Akankah Setia

Akankah Setia
episode 21


__ADS_3

Edo membalas tatapan Ida.. ada nada keraguan disana.. Edo masih menatapnya yang terlihat ada misteri disana.


"apa kamu masih ragu padaku Da?" Edo menunduk dengan suara sendu..


"Maaf do.. bukan itu maksudku.. maksudku kalau kamu benar-benar minta maaf dan menyesal.. kamu tidak akan mempermasalahkan apapun alasannya aku menolakmu.. bukan karena aku tidak suka.. tapi prinsipku kuat tentang masalah yang satu ini... aku tidak mau memberi harapan kosong pada semua cowok Do.. bukan cuma kamu saja.. tapi setiap cowok yang mendekati aku.. tapi kalau hanya sekedar sahabat aku dengan senang hati menerima..!" jelas Ida lagi tidak mau ada salah paham.


"Aku bisa ngerti dan paham Da.. aku akan menunggu sampai kamu siap.." kata Edo sambil meraih tangan Ida..


"Tidak Do.. jangan seperti itu.. di sana pasti ada cewek yang bisa mencintai kamu.. yang lebih baik dari aku.. jika kamu ingin dekat denganku kita berteman baik saja.. tidak boleh lebih.. aku tidak mau kamu lebih kecewa" sahut Ida datar sambil menarik tangannya...


Edo masih terdiam sambil menatap gadis itu. Dia merasakan kecewa dan sakit dihatinya .. tapi dia juga tidak bisa memaksa Ida untuk menerima cintanya.. dia harus menghormati prinsip Ida.. dia tidak mau menyakiti hati gadis yang dia sayangi. Dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan..


Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya untuk menghilangkan rasa sedih..


Ida masih duduk diam memperhatikan Edo yang terlihat galau.. dia tahu cowok itu kecewa dengan keputusannya.. tapi mau gimana lagi.. dalam hatinya dia tidak mau menghianati kesetiaannya kepada Ilyas.. tapi itu adalah rahasia hatinya.. hanya dia dan Alloh SWT yang tahu.


"Ok Da kalau itu keputusan kamu.. aku juga tidak bisa memaksamu buat suka juga padaku.. pelan- pelan aku akan coba menghilangkan rasa ini.." ucap Edo lesu


"Aku yakin kamu pasti bisa Do.. aku juga suka sama kamu.. tapi sebatas teman.. aku sebenarnya tidak pernah membenci kamu.."


"Baiklah Da.. mulai sekarang kita berteman.. asalkan kamu tidak dingin lagi padaku..!"kata Edo pelan mengikis harapannya setelah terdiam beberapa saat berpikir yang terbaik..


Dengan terpaksa tersenyum getir mengulurkan tangannya. Ida menatapnya merasa kasian juga telah membuat dia kecewa.. tapi apa boleh buat dia tidak mau membuka hati dan memberikan harapan kosong pada Edo. Tak urung meskipun ragu dia juga menerima uluran tangan Edo dan menjabatnya sambil tersenyum.


"Mulai sekarang kita bersahabat.. tidak ada lagi permusuhan diantara kita!!" kata Edo pelan


"biarlah aku jadi sahabatmu Da.. aku janji akan tetap sayang padamu dan menjagamu meskipun hanya sebatas teman" batin edo


"Baiklah.. karena kita sudah baikan dan berteman.. aku tidak akan dingin lagi padamu Do.. dan kamu jangan sungkan curhat sama aku.. Ok!!" balas Ida dengan senyum tulusnya..


"Ok.. baiklah nona manis.. sudah malam ayo pulang!!!" ajak Edo sambil melangkah..


Ida beranjak mengikuti langkah Edo.. mereka berjalan beriringan tapi tidak lagi dengan suasana dingin dan canggung.. ada aja pembicaraan yang terjadi.. sudah mulai akrab nih suasana mereka. Sampai tidak terasa sudah berada di depan gerbang asrama putri.. padahal harapan Edo dia masih ingin bersama Ida.

__ADS_1


Ida membuka gerbang asrama yang belum dikunci dan meminta ijin petugas di situ.. dia berhenti dan menoleh pada Edo..


"Makasih ya Do.. kamu pulang dan beristirahatlah.." katanya seraya tersenyum..


Edo terkesima dengan cara Ida barusan yang selama ini hampir lebih dari satu bulan mengantarnya belum pernah diperlakukan semanis itu..


"Ok.. aku pulang dulu..dada.." sahutnya seraya melambaikan tangan..


Ida masuk keasrama dan melangkah menuju kamarnya. Ada rasa lega didalam hati dan pikirannya yang selama ini mengusiknya..


"semoga Edo benar-benar tulus mau berteman dengan ku" doanya dalam hati.


Setelah membersihkan diri.. Ida merebahkan tubuhnya yang terasa letih dan ngantuk.. seperti biasa sebelum tidur tidak lupa meraih jam tangan dari Ilyas dan menaruhnya di samping bantalnya.


"Yas Alhamdulillah... aku merasa lega dan bahagia.. aku tidak menghianati kamu Yas.. apa kamu sudah tidur Yas.. aku kangen sama kamu.. apa kamu juga kangen padaku.. lihatlah.. jam ini selalu ada melingkar ditanganku karena aku tidak akan pernah membiarkan cowok lain suka sama aku dan harus melepaskan jam ini"


Malam makin larut.. sampai tak terasa Ida terlelap dalam angannya tentang Ilyas.. yang selalu setia terpatri dalam hatinya.l


ILYAS


Seperti biasanya Ilyas dan beberapa tema seorganisasi di peleton melakukan penertiban malam di asrama.. jam 21 siswa harus sudah didalam kamar dan tidak boleh berisik.


Malam ini dia mendapatkan beberapa pelanggaran yang di lakukan para siswa..


ada seorang siswa yang baru saja masuk keasrama telat 2 menit.. Ilyas menghentikan langkah siswa itu yang terlihat tergesa-gesa..


"Berhenti!!" teriak Ilyas tegas..


Siswa yang tidak menyadari kehadiran Ilyas berhenti di tempat.. dia menoleh gugup.. dia sadari kalau dia salah.. tapi baru 2 menit lhoo.. gugupnya makin terasa setelah terlihat wajah si empunya suara yang terkenal tegas , tanpa ampun dan sedingin es balok... dan tak peduli yang dia hukum entah junior maupun senior.


"Dari mana?"tanya Ilyas mendekati siswa itu..


"Siap.. saya dari luar cari makan!" jawab siswa itu tegas meskipun gugup.

__ADS_1


"Tau salah kamu apa?" tanya Ilyas datar


"Siap.. saya telat 2 menit!"


"Sebagai hukumannya kamu pus ap 20x" perintah Ilyas pada siswa itu.


"Siap!" siswa itu dengan cepat tanpa membantah melakukan hukumannya.. karena dia tahu kalau membantah hukumannya bisa lebih berat..


"Satu .. dua.. tiga..." siswa itu berhitung dengan tegas sampai hukuman selesai..


setelah selesai dia berdiri di depan ilyas.


"siap.. saya sudah melaksanakan hukuman!" teriaknya tegas dengan keringat di tubuhnya.


"Baiklah kamu boleh masuk!" ucap Ilyas tak kalah tegas..


Setelah siswa itu masuk Ilyas melangkah menuju kamarnya karena patroli sudah selesai dan teman-temannya juga sudah bubar.. Ilyas ditinggal sendiri karena sedang menghukum tadi.


Sampai dikamarnya seperti biasa setiap kali merebahkan tubuhnya dia langsung meraih ponselnya yang selalu dia sembunyikan bawah kasur..


Zaki yang melihat kebiasaan Ilyas itu cuma tersenyum menggoda.. "Dih si bucin dah mulai narsis deh.."


"Jangan berisik ngganggu imajinasi aja.. tidur sana" sentak Ilyas kesal..


Dan sahabatnya itu hanya tertawa kecil dan kembali menikmati peraduannya.


"sayang apa kabarmu malam ini.. aku sangat merindukanmu.. kapan kita akan bertemu..


seperti apa wajahmu sekarang.. "


dan pikiran itu selalu ada dalam angan Ilyas yang membawanya terlelap dalam angannya.


Tak pernah seharipun terlewatkan tanpa berangan tentang ida.. rasa rindu yang sekian lama terpendam dalam hatinya membuat dia semakin kuat mencintai sosok Ida.. meskipun dia tau resiko yang akan dia hadapi nanti di kala harus pupus harapan saat Ida bersama cowok lain.

__ADS_1


__ADS_2