Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Panji mengangkat tubuh mungil milik Nadia,lalu melepaskan jilbab yang di kenakan nya.


Nadia benar-benar tertidur, dia sungguh lelah hari ini, lelah fisik dan juga lelah bathin.


"Kenapa kau begitu bodoh tidak menyadari perasaan ku?"Panji berbicara sendiri, tangan nya mengusap-usap rambut indah milik Nadia.


"Kenapa kau bilang tidak masalah kalau di madu?Apa kau mencintai ku?" masih berbicara sendiri, Nadia yang merasa rambut nya di sentuh, akhirnya terbangun, namun dia sengaja tidak membuka mata, dia tau kalau Panji sedang menantapnya, ia bisa tau karena humbusan nafas Panji sangat dekat dengan wajah nya.


"Aku mencintai mu Nadia, aku tidak tau sejak kapan rasa ini tumbuh.


tidak melihat mu sehari saja aku merasa ada yang hilang. Maaf kan aku karena dulu tidak menerima mu"


Deg


Jantung Nadia berdetak kencang, apakah Panji sedang mengungkapkan cinta nya?


Tiba-tiba dy merasakan bibir nya basah, Panji kembali mencium bibir itu, ******* dengan sangat pelan, Nadia hanya diam menikmati setiap lumatan yang di berikan Panji.


hei jantung, kenapa kau berdetak secepat ini? dan kau, apakah kau mesum? menciumi wanita yang sedang tidur.


kenapa aku menikmati setiap ciuman yang di berikan nya, apakah aku juga mesum? Nadia hanya mampu merutuki semua nya di dalam hati, tanpa berani mencegah nya.


******


Nadia terbangun saat tengah malam.lagi-lagi ia tertidur dalam pelukan Panji.Entah mengapa pelukan itu terasa hangat sekali.


Nadia menggeliat, gerakan nya membuat Panji terbangun.


"ada apa? kenapa bangun?" Panji meraih ponsel di atas nakas,di lihat nya masih jam 02.46

__ADS_1


"Aku haus mas, pengen minum?"


"ini" Panji memberikan segelas air kepada Nadia, dia tau kebiasaan Nadia kalau terbangun tengah malam, dia pernah mengikuti Nadia saat terbangun,dan Nadia menuju tempat minum di dapur.


"Makasih mas, ayo tidur lagi" Nadia kembali berbaring, sementara Panji menatap Nadia dengan tatapan berbeda.


"kenapa mas?" Nadia berusaha untuk duduk, tapi gerakan nya langsung terhenti saat Panji mengunci bibir Nadia menggunakan bibir nya.


Panji ******* bibir Nadia dengan lembut, tangannya sudah bermain ke area2 yang ia sukai.


Nadia mendesah, menikmati setiap sentuhan yang di berikan Panji.


Malam yang panjang baru di mulai. Saat orang lain sudah terlelap dan bermain di alam mimpi mereka, Nadia dan Panji baru memulai permainan cinta mereka.


******


Siang ini Panji meminta ia datang kekantor untuk makan siang bersama.


Nadia membawa rantang tupperware yang berisi makanan untuk makan siang mereka.


Selama menikah memang dia belum pernah sama sekali pergi ke kantor Panji. Untung di lobby dia bertemu dengan Bima, kalau tidak mungkin dia akan di usir oleh security yang berjaga di depan, karena mereka tidak mengenali Nadia, mereka tidak mungkin percaya kalau Nadia adalah istri pemilik perusahaan ini.


"waah, gue boleh dong ikut makan siang?" Tanya bima sambil melihat rantang yang di bawa Nadia


"Boleh kok, lagian aku bawa banyak" jawab Nadia sambil mengangkat rantang yang ada di tangan nya.


"haha, becanda.Memang nya kamu pikir Panji bakal ngizinin aku ikut makan siang sama kalian?"Bima kembali tertawa


"emang nya kenapa? kamu kan teman nya dia" jawab Nadia polos.

__ADS_1


Bima hanya tersenyum menatap kepolosan Nadia.


kau belum tau ya, kalau suami mu itu sudah mulai menyukai mu?


mana berani aku mengganggu acara makan siang kalian, aku belum siap mati. hahah.Bima


Nadia termenung didepan pintu yang bertuliskan Direktur Utama itu. Dia belum percaya kalau ia adalah seorang istri pemilik perusahaan terbesar ini.


tok tok tok


"Masuk" terdengar suara Panji dari dalam.


Nadia masuk dengan hati-hati, di lihatnya Panji sedang duduk di sofa, seperti nya memang menunggu kedatangan Nadia.


"Duduk disini" Panji menepuk sofa di samping nya.


"Kamu masak apa hari ini? keliatan nya enak" Nadia membuka rantang yang di bawa nya, bermacam-macam lauk sudah terhidang di atas meja.


"Mas, tadi Bima bilang mau ikut makan siang,boleh ya?" Nadia bertanya dengan polos.


"gak, dia sudah kenyang" jawab Panji kesal


Darimana dia tau kalau Bima sudah kenyang? Aneh. Nadia


Panji memakan semua masakan yang di bawa Nadia, tidak menyisakan sedikit pun untuk Bima


Entah mengapa dia begitu kesal saat mendengar nama Bima di sebutkan dari mulut Nadia.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2