
Angga terlihat mulai akrab dengan Revan.. bahkan mereka main game bersama.. serasa ada bahagia dihati Ida.. padahal tadi dia sempat khawatir kalau Angga di rumahnya akan kaku seperti tingkahnya kalau lagi bersama dirinya.. kaku.. ketus.. galak.. meskipun kadang juga perhatian.. Ida sesekali memperhatikan mereka berdua yang lagi asyik diruang keluarga.. ada senyum tipis mengembang di bibirnya.
Ida membantu ibunya menyiapkan makan siang di dapur
"Nak Angga baik juga orangnya ya nduk?" ibunya tiba-tiba bertanya pada Ida.. yang membuat Ida salah tingkah karena ketauan memperhatikan Angga .
"Oh.. iya Bu.. mas Angga emang baik" Ida menjawab dengan gugup.
"Sudah ganteng, baik, sopan.. Dokter lagi.. cocok itu.." seloroh ibunya sambil tersenyum dan mengedipkan matanya menggoda Ida.
"Maksud ibu cocok?" Ida merasa begitu bodoh dengan perkataan ibunya.
"Ya.. kamu kan perawat dia dokter.. cocok kalian.. iya kan?" goda ibunya lagi..
"aduh Bu.. aku dan mas Angga itu tidak ada hubungan apa-apa.. hanya sebatas atasan dan bawahan.." jelas Ida..
"Oya.. tapi kok ibu lihat kamu sering merhatiin dia.. kamu suka sama dia?"
"Enggak buk.. Ida cuma kagum saja.. karena hati Ida sudah ada yang punya.. dia itu...UPS!" Ida menutup bibirnya keceplosan..
Hampir aja menyebutkan nama Ilyas pada ibunya.. dia takut ibunya berharap pada nama itu benar-benar menjadi pemilik dirinya kelak.. padahal Ida aja masih ragu akan kesetiaan Ilyas disana yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dan tidak tahu bagaimana kabarnya disana.. dimana dia.. juga tidak tahu keberadaannya..
"Kenapa? kamu dah punya pacar ya..?" tanya ibunya menyelidik..
"Belum Bu.. cuma untuk saat ini Ida masih mau fokus dengan sekolah biar lulus dulu.. juga dengan pekerjaan Ida Bu..!" Ida gelagapan mencari alasan..
"Da.. kamu dah besar.. umur kamu juga sudah pantas buat mengenal cowok.. jangan membatasi dirimu sendiri.." ibunya merasa khawatir karena tahunya Ida belum pernah pacaran... emang belum ya..hhh..
"Tenang aja ibuku sayang.. ibu nggak usah khawatir Ida jadi prawan tua.. hhhaaahhha.. banyak yang antri buat jadi pacar Ida.. cuman Ida aja yang belum pengen pacaran.. biar tercapai dulu cita-cita Ida Bu.."
"Yah.. terserah kamu.. yang penting kamu bahagia.. panggil semuanya buat makan.. ini sudah siap..!!"
Ida mengangguk lalu berjalan memanggil lainnya buat makan..
"Bapak.. mas Angga.. Revan ayo makan dulu.. dah siap tuh.." ajak Ida pada semua..
Mereka bertiga menuju meja makan lalu duduk bersama..
"Nak Angga nggak usah sungkan ayo di makan meskipun cuma seadanya.." ujar bapaknya Ida ramah..
"Iya pak.. ini mah komplit.. komplit lauknya juga komplit keluarganya.." kata Angga agak pelan..
Mengingat keluarganya jarang sekali merasakan momen untuk makan bersama selain sarapan sedang makan siang dan malam jarang sekali hanya pas liburan baru bisa makan bersama..
"Iya nak.. mumpung kumpul.. biasanya Ida tidak pernah hadir.." kata ibunya Ida tersenyum.. "Udah ayo makan..!"
Mereka makan bersama dan terkadang ada canda dan tawa mengisi acara makan bersama..
Hari sudah mulai sore.. Ida mengajak Angga jalan-jalan ke sungai didesanya yang dekat dengan pematang sawah.. indah pemandangan itu begitu asri dan indah.. sejuk hawanya.. sesekali mereka berpapasan dengan petani yang mau pulang dari sawah..
__ADS_1
"Indahkan mas pemandangan didesa?" tanya Ida sambil melepaskan sendal dan duduk di batu pinggir sungai yang mengalir dengan kejernihan airnya..
"indah.. DIKOTA mana ada" Angga ikut duduk di samping Ida yang memainkan kakinya ke air..
"Dulu waktu masih kecil.. aku suka mandi disini sama temen-temanku.. asyik rasanya..
sekarang sudah pada gede.. pisah entah kemana mereka..?"
"Sekarang nggak pengen mandi disini lagi?" Angga bertanya dengan nada datar..
"dah gede mas.. malu lah..hhhahh" Ida tertawa kecil menjawab pertanyaan Angga.
"Da kamu mau balik apa nginep?"
"Balik aja mas.. kalau mas nggak capek" jawab Ida " Tapi mas abis ini ke tempat budeku ya.. aku kangen sama mereka.. kukenalkan sama kakak sepupuku"
"Ok.." jawab Angga singkat
Setelah puas menikmati suasana sawah dan sungai.. mereka berdua berjalan menuju rumah April yang tidak begitu jauh dari rumah Ida..
"Assalamualaikum..!" sapa Ida begitu sampai didepan pintu rumah April yang terbuka.. dan langsung masuk.. "Bude..."
"Waallaikum salam.." jawab suara dari dalam kamar dan keluarlah gadis cantik dengan rambut Sepinggang dengan sedikit terkejut melihat sahabatnya datang..
"idaaa... " teriaknya sambil memeluk adik sepupu dan sahabatnya itu..
"Aku juga kangen sayangku..my honey.." kata April sedikit lebay...
lalu dia melepaskan pelukannya begitu melihat ada cowok bersandar pintu melihat tingkah mereka berdua...
"Siapa dia..? pacar kamu ya?" April mulai menggoda Ida.. "Ilyas dah tergantikan" bisiknya lagi..
"Ya belum lah..." Ida balik berbisik.. "Mas Angga masuk.. kenalin ini kakak sepupuku.. April dan dia mas Angga atasanku disana" Ida memperkenalkan keduanya..
Mereka berdua berjabat tangan sambil menyebutkan namanya masing-masing.. lalu menyilahkan duduk..
"Aku buatkan minum dulu.. silahkan duduk!"
"Bude dan pakde kemana pril?" tanya Ida kemudian..
"Oh.. ibu dan bapak katanya mau menjenguk teman kantor bapak yang sakit.. belum lama perginya."
"Yah nggak ketemu bude dong.. oh ya.. nanti tolong berikan ini sedikit buat belanja bude ya?" Ida menyerahkan amplop kecil pada April..
"Wah .. kayaknya ada yang gajian nih.. makasih ya" April menerima amplop itu..
Mereka lalu duduk di ruang tamu dan April menyuguhkan teh manis dan sedikit cemilan..
"Kamu sibuk apa sekarang pril?" tanya Ida memecah kesunyian..
__ADS_1
"Aku kerja di pabrik jadi asisten manager.. lumayan lah buat kegiatan.."
"Bagus itu.. apa kabar Fida disana ya?" Gumam Ida..
"Dia jadi guru SD.. aku kadang ketemu dia kok.. dia juga putus sama Sigit lhoo.."
"Oh ya.. " Ida kaget mendengarnya mengingat kemesraan mereka dulu yang sulit terpisahkan "belum jodoh kali.."
"Mas Angga kok diam aja?" celetuk April
"Jadi pendengar kalian aja" jawabnya singkat sambil tersenyum sendiri menatap ponselnya
Hari makin sore..
Ida dan Angga pamit pulang.. adzan magrib berkumandang saat mereka tiba di rumah Ida..
Sehabis menunaikan sholat magrib mereka berdua pamit pulang kembali ke kota Y..
Di mobil.. kembali sunyi.. Angga hanya diam dan fokus menyetir mobil melajukan dengan kecepatan sedang..
"Mas mau makan tidak?" tanya Ida memecah keheningan
"Nanti aja dirumah.. kamu masak buatku!" jawab Angga masih fokus terus menyetir mobilnya.
"Siap.. nanti Ida masakan yang enak" seru Ida sambil tersenyum..
Akhirnya mereka sampai juga di rumah.. hampir jam setengah 8 malam.. Ida dan Angga turun dari mobil..
"Assalamualaikum.."
"Waallaikum salam.. " jawab dari dalam sambil membuka pintu.. terlihat ibu Yulia disana sambil tersenyum..
Ida dan Angga menyalaminya dan masuk rumah.. terlihat dokter Ridwan sedang menonton berita di TV.. Ida dan Angga mendekati dan menyalaminya juga..
"Gimana perjalanan kalian?" tanya dokter Ridwan.
"Alhamdulillah lancar pa" jawab Angga
"kalian pasti belum makan kan?"tanya ibu Yulia..
"Belum ma.."
"Ya udah kalian makan dulu sana!"
"Iya ma.. tapi tadi ada yang janji masakin aku" sindir Angga sambil melirik ke arah Ida yang langsung tahu..
"Oh iya.. aku masak dulu.. Ida kebelakang dulu.."
Ida bergegas menuju dapur dan menyiapkan bahan yang mau dimasak.
__ADS_1