Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Bertemu Angga


__ADS_3

Nadia melangkahkan kaki keluar dari cafe dengan lesu,dia tidak menyangka kalau Maya yang dia kenal sebagai teman suami nya adalah mantan kekasih suami nya itu.


Sejak tadi kata-kata Maya menghantui pikiran nya,apa benar jika dia yang meminta perceraian maka Panji akan menyetujui nya?


Bruukk...


Tanpa sadar Nadia menabrak seseorang


"Maa maaf,saya tidak sengaja"


Nadia membersih kan rok nya yang terkena debu-debu jalanan tanpa melihat siapa yang di tabrak nya.


"Haiiii, ini benar kamu kan? Nadia... "


Nadia mengangkat wajah nya yang dari tadi sibuk membersih kan rok nya.


"Eeh, Angga ya? " tanya Nadia


"iya aku angga.


kamu ngapain disini?" Tanya angga


"ehm, itu tadi ketemu temen di cafe itu" Nadia menunjuk sebuah bangunan tempat dia bertemu dengan Maya tadi.


"Bagaimana kalau kita ke cafe itu lagi, minum sambil ngobrol" ajak Angga penuh harap


"Maaf, aku tidak bisa" Nadia menolak ajakan Angga.


"Ayo lah Nad, sebentar aja kok"Angga berusaha membujuk Nadia


"Maaf Angga, aku benar-benar tidak bisa, suamiku sebentar lagi pulang kerja"


Usaha Angga sia-sia, dia tidak berhasil membujuk Nadia agar menemani nya duduk di cafe. Biasa nya jika dengan wanita lain Angga akan melakukan apa saja agar keinginan nya terwujud, walaupun dengan memaksa sekalipun.

__ADS_1


Entah mengapa jika berhadapan dengan Nadia, Angga tidak bisa berbuat banyak. Apa karena cinta? entah lah


Drrttt Drrttt ponsel Angga bergetar


"ngurus cewe 1 aja lu gak becus" teriak Maya dari seberang


"Lu gak di posisi gue.


gue gak bisa maksa dia" Balas Angga


"Alah bulshit tau gak" Maya langsung memutuskan panggilan.


#Flashback On#


"Gue hari ini bakal ketemu sama Nadia, jadi setelah gue ketemu sama dia, giliran lu yang harus ajak dia duduk di cafe.


selebihnya lu yang atur. gue gak mau tau,kali ini harus berhasil."


Maya mengatur rencana ,sementara Angga hanya diam, tidak mendengarkan apa yang di katakan Nadia.


maya berteriak, dia kesal karena Angga sejak tadi hanya diam.


"oke oke, gue harus apain dia? " tanya Angga kemudian


"Terserah lu, yang jelas lu bawa dia ke cafe, gue bakal masukin obat tidur ke minumannya, selebihnya lu yang urus"


Angga menarik nafas, kemudian menghembuskan nya dengan kasar.


"oke" hanya itu yang keluar dari mulut nya


kemudian dia pun pergi entah kemana.


#Flashback Off#

__ADS_1


Nadia sampai di rumah sebelum Panji pulang.


Dengan langkah gontai dia memasuki rumah, Bik Siti yang melihat Nadia datang langsung memghampiri Nadia.


"ibuk darimana? tadi bapak nelpon kerumah nanyain ibuk, kata nya nomor ibuk gak bisa di hubungi"


Nadia merogoh tas nya, mengambil benda pipih berwarna putih itu.


"Aduuh Bik, handphone saya mati, tadi pagi lupa di charger. Bapak bilang apa aja Bik? "


Tanya Nadia dengan wajah tegang.


"Bapak nanya ibuk udah pulang apa belum? saya bilang belum.


Terus bapak bilang, kalau ibuk sudah pulang disuruh hubungi bapak"


Nadia mengangguk tanda mengerti, kemudian dia melangkah menuju kamar nya.


Nadia ragu untuk menghubungi Panji, dia takut lelaki itu marah karena seharian ini nomornya tidak aktif.


setelah lama berpikir akhirnya Nadia memutuskan untuk menelpon Panji menggunakan telpon rumah, karena ponsel nya sedang di charger.


"Assalamu'alaikum mas"


"waalaikumsalam" jawab Panji


"kamu kemana aja? kenapa nomor mu tidak aktif?" Panji bertanya dengan suara marah


"Maaf mas, tadi ponsel ku lowbat, lupa nge charger" jawab Nadia.


" yaudah, sebentar lagi aku pulang, tunggu aku di teras"


Panji memutuskan panggilan, sementara Nadia bergegas ke kamar mandi untuk membersih kan diri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2