Akankah Setia

Akankah Setia
episode 10


__ADS_3

"Assalamualaikum.. aku pulang buk!!!" seru Ida sambil masuk rumah... dia. mencari ibunya yang pasti ada di dapur.


 


Gadis itu langsung memeluk ibunya dengan wajah gembira.. ibunya paham dengan sikap putri satu\-satunya itu.. dan sembari mengelus rambutnya..


 


"Ada yang bahagia ini.. pasti ketemu pacarnya zza..?"goda sang ibu yang membuat Ida jadi malu-malu.


"Ah ibuk.. Ida kan belum punya pacar" elak gadis itu makin manja...


"Yang bener..." sang ibu masih aja menggoda.."nggak mungkinkan kamu pergi ma April dan Fida.. soalnya tadi siang mereka kesini mencarimu..."


Ida terkejut mendengar ibunya berbicara dengan nada masih menggodanya..


"Mereka kesini..???" seru Ida tak percaya.


"Iya sayang... cuma sebentar terus pergi" jawab ibunya dengan senyum menyelidik "La kamu tadi kemana?"


"Kok mereka nggak telfon aku sih buk?" Ida mengalihkan pertanyaan ibunya.


"Ndak usah ngelak.. jawab ibuk Ida" ucap ibunya masih dengan nada lembut tapi melihat putrinya dia tahu kalau putrinya itu belum mau cerita.. " mereka tadi dah telfon kamu tapi katanya tidak kamu angkat" lanjut ibunya memberi tahu.


Segera Ida mengambil ponselnya dan melihat ada 5 panggilan dari April dan 4 panggilan dari Fida dan begitu banyak pesan dari mereka.. ada rasa bersalah dihatinya pada kedua sahabatnya itu.


 


"Buk.. Ida pergi dulu ya mau kerumah April dulu.. nanti sebelum magrib Ida pulang.." gadis itu mencium pipi ibunya dan langsung lari keluar rumah.


 


*****


Sedikit berlari Ida menyusuri jalan kerumah April yang lumayan agak jauh dari rumahnya.

__ADS_1


Setelah melewati sekitar sepuluh rumah dia berbelok dan menemukan pagar coklat yang sedikit terbuka. Dibukanya pintu pagar itu dan masuk kedalam. dihalaman rumah terlihat ibunya April sedang menyiram tanaman bunga...


 


"Assalamualaikum.. bude.." wanita itu menoleh pada Ida dan tersenyum.. ya Ida dan April adalah sepupu.. ibunya April itu kakak dari bapaknya Ida.


"Ada sayang.. dia didalam kamarnya.." wanita itu memberi tahu Ida dimana April berada..


 


Tanpa minta ijin gadis itu melangkah masuk ke kamar April dan langsung aja masuk tanpa ketok pintu dulu yang membuat sang punya kamar terkejut.. karena Ida membukanya agak keras..


"Heiii.. kamu itu nggak sopan ya!!! udah masuk kamar orang nggak ngetok dulu ngedobrak lagi!!!" teriak April dengan gaya marah...


"Iya.. iya deh.. maaf mbak yu ku yang cantik sekali.. jangan marah.." rengek Ida manja.


"Stooop... jangan panggil aku mbak yu.. aku masih muda.. jangan sampai kamu memanggilku seperti itu di depan temen-temen.. ngerti!!!" ujar April lagi dengan nada ketus...


" Iya deh say.. nggak akan lagi.." ujar Ida sambil memeluk sobatnya itu.. karena dia tahu kalau sobatnya itu amarahnya mudah leleh kalau dipeluk..


 


 


"Kemana kamu tadi siang?" tanyanya datar " aku dan Fida kerumahmu.. tapi Bulik bilang kamu pergi dari pagi!!" tanya April penuh selidik.


 


" Maaf.. tadi aku tidak menjawab telfon dan pesan kalian karena aku tidak melihat hp.. dan hpnya aku silent.."


 


"Terus kamu pergi sama siapa dan kemana.. sampai aku dan Fida kamu cuekin?" tanya April lagi yang merasa belum mendapatkan jawaban.


 

__ADS_1


"Kamu masih ingat kataku kemarin waktu pulang sekolah kan?" Ida malah balik bertanya.. April mengingat apa yang dikatakan Ida kemarin diangkot.


 


"Kamu.. ketemuan dengan Ilyas??" katanya pelan sambil menyelidik..


Ida mengangguk pelan dengan senyum di bibirnya.. yang makin membuat April makin penasaran karena melihat Ida yang semula tersenyum bahagia tiba-tiba berubah jadi sedih..


"Lho kok.. tadi seneng banget kok sekarang malah nekuk wajah... Ilyas nggak nembak kamu??"


 


"Dia nembak aku.. bahkan manggil aku sayang.. tapi.."Ida menunduk mau nangis..


 


April yang melihat ekspresi wajah Ida makin penasaran dibuatnya. Dia merasa aneh dengan sobatnya.. dah ditembak cowok.. dipanggil sayang pula tapi malah sedih.. aneh..


"Hey say.. kamu ini aneh sekali.. dah ditembak cowok.. terus dipanggil sayang kok malah sedih.. aku bingung dengan jalan pikiran kamu.. kenapa? mau cerita atau belum?" Ujar April pelan sambil menarik kepala Ida ke bahunya.. dia paham dengan sifat Ida bila sudah seperti itu pasti ada masalah besar yang dialaminya.


"Aku mau cerita sama kamu.. biar hatiku tenang " kata Ida datar.. sambil menahan sedihnya.


"Pril.. tadi Ilyas nembak aku.. dia mau aku jadi pacarnya.. tapi.. aku tolak.."


" Apa!!!" teriak April refleks.. "Bodoh kamu..."


"Ya mungkin aku bodoh pril.. tapi aku juga nggak mau egois" Ida berhenti menarik nafas dalam-dalam.


"Pril.. aku mau sekolah jauh.. aku dah mantap mengambil beasiswa itu.. jika aku menerima Ilyas itu sama saja aku egois membuat kita pacaran jarak jauh dan tidak tau kapan akan bertemu.. dan jika nanti disaat kita jauh ada seseorang yang mampu mengisi hari-hari kami dan hati kita berbelok arah akan membuat kita sakit hati dan bisa bermusuhan... jadi aku tidak akan mengikat dia.. biar saja kita menjalani hidup ini seperti air yang mengalir" jelas Ida yang membuat April manggut-manggut.


"Salut aku sama kamu sekarang say.. jalan pikiranmu begitu panjang dan dewasa... oh ya.. kapan kamu mau pergi ke kota Y??" tanya April kemudian..


"Besuk senin setelah cap 3 jari ijasah rencana aku mau ke sana lihat-lihat dulu.."


" Yaaaaahhh.... kita jadi jarang ngumpul dong.. eemhh" Kata April merajuk sambil memeluk Ida.

__ADS_1


Mereka berdua saling berpelukan serasa tidak ingin berpisah.. memang sejak kecil mereka berdua sangat akrab.. meskipun sepupu tapi umur mereka sepantaran dan saling bercurhat.


****


__ADS_2