
Pagi-pagi sekali Panji sudah rapi
Setelan kemeja dan jas membuat ia terlihat tampan.
Jam masih menunjukkan pukul 7 kurang,tapi Panji sudah nongkrong di meja makan,ia menyerup teh buatan istri nya sambil memainkan ponsel nya.
Dari tadi ia seperti menunggu balasan pesan dari seseorang.
"Mas mau kemana pagi-pagi udah rapi?biasa nya juga berangkat ke kantor jam 8 kurang kan?ini baru jam 7 kurang lo mas"
Tanya Nadia sambil mengoleskan selai coklat kesukaan Panji ke roti bakar.
"Mas mau ketempat Bima,mana tau dia beneran kabur bawa mantan pacar nya itu" jawab Panji sambil meneguk habis teh nya dan mengambil roti bakar dari tangan Nadia.
"Mas pergi ya"
cup....satu ciuman mendarat di kening Nadia,tak lupa ia mengulurkan tangan untuk disalami istrinya itu.
"Hati-hati mas" teriak Nadia dari dapur,ia tidak sempat mengantar suami nya sampai depan karena Panji terburu-buru.
******
Sesampainya di Apartmen Bima,Panji langsung menekan pin pintu Apartmen nya,karena sudah terbiasa Panji pun menganggap Apartmen Bima ini milik nya.
"Bim...Bim...Bima"
Suara Panji menggelegar memenuhi isi Apartmen,ia panik tidak ada sahutan dari Bima.
"Bim.....Bimaaaa" teriak nya lagi.
"Apa sih lu Nji pagi-pagi datang langsung teriak-teriak,lu pikir Apartmen gue taman bermain?"
Bima hanya menatap Panji dengan santai sambil menyuap nasi goreng ke mulut nya.
"lu sih,di panggil bukan nya jawab,malah diam aja"
"nasi goreng?sejak kapan lu pagi-pagi makan nasi goreng?eeeh jangan-jangan....."
Panji berlari menuju kamar,membuka pintu,belum puas ia pun membuka pintu kamar mandi tapi nihil.
ia keluar dengan wajah penuh tanda tanya.
"nyari apaan lu hah?brutal banget sih lu pagi ini Nji"
Bima masih santai sambil meneguk segelas air.
"iyaa,Karin yang masakin gue nasi goreng,puas lu?tadi malam dia nginap disini....."
Belum selesai Bima bicara,Panji langsung berdiri dari duduk nya dan membuat Bima kaget lalu menumpahkan nasi goreng yang ada di piring nya.
"Bim,lu sadar gak sih?dia istri orang,gak nyangka gue lu berani nidurin dia Bim"
__ADS_1
tuuup,,,sendok melayang tepat mengenai kening Panji.
"otak lu ya,mesuum mulu Nji.memang nya kalau dia nginap sini berarti gue nidurin dia gitu? ya ampun Nji,masih pagi tapi otak lu yaa...au ahh gue mau mandi,lu beresin tu nasi goreng gue yang tumpah"
Bima meninggalkan Panji yang masih bengong mendengar kata-kata nya.
"lu pikir gue pembantu apa beresin yang ginian?"
Sambil mengomel Panji pun membersih kan nasi goreng yang berserakan di lantai.
******
"jelasin gak?"
Panji menarik dasi yang di pakai Bima
"kalau lu gak jelasin,gue tarik ni dasi biar lu gak nafas"
"mati dong gue,terus lu juga mati karena penasaran tadi malam gue ngapain aja sama Karin"
Bima membiarkan Panji menarik-narik dasi yang ia pakai.
Belum menyerah,kali ini Panji benar-benar memarik dasi itu dan membuat Bima susah bernafas.
"uhuk uhuk,lepas lepas,oke oke gue cerita"
Akhirnya Bima mengalah,daripada mati pikirnya.
terus karena kasian yaa gue suruh dia nginap di Apartmen gue,lagian dia takut ketahuan sama suami nya kalau dia di kontrakan itu"
Panji menatap Bima dengan alis di naikkan,seperti seseorang yang penuh kecurigaan.
"apa lu?serius gue gak ngapa-ngapain dia Nji" Bima tau kemana arah pikiran Panji.
"apa lu?emang nya gue ngomong apa? tanya Panji.
"alah alah,gue tau isi yang ada di otak lu Nji"
Mereka pun tertawa bersama-sama,menertawai nasib cinta Bima.
******
Sesampai nya di kantor Panji keheranan larena hampir semua karyawan nya memandang aneh kepada nya,berulang kali ia memeriksa apakah ada yang salah dengan gaya berpakaian nya hari ini.
Bima pun di buat heran,ada apakah gerangan.
Ting....
pintu lift terbuka,lantai khusus untuk presdir hanya memiliki 2 ruangan,yaitu ruangan Panji dan Bima.
Wajah sekertaris Panji pun menegang saat melihat kedatangan nya.
__ADS_1
Hal itu membuat Panji semakin bingung.
"Paak,maaf kan saya,saya sudah berusaha menahan supaya ibu Maya tidak masuk ke dalam,tapi dia memaksa dan mengancam saya pak,sekali lagi saya mohon maaf pak,jangan pecat saya.
Sekretaris itu bergetar saat melihat perubahan wajah Panji saat mendengar nama itu di sebut.
"Maya????"
"Nji sabar,kalau lu gak mau nemuin dia,biar gue yang masuk"
Bima berusaha menenangkan Panji,dia tau betul bagaimana murka nya Panji kepada Maya saat Panji tau Maya mulai mengusik Nadia.
"gak,bjar gue yang hadapin dia,apalagi sih mau nya dia"
Panji meninggalkan Bima yang masih berdiri di Meja sekretaris.
"udah tenang aja,kamu gak bakal di pecat kok"
Bima berusaha menenangkan sekretaris yang sudah pucat pasi itu.
Prankkkkkk.....prankkkkk
terdengar suara pecahan kaca dari dalam ruangan Panji,Bima langsung menerobos masuk ke dalam.
Dua buah vas bunga pecah berserakan di lantai,di pojokan Maya menangis sambil memegang pecahan vas bunga tersebut.
dia mengancam akan mengiris nadi nya,kalau Panji tidak ingin kembali kepada nya.
Entah apa yang di pikiran Maya,Panji mengira selama ini Maya sudah tidak lagi mengganggu nya.Panji duduk santai di kursi kebesaran nya sambil menatap Maya yang masih saja memegang pecahan kaca dan siap-siap mengiris urat nadi nya.
"Maya,itu bahaya tolong di buang"
Bima perlahan mendekat ke arah Maya.
"Jangan mendekat,atau gue iris tangan ini"
"iris,iris aja kalau kamu mau hahaha"
Panji tertawa sambil melipat kedua tangan nya di dada.
"Nji......."
Bima berbisik,belum sempat Bima melanjutkan kata-kata nya,darah sudah keluar dari tangan Maya.
Bruuukkkk,Maya tumbang tak sadakan diri.
Bersambung.
Mohon kritik dan saran nya ya guys๐
jangan lupa like komen dan vote ya
__ADS_1
terimakasih๐๐๐๐๐