
Nadia duduk termenung memandang bunga-bunga yang tersusun rapi di halaman rumah nya,pikiran nya kosong entah melayang kemana.
sampai siang dia belum juga menentukan akan pergi berbulan madu kemana,entah kenapa hari ini dia begitu merindukan kampung halaman nya,kampung dimana ia tumbuh besar,kampung dimana ia kehilangan kedua orang tua nya.
Entah sejak kapan Panji berdiri tepat di belakang Nadia,Panji pun ikut menikmati pemandangan bunga-bunga yang di rawat istri nya sejak sebulan terakhir ini.
"Melamun?" tanya Panji yang berhasil membuat Nadia terlonjak kaget,ia berdiri dari kursi dengan cepat dan hampir saja terjatuh kalau saja Panji tidak menangkap nya.
"Mas,bikin kaget aja"
"kamu sih,siang-siang melamun.
udah nentuin kita bakal kemana?"Tanya Panji sambil duduk di kursi tempat Nadia melamun.
"Mas,hmmm kalau kita ke kampung aku aja gimana ?
__ADS_1
hmm kamu pasti gak mau ya?kamu kan gak biasa sama suasana kampung" tanya Nadia lesu.
"kata siapa?ayo,siapa takut" jawab Panji
"serius mas?maas kamu serius kan? Nadia melonjak kegirangan,dia tidak menyangka seorang Panji mau di ajak ke kampung halaman nya,padahal Panji belum tau seperti apa kampung halaman istri nya itu.
Tepat pukul 17.00 mereka sampai di sebuah desa yang asri,perjalanan yang mereka tempuh selama 3 jam membuat Nadia tertidur lelap.Kali ini Panji sengaja mengajak Pak Warto karena ini pertama kali nya Panji ke kampung Nadia.
Panji sengaja tidak membangunkan Nadia karena ingin memberi kejutan.
Selama ini ternyata Panji bekomunikasi dengan Paman dan Bibi Nadia,dia sengaja merenovasi rumah yang dulu Nadia tempati,dan sekarang Paman dan Bibi Nadia lah yang menempati rumah tersebut.Panji sengaja merenovasi rumah peninggalan orang tua Nadia karena dia tau suatu saat Nadia pasti ingin pulang dan ternyata benar,bulan madu yang di impi-impikan orang lain mungkin bepergian ketempat yang indah dengan pemandangan yang luar biasa,tapi tidak dengan Nadia,dia lebih memilih pulang ke kampung halaman nya.
Rumah yang terlihat sederhana tapi bersih dan rapi,di halaman rumah ada sebuah pohon yang lumayan besar,daun nya rimbun,sangat cocok untuk bersantai di bawah nya saat matahari begitu terik.
di sana ada juga bermacam-macam bunga yang berjejer rapi dengan pot bunga yg lucu.
__ADS_1
Nadia yang mendengar suara berisik dari luar mobil pun terbangun,setelah keluar dia kaget melihat rumah yang jauh berbeda dengan rumah peninggalan orang tua nya.
"Assalamu'alaikum Bibi,Paman" Nadia menciumi tangan Bibi dan Paman nya.
"Bi,ini rumah siapa?ini kan rumah peninggalan bapak bi,kenapa beda?apa rumah ini sudah di jual ke orang lain? tanya Nadia bertubi-tubi
Paman dan Bibi Nadia tersenyum,mereka sudah menduga kalau Nadia belum tau tentang renovasi rumah nya saat Panji bilang kejutan untuk Nadia.
"ini rumah kamu nak,rumah peninggalan bapak mu" jawab Bibi sambil mengajak Panji,Nadia dan Pak Warto masuk.
"sejak kapan di renovasi Bi?terus uang darimana?" Tanya Nadia lagi.
"Suami mu yang meminta kami untuk merenenovasi rumah ini nak" jawab Paman.
"Mass......" Mata Nadia berkaca-kaca,dia tidak menyangka kalau suami nya bisa berpikir sejauh itu.
__ADS_1
Nadia merasa sangat senang karena rumah yang 3 tahun lalu ia tinggalkan sudah sangat rapuh,tapi karena Panji akhirnya rumah peninggalan bapak dan ibu nya itu menjelma menjadi sebuah rumah yang indah.
Bersambung.