
Setelah selesai memasak dan memasukkan makanan kedalam rantang tupperware,Nadia pun bersiap-siap untuk pergi kerumah mertua nya.
Tadi pagi bu Dewi menelpon minta di temani tidur untuk beberapa hari di karena kan beliau sedang tidak enak badan.
Sebelum pergi,Nadia menyempatkan masak beberapa macam lauk untuk di bawa kerumah bu Dewi.
Nadia naik taksi menuju kerumah mertua nya.
sebelum pergi dia sudah mengirimi pesan singkat untuk Panji
"Mas tadi pagi mama nelpon,katanya lagi gak enak badan, terus minta temani tidur untuk beberapa hari. "
Awal nya Nadia bingung, harus memanggil Panji dengan sebutan apa, akhirnya dia memutus kan untuk memanggil Panji dengan panggilan "Mas".
Panji hanya tersenyum melihat pesan yang di kirim Nadia, tanpa berniat untuk membalasnya.
******
"Mama sakit?" tanya Nadia setelah masuk ke kamar dan langsung meraba kening mamanya.
"cuma gak enak badan Nak" jawab bu Dewi lesu, dan berusaha bangun
"Mama udah makan? Nadia bawain lauk tuh, sebelum kesini Nadia masak" kata Nadia sambil membantu bu Dewi untuk duduk.
"Panji tau kamu kesini? ntar dia nyariin lho" tanya bu Dewi sambil tersenyum
"tau kok ma, tadi Nadia udah kirim sms ke mas Panji" jawab Nadia.
Mereka pun keluar kamar, bu Dewi yang melihat masakan Nadia pun langsung duduk di meja makan.
sesekali ia mengangguk dan mengacungkan kedua jempol nya ke arah Nadia.
******
__ADS_1
Panji memasuki rumah nya yang sepi.
Bik siti dan Pak Warto belum pulang dari kampung.
setelah masuk ke kamar,Panji merasa ada yang kurang.Dia mengarahkan pandangan nya ke sofa,dimana biasa nya Nadia duduk dan tidur.
Setelah mandi biasa nya sudah ada baju ganti yang Nadia siap kan.Tapi sekarang,Panji benar-benar merasa kehilangan.
rumah sepi, tidak terdengar suara Nadia yang biasa nya mengaji sehabis Maghrib.
Panji merasa aneh,perasaan apa yang sedang ia rasakan, dia mengacak-acak rambut nya yang masih sedikit basah, dan melemparkan badan nya ke kasur.
******
Hari ketiga sejak Nadia pergi kerumah mertua nya, Panji kembali merasa kesepian.
Dari tadi sudah berapa kali ia menghapus, kemudian mengetik lagi pesan yang ingin ia kirim ke Nadia.
Bik siti yang sudah pulang sejak sore tadi berlari menuju kamar Panji, karena mendengar teriakan majikan nya itu.
tok tok tok
Bik Siti mengetuk pintu.
"pak..."
karena tidak ada jawaban dari Panji, Bik Siti kembali mengetuk pintu.
tok tok tok
Ceklek, pintu terbuka
"kenapa bik?" Panji bertanya sambil memperbaiki bentuk rambut nya
__ADS_1
"Tadi saya dengar bapak berteriak, jadi saya langsung lari kesini" jawab bik Siti
"oh, gak papa" jawab Panji sambil menutup pintu.
Dia pun memukul-mukul kepala nya.
"Bodoh, untung saja aku tidak memanggil nama nya" Panji berbicara sendiri.
Karena sudah tidak tahan akan kesepian ini, akhirnya Panji memutuskan untuk pergi kerumah mama nya.
Dia tidak sadar kalau sedang merindukan Nadia.
******
Mobil Panji memasuki perkarangan rumah orang tua nya.
Dia langsung masuk, dan mencari-cari Nadia.
Nadia yang melihat Panji datang langsung menghampiri nya.
"Mas, kok kesini?" tanya Nadia
"emang nya aku gak boleh ke rumah mamaku sendiri" jawab Panji ketus, padahal dia sangat senang karena sudah melihat Nadia.
Nadia hanya tersenyum getir mendengar Jawaban Panji.Dia pun bertanya-tanya,sejak kapan Panji memakai "Aku" saat bicara dengan nya.
"Mama mana?" tanya Panji mengalihkan perhatian Nadia.
"Di kamar" jawab Nadia singkat.
Panji pun melangkah meninggalkan Nadia yang masih berdiri menatap Panji penuh tanda tanya.
Bersambung
__ADS_1