudhu.. dan sholat subuh dikamarnya..


Sehabis sholat dia pergi ke dapur untuk membuat sarapan soalnya mbok Tinah datangnya agak siangan setelah pekerjaan di rumahnya selesai..


Saat memasuki dapur yang masih gelap.. gadis itu melihat bayangan di dekat kulkas.. dia terdiam siaga.. tangannya meraih sapu yang ada disampingnya.. dengan mengendap dia mendekati bayangan itu dan memukulnya sambil teriak..


"Maling.. maling...!!!"


"Aduh.. stop.. stop..." sang bayangan menangkap gagang sapu yang memukulinya itu.. lalu mendekap tubuh ramping ida..


Tiba-tiba lampu menyala.. kedua manusia yang sedang bergelut itu langsung diam memperhatikan aksinya dan menoleh pada asal suara..


"Ada apa sih ini ribut-ribut??!" suara dokter Ridwan membuat keduanya berhenti masih dalam keadaan Ida dalam dekapan sang bayangan..


Ida memandang bayangan itu yang ternyata cowok tampan dengan kulit putih, hidung mancung dan ada kumis tipis di atas bibirnya.. terlihat begitu macho.. tapi tatapan mata itu.. terlihat marah.. Ida langsung mendorong tubuh cowok itu saat sadar dirinya dalam dekapan cowok yang sama sekali tidak dikenalnya..


"Ada maling pak.." Ida menjawab dokter Ridwan..


"Enak aja maling!" sahut cowok itu keras.. sambil menatap tajam kearah Ida..


Dokter Ridwan tersenyum melihat kedua anak itu lalu mendekati.. disusul ibu Yulia..


"Ida sayang.. ini Angga.. dia baru pulang kemarin sore.. pas kamu masih di klinik.. jadi kalian berdua belum ketemu, soalnya kata Angga dia capek dan mau istirahat" jelas ibu Yulia..


"Ooh.. " Ida mengangguk ngerti.. kemarin ibu Yulia bilang anaknya akan pulang dari luar negeri "Maaf mas Angga.. aku nggak tahu.. maaf ya?"


"Enak aja minta maaf.. sakit tahu pundakku kamu pukul pakai sapu!" gerutu Angga marah..

__ADS_1


"Angga.. nggak boleh begitu ah sama cewek.. Ida kan cuma waspada" Dokter Ridwan mencoba meredam amarah putranya..


"Iya mas.. maaf banget.. aku nggak akan mengulangi" Ida terlihat sedikit takut kemarahan Angga terus berlanjut..


Melihat wajah melas Ida Angga jadi tidak tega.. meskipun dia terkenal keras tapi dia juga tidak tegaan orangnya..


"Iya deh.. ku maafin.. tapi buatkan aku sarapan.. aku lapar!"


Ida tersenyum sambil mengangguk..


Gadis itu dengan cekatan segera membuat nasi goreng untung nasinya dah mateng..


di kompor lain dia menggoreng telur ceplok..


Setelah semua matang dia menyajikan di meja makan.. lalu ke kamar dokter Ridwan..


"tok.. tokk..."


"Pak.. ibu.. sarapan sudah siap.."


"Oya sayang.. sebentar bapak masih mandi" sahut ibu Yulia dari dalam..


"iya Bu"


Ida bergegas pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kampus..


"Pak.. Bu.. ida berangkat dulu.." pamit Ida pada kedua orang yang sudah dianggap sebagai orang tuanya itu..


"Nggak sarapan dulu nak?" tanya ibu Yulia..dar


"Nanti aja Buk.. Ida bawa bekal kok.. soalnya ada kuis pagi ini..saya nggak mau telat sahutnya sopan..


Setelah menyalami kedua orang yang sudah seperti orang tuanya Ida melangkah keluar sambil tersenyum mengangguk pada Angga yang memperhatikan sampai gadis itu menghilang.


"ehemmm.." suara dokter Ridwan menyadarkan Angga.." Ida gadis yang pintar.. dan rajin makanya bapak suka sama gadis itu"


"Ibu juga sayang sama Ida pak.. dia gadis yang baik" tambah Bu Yulia.

__ADS_1


__ADS_2