
Setelah seminggu bekerja, akhirnya weekend menyapa.Nadia merasa bosan,biasa nya ia menghabiskan weekend alias hari libur kerja untuk mencuci setumpuk baju yang tidak sempat ia kerjakan di hari biasa.
Sekarang semua pekerjaan rumah sudah di ambil alih oleh bik siti, bahkan untuk memasak pun Nadia tidak berani lagi. Panji melarang nya memasak karena dia tidak akan memakan masakan apapun yang di buat oleh Nadia.
Karena merasa sangat bosan, akhirnya Nadia memutuskan untuk menonton televisi, di saat Nadia lagi seru seru nya nonton Panji datang dan mematikan televisi.
"Masuk ke kamar, teman teman aku mau datang. jangan keluar kamar sampai mereka pulang"
"emang nya kenapa pak?kan saya gak ganggu bapak" Nadia heran apa sebenarnya maksud Panji
"udah jangan banyak tanya.
satu lagi, kalau di depan mama jangan panggil saya bapak" Panji melangkah menjauhi nadia
"terus saya harus panggil apa? " Nadia setengah berteriak
Panji hanya mengangkat bahu nya.
__ADS_1
"Aneh, kalau gak mau nikah sama aku ngapain setuju" Nadia pun masuk ke kamar.
Di kamar seharian membuat Nadia semakin bosan, ia mencoba menyalakan televisi yang ada di kamar tapi tidak menemukan siaran yang menarik, Nadia mematikan televisi dan berjalan melihat foto foto yang terpajang di dinding kamar.
"kok selama ini aku gak pernah perhatiin kalau ada foto pak panji disini ya? "
Nadia terus menyusuri dinding yang penuh degan foto Panji, langkah nya terhenti saat melihat satu foto Panji dan perempuan tengah duduk berdampingan, di foto itu Panji tertawa lepas.
"coba aja kamu setiap hari ketawa kaya gini pak"Tangan Nadia meraih foto Panji bersama perempuan itu.
Di saat bersamaan pintu kamar terbuka, tampak wajah Panji memerah menahan amarah.
"keluar, keluar sekarang juga"Panji mendorong tubuh Nadia dengan sekuat tenaga, karena tak mampu menahan beban tubuh nya yang di dorong akhirnya Nadia terjatuh.
Nadia pun keluar dengan menahan sakit di tangan nya, tangan yang dulu sempat terkilir akibat membantu bu Dewi,mama Panji.
******
__ADS_1
Nadia masuk ke kamar tamu, kamar di rumah ini hanya ada tiga. satu kamar Panji dan Nadia .lebih tepat nya kamar Panji sendiri.
satu lagi kamar bik Siti dan satu lagi kamar khusus tamu, meskipun kamar tamu tapi didalam kamar tersebut tersedia kasur dan ranjang yang besar, televisi, kamar mandi di dalam.
Nadia langsung berbaring di kasur, pikiran nya melayang entah kemana, bulir bulir bening yang ia tahan sejak di kamar Panji, akhirnya luruh membasahi pipi nya.
karena lelah menangis akhirnya nadia pun tertidur di kamar tamu itu.
*******
Panji memencet pin apartemen nya,masuk kekamar dan langsung merebah kan diri ke kasur, tak lama kemudian terdengar suara nafas Panji yang teratur, pertanda Panji sudah tertidur
Panji memang memeiliki sebuah apartemen.
apartemen ini lebih mewah di bandingkan rumah yang di beli nya untuk ia tinggali dengan Nadia.
Ia kesal karena Nadia yang berani menyentuh barang barang nya, akhirnya memutuskan pergi dari rumah untuk sementara waktu, entah mengapa Panji begitu benci jika melihat wajah Nadia, terlebih Nadia memegang foto Panji dengan maya, mantan kekasih nya.
__ADS_1
******