Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Pindah Rumah


__ADS_3

Semenjak kejadian di kantor, Akhirnya Panji mengumumkan pernikahan nya ke Media.


Banyak yang terkejut,bahkan ada yang menganggap hari patah hati Nasional.Bagaimana tidak,Panji yang tinggi, tampan,putih bisa di bilang sempurna itu ternyata sudah menikah.


Bermacam-macam bentuk spekulasi,mulai dari yang mendukung, menghina bahkan meneror Nadia. Semua itu membuat Nadia risih, bahkan takut untuk keluar rumah.


Seperti hari ini, entah darimana para netizen tau kalau Panji dan Nadia pindah kerumah baru.


Sebagian besar dari mereka adalah para wanita, mulai dari anak SMA, Sampai ke wanita-wanita tua yang belum menikah. Bahkan ada juga para pria yang ingin melihat seperti apa wajah istri Panji yang sedang booming.


Mereka beramai-ramai datang ke kompleks perumahan Panji, karena tidak mempunyai akses akhirnya mereka hanya menunggu mobil Panji dan Nadia datang di depan kompleks.


Panji yang tau sedang ada keributan di depan kompleks akhirnya meminta Bima untuk mengantar ia dan Nadia.


Weekend yang seharusnya di nikmati Bima dengan rebahan dan malas-malasan akhirnya batal.


Sepanjang jalan Bima hanya menggerutu kesal kepada Panji, sementara Panji hanya diam tidak merespon gerutuan Bima.


"Gue habis ngantar lu sama Nadia langsung pulang ya, gue gak mau tau,gak mau gue bantu lu beres-beres" Bima bicara dengan nada kesal


"iya bawel, berisik lu" jawab Panji.


"buset daaah, banyak banget penggemar lu nji haha, liat tuh emak emak ada juga nji, waaah Nadia saingan lu mulai dari Anak muda sampai emak-emak haha" Bima tertawa puas melihat segerombolan wanita dan pria yang menunggu di depan kompleks.

__ADS_1


"Nji, gak salah tu cowo-cowo mau ngeliatin lu juga? haha" kali ini Bima tertawa lebih besar dari yang tadi.


"Berisik Bim, ntar mereka tau kalau gue di mobil lu" Panji menundukkn kepala nya saat melewati segerombolan orang yang sejak tadi menunggu nya.


Bima memperlihatkan kartu akses untuk masuk ke kompleks.


"Haaah,Akhirnya lega" Panji membuang nafas dengan kasar


Sesampainya di rumah baru, mereka di sambut oleh Mama Panji,Bik Siti dan Pak warto.


"Mama,kok gak bilang udah disini?" tanya Nadia sambil memeluk ibu mertuanya itu.


"Mama mau kasih kejutan" jawab Bu Dewi sambil membalas pelukan Nadia.


Bima yang awal nya ingin langsung pulang pun akhirnya ikut nimbrung hingga makan malam.


"Nji, kayak nya lu harus nambah keamanan di rumah lu, dan satu lagi kasih Nadia pengawal kalau mau kemana-mana, lu gak liat tadi para netijen mulai dari yg muda sampai yang tua jadi idola lu,bisa-bisa kalau ketemu Nadia habis ni bini lu di keroyok haha"


Bima bicara dengan mulut yang penuh dengan kripik pisang, seakan tidak puas dengan makan malam tadi, ia pun kembali makan cemilan yang sudah ada di atas meja ruang tamu.


Panji hanya diam sambil memikirkan perkataan Bima, dia tidak mau kejadian kemarin di kantor terulang lagi dengan Nadia.


"wooy, dengar gue gak lu" teriak Bima sambil melempar keripik pisang ke arah Panji.

__ADS_1


"Pulang deh lu Bim pulang, kata nya habis ngantar gue langsung pulang, nah sekarang lu masih aja disini"


Panji memakan keripik yang di lempar Bima tadi.


"Gue nginap sini, bolehkan Nad?" Kali ini Bima sudah duduk di samping Nadia, dia sengaja ingin melihat reaksi Panji.


"Tanya mas Panji aja" Jawab Nadia tanpa menoleh Bima


"Enak aja lu, sana lu pulang, bawa tu keripik sekalian buat lu makan di jalan"


Panji menarik tangan Nadia supaya mendekat ke dia.


"Huuu dasar suami posesif" Bima berdiri sambil membawa toples kripik pisang


"Buset tu anak, beneran di bawa tu toples kripik"


"Bima pulang ya tante, Nad" Bima menyalami Bu Dewi yang sejak tadi hanya tertawa melihat tingkah dia dan Panji.


"Good night suami posesif, mimpi indah haha"


Tawa Bima memenuhi ruangan, dia puas kalau sudah melihat ekspresi marah Panji akibat ejekan nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2