Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Makan Malam


__ADS_3

Malam ini Panji menepati janji nya,mengganti makan malam yang gagal akibat pekerjaan yang menumpuk.


Bahkan Panji sengaja membatal kan beberapa agenda agar bisa pulang tepat waktu, dia tidak ingin membuat Nadia kecewa lagi.


Seperti janji nya, Panji membawa Nadia ke suatu tempat sebelum makan malam.


Mobil memasuki kompleks perumahan elit, satpam yang berjaga menyapa Panji, seperti sudah kenal lama.


"Selamat sore Pak Panji, sudah lama tidak melihat bapak" sapa satpam yang berjaga.Perumahan elit memang memiliki beberapa satpam yang berjaga di pos masuk kompleks, bahkan untuk masuk ke kompleks ini perlu izin dari pemilik rumah yang akan di kunjungi. Setiap rumah terhubung dengan pos,agar mempermudah Satpam mengkonfirmasi jika ada tamu yang ingin berkunjung,apakah benar-benar tamu atau bukan.


Sepanjang jalan Nadia melihat deretan rumah-rumah mewah dan megah. membayangkan tinggal di rumah mewah seperti ini saja sudah membuat Nadia bahagia.


Mobil berhenti di salah satu rumah mewah, Panji dan Nadia keluar dari mobil.Nadia yang sejak tadi bertanya-tanya sendiri kemana sebenarnya tujuan mereka,akhirnya memberanikan diri bertanya kepada Panji.


"Mas, ini rumah siapa? rumah temen mas ya?"


Panji hanya mengangkat bahu nya, kemudian membuka pintu gerbang dan menarik tangan Nadia agar masuk mengikuti nya.


Sesampai nya di dalam rumah, Nadia di buat kaget karena disana sudah ada Bik Siti dan pak Warto.


"lho, kok Bik Siti di sini?"

__ADS_1


bik siti hanya tersenyum melihat wajah bingung Nadia.


"Mas ini rumah siapa? kok Bik Siti sama Pak warto ada disini?" Merasa tidak puas akhirnya Nadia kembali bertanya kepada Panji.


"ini rumah kita yang baru" Panji menjawab dengan suara datar.


"ha? maksud nya apa mas? jadi rumah yang kemarin gimana mas?"


"jangan pikirkan rumah kamarin, mulai Lusa kita sudah pindah kesini" Panji berdiri dan kembali menarik tangan Nadia, membawa keluar.


Sesampai nya di mobil Nadia kembali memberikan pertanyaan yang ber tubi-tubi kepada Panji.


"jadi Bik siti sama pak Warto gimana mas? mama udah tau kita bakal pindah kesini? kok kita pindah rumah mas? masss? "


hah, kenapa sih dia bisa kelihatan imut begini? kalau dia terus-terusan bicara,aku jadi ingin menutup bibir nya dengan bibir ku.


aaah, apa yang kau pikirkan Panji, dasar lelaki mesum!!!. Panji


"banyak sekali bicara mu ya, jangan banyak tanya.


kalau aku bilang pindah yaa pindah"

__ADS_1


Akhirnya Nadia diam, tidak bertanya apa pun lagi, dia takut pertanyaan nya bisa mengundang emosi Panji.


******


Mobil berhenti di depan sebuah restoran mewah.


Nadia kembali ternganga, baru kali ini dia masuk kesebuah restoran mewah, lagi-lagi selama ini dia hanya melihat restoran seperti ini di televisi.


Restoran mewah dan megah, tapi tidak ada satu orang pun yang berkunjung.


untuk sebagian orang yang mengerti pasti tau kalau restoran ini sudah di booking oleh seseorang.Berbanding terbalik dengan Nadia yang merasa aneh kenapa tidak ada pengunjung di restoran mewah ini.


"Mas kok sepi? atau restoran nya lagi tutup mas" Panji tersenyum mendengar apa yang Nadia bilang.


"gak tau, tapi bagus dong berarti gak ada yang ganggu kita"


Nadia tersipu malu, dia memalingkan wajah nya agar tak dilihat Panji, karena sekarang wajah bya sudah merona


Makan malam berjalan dengan lancar, selesai makan mereka pun pulang.


sepanjang jalan hanya ada kebisuan, tidak sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2