Akhirnya Kau Mencintaiku

Akhirnya Kau Mencintaiku
Dia istriku!!!!


__ADS_3

Siang ini Panji kembali meminta Nadia datang ke kantor nya, untuk makan siang bersama.


sejak pagi pun Nadia sudah sibuk di dapur, entah mengapa akhir-akhir ini suami nya itu lebih sering meminta ia untuk memasak.


Bik siti pun sudah seperti seorang majikan yang sedang melihat pembantu nya memasak, sejak tadi dia hanya duduk, tidak di perbolehkan Nadia membantu apa pun, haha lucu ya, majikan yang begitu baik.


Rencana pindahan rumah yang seharus nya hari ini pun harus di undur ke weekend, Karena Panji masih memiliki banyak pekerjaan yang tidak bisa di tinggal kan.


"Bik Siti ikut kita kan kalau nanti pindah rumah?" Tanya Nadia di sambil menggoreng udang goreng tepung kesukaan Panji.


"Tergantung bapak buk, saya dan suami saya berharap bapak masih mempekerjakan kami"


Jawab Bik Siti yang sejak tadi sudah berdiri melihat Nadia masak.


"Gak pegal Bik? kok dari tadi berdiri terus? Tanya Nadia


"Nanti saya bilang ke Mas Panji Bik, kalau Bik Siti sama Pak Warto ikut kita aja, saya udah cocok saya Bik Siti" Lanjut Nadia lagi sambil mematikan kompor.


"Terimakasih buk, saya juga sudah cocok sama ibu dan Pak Panji"


Bik siti membantu Nadia memasukkn Lauk serta Nasi di rantang tupperware.


"Jangan semua Bik, ntar Bik siti sama Pak Warto mau makan apa?"


"Saya kan bisa masak buk, udah ibuk bawa aja semua.


Mana tau Pak Bima mau ikut makan juga buk"


Bik Siti memasukkan semua lauk yang di masak Nadia tadi ke rantang, dia senang akhirnya Panji mau makan masakan nyonya nya ini.


******


Lagi-lagi Nadia kebingungan harus naik lift ke lantai berapa, kemarin dia lupa bertanya kepada Bima, lantai berapa kantor Panji.

__ADS_1


Nadia mencoba menelpon Panji namun tidak di angkat.Panggilan ketiga tetap tidak di angkat, akhirnya Nadia memberanikan diri untuk bertanya ke salah satu staff di kantor itu.


Bruukkk.


Rantang tupperware yang berisi makan siang Nadia dan Panji terjatuh, Nadia menabrak salah satu staff perempuan,tampak wajah perempuan itu kesal.


"Kalau jalan pakai mata!!!!" Bentak perempuan bernama Yuni itu.


"Maa...maaf mba, saya gak sengaja" Nadia berjongkok mengambil rantang.


Karena kesal Yuni merampas rantang dari tangan Nadia, lalu menghempaskan nya tepat di depan Nadia.


"kamu siapa hah? kamu pikir ini sawah, bawa-bawa rantang?" Yuni menatap Nadia dengan kesal,suara nya pun sudah memenuhi lobby perusahaan.


Nadia hanya diam menatap makan siang nya sudah berserakan di lantai, mata nya sudah berkaca-kaca.


Mendengar keributan, para staff mendekati arah suara, tidak ada yang berani mendekat.


Mereka tidak mau mencari masalah dengan Yuni, karena Yuni salah satu orang penting di perusahaan ini.


"DIA ISTRIKU"


semua mata menatap ke arah suara, semua nya tertunduk karena itu Panji.


Rahang Panji mengeras menahan emosi.


Sejak tadi Panji sudah melihat apa yang di lakukan Yuni terhadap istri nya, tapi dia sengaja ingin melihat Nadia bereaksi, Namun yang di tunggu tak kunjung bicara, hanya diam menahan air mata.


"Mulai hari ini kamu saya pecat" Panji menunjuk wajah Yuni yang sudah berubah pucat sejak tadi.


"Ma.. maksud bapak apa pak?" tanya Yuni tergagap.


"Dia istriku, wanita yang kamu dorong itu istriku"

__ADS_1


Semua orang tampak terkejut, karena mereka tau Direktur nya ini belum menikah.


Panji menarik tangan Nadia menuju lift, Nadia hanya diam dengan air mata yang sudah tumpah ke pipi.


"Kamu ngapain diam di gituin dia?" Tanya Panji saat sudah di ruangan nya.


"Maaf mas, tadi aku gak sengaja menabrak mba itu, aku bingung ruangan kamu lantai berapa, kemarin lupa nanya sama Bima" jawab Nadia sambil tertunduk.


"Duduk, ngapain berdiri?"


"kenapa gak nelpon aku? seharus nya kamu gunakan nama aku, kamu bilang aku ini suami kamu ke orang-orang di bawah"


Panji menatap Nadia dengan kesal, ia kesal kenapa wanita di hadapan nya ini begitu lemah.


"Mas pikir mereka percaya kalau aku istri mas?,aku pasti di bilang ngaku-ngaku istri kamu mas,apa mas pernah memperkenal kan aku ke orang-orang" Jawab Nadia sambil terisak.


Melihat Nadia menangis Panji berdiri, dia memeluk tubuh mungil istri nya.


"Maafkan aku, seharusnya aku tidak menutupi pernikahan kita, maafkan aku" Panji memeluk Nadia semakin erat.Rasa menyesal, sedih,kesal bercampur aduk.


Makan siang yang seharus nya penuh bahagia dan canda tawa berganti dengan tangis haru Nadia.


Bersambung.


haiii readers😍😍😍😍, maaf ya baru up.


untuk hari ini aku up 1 episode aja.


besok insyaaAllah sudah mulai seperti biasa, 2 episode per hari, tapi kalau bisa insyaaAllah aku lebihin up nya.


Terimakasih sudah bersedia menunggu up novel ku


jangan di unfavorite yaaah

__ADS_1


❀❀❀❀❀❀❀


__ADS_2