Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Salah Faham


__ADS_3

Flashback on


Pagi ini entah apa yang membuat Maya melangkahkan kaki nya ke gedung tinggi berlogo EC itu.


Gedung yang dulu ia bebas keluar masuk tanpa beban.


Semua mata memandang aneh ke arah Maya,karena mereka semua tau kalau Maya sudah di blacklist dari perusahaan ini,jangankan untuk bekerja untuk berkunjung pun ia tak di bolehkan.


Entah bagaimana ia bisa bebas dari pemeriksaan security yang berjaga di depan.


Duduk sendiri di ruangan yang sudah berubah membuat Maya merasa terasing,dulu ruangan ini penuh dengan hal-hal yang ia sukai,mulai dari warna sampai ke perabotan semua nya adalah kesukaan Maya yang sengaja di pilih sendiri oleh Panji.


Pintu terbuka lebar,Panji masuk dengan mimik wajah yang sulit di mengerti.


Maya hanya mentap sambil berdiri mendekati Panji.


"Apa mau mu?" Tanya Panji sambil berjalan menuju kursi kebesaraan nya.


"Panji......"


"APA MAU MU?" Teriak Panji tanpa mendengar kan Maya.


"Panji aku mau kita kembali seperti dulu,aku gak papa kalau harus jadi istri kedua mu Panji hiks hiks" Maya mulai menangis sambil berlutut di kaki Panji.


"Panji aku mohon" Lanjut nya lagi.


"Kamu sudah tidak ada di hatiku lagi" Jawab Panji santai sambil melipatkn kedua tangan di dada.


"Lebih baik aku mati Nji" Maya berlari menuju meja sofa,ia mengambil dua buah vas bunga kecil dan melemparkan nya kelantai.


Prankkkkk Prankkkkk


Bima berlari menerobos pintu saat mendengar sesuatu yang pecah,ia melihat Maya sedang menangis di pojokan sambil memegang pecahan kaca vas bunga.


"Maya,itu bahaya tolong di buang" Teriak Bima sambil perlahan mendekat.


"Jangan mendekat,atau gue iris tangan ini" Balas Maya dengan teriakan.


"iris,iris aja kalau kamu mau haha" Panji tertawa santai di kursi kebesaraan nya.


"Nji...."Belum sempat Bima meneruskan kata-kata nya,Darah segar sudah keluar dari pergelangan tangan kiri Maya.


Maya ambruk tak sadar kan diri.


Flasback off.


Seorang Dokter wanita keluar dari kamar VIP,ini ketiga kali nya Dokter memeriksa keadaan Maya,karena sejak di bawa kerumah sakit Maya belum juga sadarkan diri.


Jam sudah menunjukkan pukul 15.25,itu berarti sudah hampir 8 jam Maya tak sadarkan diri,Dokter bilang itu karena Maya terlalu banyak mengkonsumsi obat tidur dan penenang.

__ADS_1


Entah masalah apa yang tengah ia hadapi sampai mengkonsumsi obat-obatan itu.


Bima masuk sambil membawa dua buah plastik berisi makanan online yang mereka pesan 20 menit yang lalu,siang ini melewatkan makan siang,karena terlalu panik melihat keadaan Maya yang sejak datang kerumah sakit tak kunjung sadar.


Dua bungkus nasi goreng dan dua gelas jus,tak butuh waktu lama semua nya sudah masuk ke perut mereka.


"Lu gak pulang Nji?" Tanya Bima sambil membereskan sisa-sisa bungkus makanan.


"gue bingung,menurut lu gue pulang atau gak?" Tanya Panji kembali.


"Yaa pulang lah,kasian bini lu dirumah kalau sampai dia tau lu disini jagain mantan lu...."


"Yaa ampun ,gue lupa ngasih kabar ke Nadia,bisa-bisa nya gue lupa kaya gini"


Potong Panji


"Kata nya udah gak cinta,tapi pas gini khawatir nya minta ampun sampai lupa bini"


ledek Bima sambil tertawa puas.


Panji mengambil ponsel yang sejak tadi di kantong celana nya.


Sebelas panggilan tak terjawab dan 5 pesan dari Nadia.


"Gue pulang apa gak nih Bim?" Tanya Panji,ia nampak bingung.


"Terserah lu deh Nji,kalau lu yang disini gue pulang,kalau gak ya terpaksa gue yang tinggal" Jawab Bima sambil memainkan ponsel nya.


"oke oke,kalau gitu gue pulang.


jangan khilaf ya,apalagi sampai CLBK Haha" Bima berlari keluar meninggalkan Panji yang menatap dengan tatapan emosi.


"Kebanyakan nonton drama korea lu" teriak Panji sebelum Bima keluar Kamar.


******


Nadia yang sejak siang tidak berhasil menghubungi Panji akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor Panji.


Setelah bersiap-siap Nadia memanggil Pak Warto untuk mengantarkan nya ke kantor,belum sempat masuk ke mobil Nadia mendapatkan telpon dari Panji.


Panji bilang ada urusan mendadak keluar kota jadi malam ini dia tidak bisa pulang,ia lupe memberi kabar karena terlalu sibuk dengan kerjaan kantor hari ini.


"oke deh mas,hati-hati ya


Assalamu'alaikum" Nadia menutup telpon nya dan kembali masuk ke rumah.


******


Jam menunjukkan pukul 20.45 Maya belum juga sadar,Panji yang sejak tadi menunggu akhirnya tertidur di sofa.

__ADS_1


Perlahan-lahan Maya membuka mata nya,ia tersenyum senang saat melihat Panji tertidur,itu berarti Panji menjaga nya sepanjang hari ini.


Cekrek,ia memoto Panji kemudian mencari kontak di aplikasi Whatsapp milik nya,kemudian mengirim foto itu dengan caption


"Lihat,suami mu seharian bersama ku di Rumah sakit,itu tanda nya dia masih perduli dengan ku "


Tak selang beberapa lama dua centrang yang hitam berubah menjadi biru,itu berarti si penerima sudah membaca pesan nya.


Maya tersenyum penuh kemenangan,tak sia-sia dia mengiiris pergelangan tangan nya hari ini.


Perlahan ia berjalan mendekati Panji,kemudian ia mengelus-elus rambut yang sudah hampir 4 tahun ini tak pernah ia sentuh lagi.


Panji menggeliat dan membuka mata,ia langsung terduduk saat melihat Maya.


"kamu sudah sadar?,sebentar aku panggilkan Dokter" Panji berdiri, tapi di tahan oleh Maya.


"Aku sudah sembuh karena kamu sudah menjagaku sepanjang hari ini"


Maya tersenyum melihat Panji, ia yakin bahwa Panji masih mencintainya.


"Jangan salah paham Maya,aku menjagamu sepanjang hari ini bukan karena aku masih mencintaimu, tapi aku ingin mengakhiri semuanya"


"aku tanya sekali lagi,apa maumu?" lanjut Panji


"mau ku tetap sama Panji, aku ingin kembali kepadamu" jawab Maya


"bagaimana aku harus menjelaskannya, kamu sudah tidak ada lagi di hatiku Maya, aku harap kamu mengerti dan ini untuk terakhir kalinya kamu mengganggu kehidupanku, aku peringatkan sekali lagi kalau sampai kamu berani mengganggu kehidupan ku lagi jangan salahkan aku kalau sampai kamu terluka"


Panji meninggalkan Maya yang masih terdiam mendengar apa yang dikatakannya.


******


Berulang kali Nadia melihat isi pesan yang dikirim oleh Maya, bulir-bulir bening siap tumpah ke pipinya.


Dia mengira selama ini Panji benar-benar mencintainya dan melupakan masa lalunya itu, tapi ternyata apa yang dia pikirkan selama ini salah.


Entah apa yang harus ia lakukan sekarang, kali ini bulir-bulir bening sudah tumpah di pipinya yang putih bersih itu, hatinya hancur.


Bunyi suara mobil Panji menyadarkan Nadia dari, bergegas ia menghapus sisa-sisa air matanya,ia berniat untuk tidak memberitahu Panji apa yang dikirim oleh Maya melalui WhatsApp tadi.


Nadia menyambut Panji di pintu, seakan-akan tidak ada terjadi apa-apa.


"mas, katanya malam ini nggak bisa pulang? kok sekarang sudah di sini?"


"pekerjaan mas sudah selesai, jadi buat apa nginep di sana?, kamu sudah makan?"


tanya Panji sambil berjalan menuju kamar mereka


"**sudah mas" jawab Nadia singkat

__ADS_1


Malam yang penuh kesedihan untuk Nadia, dia berpura-pura tidak terjadi apa-apa karena dia tidak mau terlalu berharap kepada Panji lagi**.


bersambung


__ADS_2