
Panji pagi pagi sudah berangkat ke kantor, dia melewatkan sarapan pagi.
Entah kekesalan apa yang membuat Panji pagi ini membanting pintu sekuat tenaga.
Nadia yang menyaksikan Panji yang keluar rumah dengan emosi hanya bisa diam, jangan kan untuk menyapa Nadia, melirik pun tidak.
"kenapa lagi sih tu orang? Aneh" Nadia membersih kan sisa sarapan nya.
Dia mencari kesibukan agar tidak suntuk, karena mulai hari ini dia tidak bekerja lagi, lebih tepat nya di pecat oleh Panji.
********
Panji keluar dari mobil dengan wajah penuh emosi, tidak ada yang berani menegur. karywan nya hanya menundukkan kepala saat Panji melewati mereka.
"aaarghh..... "panji bereteriak sambil menghempas kan bokong nya ke sofa yang ada di ruangan nya.
Tangan nya merogoh ponsel yang ada di kantong celana, sambil mencari cari nomer yang akan di hubungi
"tut tut tut...... hallo,jual Apartemen saya sekarang juga. "
Panji memutuskan panggilan sebelum assisten ny mengeluarkan sepatah kata pun.
"kamu pikir,kamu bisa datang dan pergi di hidup ku sesuka mu? jangan mimpi kamu Maya"
Aarghhhh.... Panji membanting ponsel nya kelantai dengan penuh kemarahan.
#Flashback #
Panji di kagetkan suara ponsel milik nya yang berbunyi sejak tadi, ia p.un duduk bersandar dengan mata yang masih terpejam.
__ADS_1
Tanpa melihat siapa yang menelpon, Panji langsung menggeser tombol hijau di ponsel ny
"hallo" suara serak khas orang bangun tidur
"hallo pak panji, saya mau melaporkan kalau di apartemen bapak ada seorang wanita,saya sudah mengingatkan dia, kalau bapak tidak mengizikan siapa pun yang masuk kecuali bapak sendiri.
wanita itu menolak pak, dia bilang kalau dia calon istri bapak".
penjaga Apartemen Panji menjelaskan panjang lebar.
Panji memang menugaskan anak buah nya untuk berjaga di pintu Apartemen untuk menghindari Maya datang.
dugaan Panji benar,Maya dengan tanpa rasa malu datang ke Apartemen milik nya dan mengaku sebagai calon istri nya
#Flasback Off#
tok tok
"masuk"
"gimana? sudah kamu laksanakan? " tanya panji kepada Anton,Assisten pribadi nya.
"Sudah pak, sebentar lagi nona Maya tidak akan bisa memasuki Apartemen itu" jawab Anton dengan wajah tanpa ekspresi.
Tiba tiba pintu terbuka, Maya masuk dengan wajah datar, Panji yang melihat Maya langsung berdiri.
"mau apa? "tanya Panji ketus
"kamu jual apartmen itu? kenapa? "Maya balik bertanya
__ADS_1
"bukan urusan mu, lagi pula Apartmen itu milik ku, terserah mau ku apakan saja" Panji kembali duduk di kursi nya
"Panjiiii"... teriak Maya
"Anton, seret dia keluar. jangan biar kan di masuk ke kantor ini lagi"
"baik pak" Anton memaksa Maya keluar,tapi Maya menepis tangan Anton.
"lepasss, kamu lihat saja Panji, aku bakalan dapatin kamu lagi" Maya pergi dengan membawa kemarahan, sementara Panji hanya mengibas ngibaskan tangan nya, pertanda mengusir Maya.
********
Mobil Panji memasuki perkarangan rumah nya, hari ini Panji pulang di supiri oleh Anton, Asisten nya.
Setelah Panji keluar, mobil yang di bawan Anton pun segera pergi meninggalkan rumah Panji.
Nadia yang mendengar suara mobil bergegas keluar membuka pintu dan menemui Panji.
Dia berniat membawakan tas kerja Panji, tapi sayang tangan nya di tepis oleh Panji.
"Saya sudah bilang, jangan menyentuh barang barang saya tanpa izin.
satu lagi, jangan berlagak menjadi istri saya, sampai kapan pun saya tidak akan pernah menganggap kamu istri" Panji berlalu meninggalkan Nadia yang masih mematung.
Tanpa sadar air mata nadia keluar, hati nya sakit.
Rasa nya ia ingin pergi, tapi dia tidak mempunyai tujuan.
***********
__ADS_1